Tak semua luka mengeluarkan darah. Sebagian memilih bersembunyi di balik senyum.
Adila Pramesti percaya tak ada lagi alasan untuk bertahan, hingga sebuah luka yang selama ini ia sembunyikan tanpa sengaja terlihat oleh Trian Athar Rahadian, dosen pra...
Suara denting piring porselen bersahutan dengan langkah kaki para mahasiswa yang berlalu-lalang di Restaurant dan Kitchen Laboratory Global Nusantara University.
"Table twelve, main course."
"Ready, Pak Trian."
"Table seven?"
"One minute, please, Pak."
Ruangan itu dipenuhi aroma butter, lada hitam, dan saus demi-glace yang baru saja selesai disiapkan.
Di ujung aboyeur station, Trian Athar Rahadian berdiri di sisi service line. Meski mengampu mata kuliah Service Operation, posisinya kali ini berada di samping mahasiswa yang bertugas sebagai aboyeur untuk memastikan setiap hidangan keluar sesuai standar.
Tangannya bergerak cekatan memeriksa presentasi setiap plate sebelum dipindahtangankan kepada mahasiswa yang bertugas melakukan service. "Jangan lupa wipe rim plate."
"Yes, Pak."
Satu per satu mahasiwa maju, mengambil plate, lalu bergegas menuju meja tamu simulasi.
"Adila."
"Ya, Pak."
Seorang mahasiswi melangkah ke depan. Tatapannya tampak kosong. Tidak seperti biasanya.
Trian mengangkat satu dinner plate, memeriksa garnish terakhir, lalu menyodorkannya ke arah Adila. Saat tangan mereka hampir bersentuhan, strap smartwatch di pergelangan tangan kiri gadis itu sedikit bergeser. Hanya beberapa milimeter. Namun cukup memperlihatkan satu garis merah tipis yang masih tampak baru.
Gerakan Trian terhenti. Tatapannya jatuh pada garis itu beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya.
Adila belum menyadarinya. Tangannya baru hendak menyelip di bawah dinner plate ketika Trian, hampir tanpa sadar, mengangkat tangan kirinya pelan. Ibu jarinya mengusap singkat tepat di atas garis merah itu. Bukan karena lancang. Bukan pula karena ingin menyentuhnya. Ia hanya ingin memastikan bahwa matanya tidak salah melihat.
Alisnya mengerut samar. "Did you hurt yourself?"
Suara bariton itu membuat Adila membeku. Refleks ia menarik tangannya. Dinner plate di tangannya nyaris bergeser.
Pandangan mereka bertemu.
Dan untuk pertama kalinya... Adila merasa ada seseorang yang benar-benar melihat luka yang selama ini mati-matian ia sembunyikan.
===
Cast :
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Yesaya Abraham as Trian Artha Rahadian
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Adhisty Zara as Adila Pramesti
===
Hai semua!
Setelah aku pikir-pikir Karean akhir2 ini susah banget nyari mood nyelesaiin TDW Mungkin akan aku seling dengan cerita lain
Kali ini temanya masih hotelier dan masih di kampus yang sama tapi di sini Trian jadi dosen.. (Nyangka nggak kalian? Lol)
Aku masih belum bisa cerita banyak karena ini beneran spontan Kedepannya jalan ceritanya gimana, masih belum tahu detail. Karena ini emang beda sama TDW yang udah ada outlinenya hehehe
Apakah happy ending? jujur belum tau juga Kemungkinan iya
Cerita ini muncul gitu aja, akhir-akhir ini di kepala aku cukup spontan, padahal ada draft yang lain Tapi aku pikir cerita ini cukup menarik untuk dibaca hehehe
Sementara castnya dua dulu yang utama sisanya masih dipikirin banget hehehe
Kalau kalian mau ngebayangin. aku ngebayanginnya Trian di sini selalu pake kacamata frame tipisnya. (Cari aja yesa kalau pake kacamata, behhh! Itu lah vibesnya trian disini) Kelihatan mature dan dewasa untuk umurnya. Apalagi disini pakaiannya dia pake vest (tanpa jas) kayak di BCW dulu. Kemungkinan Trian di sini 25-27 tahun, masih digodok hehehe.. adila 20 mau ke 21 tahun.
Posisi Adila saat ini mahasiswa tingkat 3, jadi di tingkatan Kayla Lunera, tapi dengan waktu yang berbeda. Bisa dibilang ini masuknya di hotelier series.
Funfact : Baju yang nanti dipake trian itu real para dosen aku pake juga kalau lagi lunch / dinner service. Dosen cowok aku selalu pake kemeja lengan panjang, vest, dasi, dan sepatu pantofel kalau lagi ngajar di praktek.
Nanti kedepannya bakal aku ceritain back story cerita ini hehehe Doain aja... ini ga mandek.. atau kalau aku berubah pikiran mungkin TDW selesai dlu. karena pinginnya ini full up setelah TDW... cuma idenya udah meronta2...