------------------..
Sumpah. Kalau gue tau mati karena ketiduran sambil baca novel bakal bikin gue pindah dunia, gue bakal pilih begadang main game.
Nama gue Cylix de Garindra. 19 tahun. Spesialisasi: mager, rebahan, dan benci keramaian. Hidup gue cuma tiga benda: kasur, charger, dan novel sampah romance yang gue baca jam 3 pagi.
Judulnya: "Cinta di Antara Salju dan Matahari". Ceritanya klise. Cowo protagonis dingin namanya Lucian Frost. Cewe protagonis sifat nya cerah bagaikan namanya Seraphine Vale. Mereka saling benci jadi cinta. Standar.
Dan ada satu karakter yang muncul... mungkin... 3 kali? Namanya (Kaelith Nadzjer)
"Murid kelas 3-B. Pendiam. Kulit pucat. Selalu tidur di pojokan kelas. Figuran. Tidak penting untuk alur."
Itu dia. Kerjaan Kaelith cuma tidur. Dan gue suka itu.
Masalahnya...
Gue merem di kamar kos gue. Melek... gue udah di tempat lain.
Atapnya tinggi. Jendelanya kaca patri. Baunya... buku tua dan disinfektan sekolah. Badan gue kecil. Terlalu kecil. Terlalu... pucat.
Dan di atas meja, ada papan nama perak: Kaelith Nadzjer - Kelas 3-B.
"...Hah?"
Jadi gue kesurupan. Transmigrasi. Masuk ke raga figuran mager yang gue suka.
Ironi tingkat dewa.
"Kaelith? Kau telat 20 menit." Suara cewe dari depan. Guru.
Gue ngangkat kepala pelan. Rambut hitam gue nutupin muka. Mata abu-abu gue... kosong. Karena emang gue kosong. Otak Cylix gak dibayar buat mikir jam segini.
Ruangan ini... bukan sekolah gue dulu. Ini [Akademi Nivalis]Nama sekolah di novel itu. Akademi elit buat anak bangsawan, penyihir, dan orang-orang berisik.
Tempat duduk gue paling belakang. Pojokan. Dekat jendela. Sempurna.
Gue langsung nunduk lagi. Taruh kepala di lengan.
"Kaelith?" Guru itu manggil lagi.
"...hadir." Suara gue datar. Serak. Pas banget sama deskripsi Kaelith di buku: pendiam, gak ada tenaga.
Syukurlah. Jiwa Cylix dan badan Kaelith cocok. Sama-sama mager.
Gue ngelirik ke depan. Otak gue otomatis ngescan karakter.
Baris pertama. Cowo rambut perak, muka datar kayak kulkas: Lucian Frost. Protagonis cowo Dingin. Ganteng. Berbahaya. Jangan dideketin.
Di sebelahnya, cewe rambut cokelat keemasan, senyumnya bisa bikin matahari malu,Seraphine Vale. Protagonis cewe . Cerah. Berisik. Penuh energi. Musuh bebuyutan rebahan.
Perfect. Mereka ada. Berarti alur masih jalan.
Dan gue? Gue Kaelith. Figuran.
Tugas figuran gampang, jangan ganggu alur utama Duduk. Diam. Tidur. Lulus. Pulang.
Gue bisa. Itu skill gue dari lahir.
Bel istirahat bunyi. Semua orang langsung rame. Kecuali gue.
Gue tetap di kursi. Mengeluarin buku tebel dari laci. Bukan buku pelajaran. Buku kosong. Buat gue gambar-gambar doang biar gak dikira mati.
"Kaelith, kau tidak makan?" Temen sekelas lewat, nanya basa-basi.
Gue angkat dua jari. Tanda "gak". Lalu tutup mata lagi.
_sistem dikepala gue, Ren nongol.. yah dia Ren sistem didunia ini yang katanya bakalan jagain gue yang sebagai pendatang asing buat dituntunbiar ga mati konyol,
Ren "Jadi ini dunia lu sekarang. Selamat datang di tubuh orang paling males di novel romance."
"...Cocok."
Karena jujur? Jadi figuran itu enak. Gak ada yang ngarep apa-apa dari Kaelith Nadzjer. Gak ada plot twist. Gak ada perang. Gak ada cinta segitiga.
Cuma ada... salju di luar jendela, buku kosong, dan seumur hidup buat mager.
Seraphine ketawa keras dari depan. Lucian melirik dingin. Dunia mereka berjalan seperti harusnya.
Dan gue?
Gue Kaelith Nadzjer. Figuran nomor 27.
Misi gue dimulai sekarang, Hidup tenang. Sebisa mungkin tidak terlihat.
*[END CHAPTER 1]*
---
[Total: ∼572 kata]
Halo guys, terima kasih udah mampir baca Chapter 1 🙏
Ini novel pertama gue, jadi masih banyak belajar.
Kalau ada typo atau bagian yang kurang, komen aja ya.
Kritik & saran bakal gue tampung buat jadi lebih baik.
See you di Chapter
YOU ARE READING
[FIGURAN]
FantasyCylix. 19 tahun. Hidupnya... kosong. Gak ada temen. Gak ada rumah yang berisik. Kerjaannya cuma baca novel sampe pagi. Novel favoritnya? >NivalisKaelith Nadzjer< Figuran. NPC. Yang di buku cuma 1 kalimat "tidur di kelas" Jiwa Kaelith yang asli? U...
![[FIGURAN]](https://img.wattpad.com/cover/413167803-64-k791294.jpg)