[Rival] Our Feud, Our Alibi.

413 41 6
                                        

Rất tiếc! Hình ảnh này không tuân theo hướng dẫn nội dung. Để tiếp tục đăng tải, vui lòng xóa hoặc tải lên một hình ảnh khác.

.
.
.

Matahari baru saja menampakkan dirinya dengan malu-malu dilangit Bandung hari ini. Namun jalanan sudah ramai oleh kendaraan, bahkan suara klakson yang bersautan seolah menjadi pelengkap untuk membuktikan betapa tidak sabarnya manusia.

"Lama banget anjir, bisa-bisa gua telat ke sekolah. Woy cepetan maju dong, itu motor apa keong racun dah."

Ditengah panasnya sinar matahari yang mulai naik dan situasi yang tidak kondusif akibat orang-orang tidak mau mengalah dijalanan, seorang pemuda dengan setelan seragam sekolah yang terbalut oleh jaket kulit hitam tampak menggerutu kesal karena harus terjebak dalam kemacetan.

Orang-orang disana langsung meliriknya sinis, namun beberapa dari mereka menyetujui ucapannya karena mereka memiliki kesibukan masing-masing yang mengharuskan kendaraan nya segera melaju.

"Sabar aja sav, orang kita mau bolos juga kok." Pemuda yang diboncengnya tampak begitu santai, seolah tak terganggu oleh keadaan saat ini.

Tapi baginya, ini bukan masalah mereka akan bolos atau tidak. Melainkan ia ingin segera pergi menuju tempat yang akan mereka datangi, markas besarnya.

Savani Archie Sebastian, siapa yang tidak kenal dengan nama itu. Jabatannya sebagai ketua salah satu geng motor terkenal di Bandung membuat orang-orang tahu siapa sosok Pemuda manis yang sering menggila jika sudah berada dijalanan. Semua orang memanggilnya Sava, atau terkadang Kelinci ganas. Julukan yang ia dapat dari musuh-musuhnya karena wajah manisnya itu terlalu berlawanan dengan sengitnya perkelahian yang sering mereka lakukan.

Dan pemuda yang duduk manis dibelakangnya adalah Arshaka, sahabat sekaligus anggota geng motornya.

Ketika warna lampu berubah menjadi hijau, Savani segera menjalankan motornya dengan kencang, membuat Arsa hampir saja terbang jika tidak segera berpegangan pada pundak sahabatnya itu.

"Pelan-pelan goblok, hampir aja gua terbang."

.
.
.

Savani menghentikan motornya dihadapan sebuah rumah minimalis, suara bising dan gelak tawa dari dalam bangunan tersebut bahkan terdengar hingga keluar.

Dirinya dan Arshaka segera melangkah masuk ke dalam, melihat anggotanya tampak berkumpul di ruang tengah. Seketika ruangan yang tadinya penuh dengan kebisingan kini berubah menjadi hening, mereka menatap Ketuanya yang baru saja datang dengan raut datar seperti biasa.

"Gua mau kita datang ke markas Theodore sekarang, bajingan itu gaada abisnya nyari masalah sama gua. Liam masuk ke rumah sakit, tadi subuh kakaknya chat gua."

Ephemeral Reverie [KEONHYEON]Những tác phẩm khiến độc giả say mê. Hãy khám phá bây giờ