We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Bab 01 : Putri Kerajaan Cahaya

194 19 0
                                        

Mentari pagi memantulkan cahaya keemasan di atas menara-menara putih yang menjulang tinggi.

Seluruh ibu kota Kingdom of Solis telah terbangun sejak fajar. Jalan-jalan batu yang bersih dipenuhi kereta sihir, para pedagang mulai membuka kios mereka, dan kristal mana yang menggantung di sepanjang jalan perlahan meredup, digantikan oleh sinar matahari.

Di tengah kota berdiri sebuah istana megah yang telah menjadi simbol kerajaan selama ratusan tahun.

Istana keluarga Luminor.

Hari itu bukan hari biasa

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Hari itu bukan hari biasa.

Hari itu adalah hari keberangkatan salah satu anggota keluarga bangsawan menuju tempat yang menjadi impian seluruh penyihir di dunia.

Elysia Academy.

Di aula utama istana, puluhan pelayan telah berbaris rapi.

Para kesatria kerajaan berdiri tegak di kedua sisi ruangan.

Beberapa penyihir istana yang biasanya bertugas menjaga wilayah kerajaan pun ikut hadir.

Bukan untuk menghadiri upacara kenegaraan.

Melainkan untuk mengantar seorang gadis.

Suara langkah kaki yang lembut menggema di lantai marmer.

Semua orang secara bersamaan menundukkan kepala.

"Lady Pharita."

Seorang gadis berambut hitam panjang berjalan memasuki aula dengan tenang.

Seragam perjalanan berwarna putih dan emas yang dikenakannya sederhana dibandingkan pakaian kebangsawanan yang biasa ia kenakan, tetapi justru memperlihatkan wibawanya.

Wajahnya cantik dengan senyum yang hangat.

Tatapannya tenang.

Tidak ada sedikit pun kesombongan dalam caranya memandang orang lain.

Ia membalas setiap sapaan dengan anggukan kecil.

"Selamat pagi."

Hanya dua kata.

Namun cukup membuat para pelayan tersenyum lega.

Mereka selalu mengatakan hal yang sama tentang dirinya.

Putri keluarga Luminor tidak pernah memandang rendah siapa pun.

Bahkan kepada pelayan baru sekalipun.

Di ujung aula, seorang pria paruh baya mengenakan jubah putih kerajaan telah menunggu.

Rambutnya mulai memutih, tetapi sorot matanya masih tajam.

Ia adalah kepala keluarga Luminor.

Sekaligus pemimpin cahaya paling dihormati di Solis.

"Akhirnya tiba juga hari ini."

Witches of Elysia : The First BellStories to obsess over. Discover now