The Beginning of Us

3 0 0
                                        

Aroma manis mentega dan kayu manis selalu menjadi hal pertama yang menyapa Irene Shaqilla Nirmala setiap pagi.

Di dapur Toko Roti Nirmala yang sibuk, gadis itu tersenyum lebar sambil merapikan kuncir kudanya, menatap deretan roti manis yang baru saja matang dengan binar bangga.

​"Irene, bekalnya jangan lupa dibawa! Hari pertama di sekolah baru tidak boleh terlambat," seru ibunya dari balik etalase depan.

​"Siap, Bun! Irene berangkat ya!"
​Dengan langkah ringan dan tas ransel yang bertengger di bahunya, Irene melangkah keluar.

Hari ini adalah hari pertamanya di SMA Citrawijaya. Sebagai murid pindahan, Irene tidak muluk-muluk. Ia hanya ingin belajar dengan tenang, mempertahankan nilainya, dan jika beruntung, mendapatkan beberapa teman baik.

​Dia tidak pernah tahu, bahwa kepindahannya ke SMA Citrawijaya justru menjadi awal dari akhir kebebasannya.

​SMA Citrawijaya adalah sekolahnya para elite, dan pesona Irene sebagai murid baru langsung menyebar seperti api di antara koridor sekolah.

Wajah cantiknya yang blasteran lokal, senyum ramahnya yang tidak pilih-pilih teman, ditambah otaknya yang encer saat sesi perkenalan di kelas, langsung membuat Irene jadi pusat perhatian.

Dalam beberapa jam saja, ia sudah berhasil akrab dengan Adita, teman sebangkunya yang cerewet tapi sangat baik.

​Namun, di antara ratusan pasang mata yang menatap kagum ke arah Irene hari itu, ada satu pasang mata yang menatapnya dengan cara yang berbeda.

​Di lantai dua, bersandar pada pembatas koridor yang menghadap langsung ke lapangan sekolah, Erickson Mahen Baskara memperhatikan gerak-gerik Irene.

Tangan Erick yang dihiasi jam tangan mewah bergerak lambat, mengetuk-ngetuk pembatas besi seiring dengan langkah kaki Irene di bawah sana.

​Sebagai anak bungsu keluarga Baskara yang menguasai industri hiburan, Erick terbiasa mendapatkan apa pun yang dia inginkan. Cukup dengan menjentikkan jari, dunia akan berlutut di bawah kakinya. Dan siang itu, egonya yang tinggi terusik oleh satu gadis asing.

Di saat itu Irene sedang memakan bekal makan siangnya bersama sahabatnya yaitu Adita/Dita.

"Siapa dia?" Tanya Erick dengan dingin kepada temannya yang berdiri di sampingnya yaitu Theo.

"Oh, itu Irene. Anak baru dia, kalau gk salah dia anak pemilik toko roti Nirmala, cantik ya Rick? Baik juga dia."

"Iya cantik ya." Jawab Erick dengan suara dingin, sudut bibirnya terangkat dan dia tersenyum kecil

"Lo suka Rick?" Tanya Theo dengan penasaran

Erick hanya mengangguk yang membuat Theo sedikit kaget dan juga antusias mendengarnya

Erick tidak peduli seberapa banyak orang yang ingin mendekati gadis itu. Mulai detik ini, radar miliknya sudah terkunci. Dan apa yang sudah masuk ke dalam radar seorang Erickson Baskara, tidak akan pernah bisa lolos hidup-hidup.

Bạn đã đọc hết các phần đã được đăng tải.

⏰ Cập nhật lần cuối: Jun 24 ⏰

Thêm truyện này vào Thư viện của bạn để nhận thông báo chương mới!

Mine, Solely MineNhững tác phẩm khiến độc giả say mê. Hãy khám phá bây giờ