01

2.4K 28 1
                                        

Episode 1: Serigala Berbulu Domba

Pagi itu, matahari baru saja meninggi di atas langit kawasan perumahan elite di Dago, Bandung

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Pagi itu, matahari baru saja meninggi di atas langit kawasan perumahan elite di Dago, Bandung.

Sebuah rumah megah bergaya modern klasik berdiri kokoh, dikelilingi taman yang terawat rapi.

Di teras depan, dua asisten rumah tangga paruh baya, Bi Inah dan Bi Ijah, sedang sibuk menyapu, sementara Mang Dadang, sang sopir, baru saja selesai mengelap mobil mewah milik majikannya.

Keheningan pagi itu pecah ketika sebuah taksi online berhenti tepat di depan gerbang.

Dari dalam mobil, turunlah seorang pemuda dengan pakaian sederhana namun sangat rapi. Langkah kakinya tenang, membawa sebuah tas jinjing besar.

Pemuda itu adalah Fatih. Parasnya yang teramat cantik-bahkan mungkin bisa membuat wanita tulen merasa insecure-membuat siapa saja yang melihatnya akan tertegun sejenak.

"Permisi... Selamat pagi, Bi, Mang," sapa Fatih lembut, tersenyum sopan di balik pagar.

Bi Inah menghentikan sapunya, matanya mengerjap beberapa kali.

"E-eh, iya, pagi den. Nyari siapa ya?"

Mang Dadang ikut mendekat, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Gusti... ini teh laki-laki apa perempuan? Geulis pisan," bisik Mang Dadang pelan pada Bi Ijah.

"Hush! Jangan lancang kamu, Dadang!" tegur Bi Ijah, lalu beralih menatap Fatih dengan ramah.

"Mari masuk, kasep. Ada yang bisa dibantu?"

"Saya Fatih, Bi. Yang kemarin ikut wawancara online untuk posisi baby sitter adek kecil di sini," jawab Fatih,

suaranya terdengar lembut namun memiliki intonasi yang tegas sebagai seorang pria.

"Oh! Ini toh yang namanya Dek Fatih? Ya ampun, aslinya jauh lebih ganteng... eh, cantik! Mari, mari masuk. Ibu sudah nunggu di dalam," ajak Bi Inah dengan antusias.

Fatih melangkah masuk ke dalam rumah. Langkahnya tampak lugu, mencerminkan seorang anak rantau dari Cianjur yang terpukau dengan kemewahan rumah besar tersebut

Namun, di balik binar matanya yang polos, ada kilatan dingin yang tersembunyi rapat.

Di ruang tamu yang luas, duduklah Bu Bella. Wanita berusia 32 tahun itu tampil glamor dengan gaun rumah sutra bermerek, jemarinya sibuk memainkan ponsel sambil sesekali membetulkan letak kuku palsunya yang berhias berlian.

Tak jauh dari sana, Pak Ali, sang suami yang berusia 38 tahun, tampak gagah dengan kemeja batik formal, bersiap untuk berangkat kerja.

Wajahnya yang rupawan, berwibawa, dan pembawaannya yang tenang memancarkan aura seorang pria matang yang sangat menyayangi keluarganya.

"Nyonya, ini Dek Fatih yang dari Cianjur sudah datang," ucap Bi Inah lirih, membuyarkan keheningan ruang tamu.

Bella mendongak. Matanya yang tajam langsung memindai Fatih dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tatapannya angkuh, penuh penilaian.

baby sitter penggodaStories to obsess over. Discover now