Pengenalan Karakter

49 9 0
                                        

Juun Nifandra Tridiardja

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Juun Nifandra Tridiardja

Juun  ia sangat antisosial, ketus, dan selalu mengisolasi diri di pojok belakang kelas dekat jendela. daya tarik sekaligus kengerian terbesar dari Juun terletak pada sepasang mata elangnya yang kelam, tajam, dan benar-benar kosong dari emosi manusia normal. di balik seragam sekolahnya yang rapi, Juun memikul beban psikologis yang masif dan gelap, bertindak sebagai perisai baja untuk menyembunyikan kenyataan mengerikan yang terjadi di dalam rumahnya dan bayang-bayang ayahnya, Dr. Tridiardja.

"kamu mengira dunia ini hanya sebatas apa yang kamu lihat di televisi, Carmen. mundur. jangan mencampuri urusan yang tidak kamu mengerti, atau kamu akan tahu bahwa kegelapan yang sesungguhnya jauh lebih dekat dari yang kamu bayangkan."



Carmen Audya Chintya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Carmen Audya Chintya

gadis yang anggun namun lincah, dengan rambut hitam panjang yang selalu tergerai lurus melewati bahunya, membingkai wajahnya yang ekspresif. setiap kali ia bergerak cepat, rambut lurusnya ikut berayun, senada dengan langkah kakinya yang penuh tekad. Carmen diberkahi dengan sepasang mata bulat yang berbinar penuh rasa ingin tahu. ia adalah tipikal gadis yang blak-blakan, berani, dan memiliki empati yang tinggi terhadap sekitarnya. karakteristik utamanya yang paling menonjol sekaligus paling berbahaya adalah rasa penasarannya yang teramat tegar. ketika mendapati sesuatu yang janggal, Carmen tidak akan berhenti sebelum menemukan jawabannya, meskipun ia harus menembus dinding es paling tebal atau berjalan mendekati bahaya. di kantong seragamnya, selalu ada permen lolipop rasa ceri yang ia gunakan sebagai "senjata" untuk mencairkan ketegangan.

"rambut tergerai gue aja bisa berantakan kena angin, masa hati lo yang katanya sekaku papan tripleks nggak bisa kegeser sedikit pun? gue bakal tetep di sini, Juun, sampai lo sendiri yang capek buat terus-terusan pura-pura mati."


Stella Aluna Valerie

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Stella Aluna Valerie

gadis anggun dengan rambut hitam panjang yang selalu dibiarkan tergerai rapi, sering kali dihiasi dengan bando tipis berwarna pastel yang manis. Penampilannya yang feminin dan lembut berbanding lurus dengan hatinya yang memiliki empati sangat tinggi. Stella adalah orang yang paling sensitif terhadap perubahan atmosfer di sekitarnya. di antara teman-temannya, ia adalah tipe orang yang paling mudah cemas dan ketakutan saat mendengar rumor tentang "Sang Penjagal", namun instingnya terhadap bahaya atau kejanggalan di sekelilingnya sering kali terbukti benar. ia sangat protektif dan selalu mengkhawatirkan keselamatan lingkaran pertemanannya.

"kalian sadar ngga? akhir-akhir ini kalau kita jalan di koridor, rasanya kayak ada sepasang mata yang lagi ngawasin dan milih siapa yang bakal jadi korban berikutnya... gue bener-bener nggak bisa tidur tenang semalaman."




Yuha Calista

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Yuha Calista

gadis berkacamata bulat yang selalu membawa buku catatan kecil di tangannya. Yuha jarang berbicara, namun setiap kali ia membuka mulut, kalimatnya selalu berisi fakta atau analisis yang logis. Ia cenderung mengamati dari jauh dan lebih suka menganalisis situasi berdasarkan data berita daripada ikut tenggelam dalam kepanikan massal.

"targetnya bergeser dari anak sekolah ke pejabat dinas kesehatan. ini bukan sekadar pembunuhan acak karena kegilaan. ada benang merah yang sengaja disembunyikan di balik alasan mutilasi kasar itu."



Ian Fabian

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Ian Fabian

meskipun tidak memegang jabatan formal di kelas, ian adalah sosok penengah dan pelindung alami di dalam lingkaran pertemanannya. ia rasional, dewasa, dan memiliki kepekaan insting yang kuat untuk menjaga keselamatan teman-temannya. saat badai ketakutan melanda sekolah, ian adalah orang pertama yang berinisiatif mengorganisasi teman dekatnya agar tidak terpisah.

"gue nggak peduli seberapa aman kompleks rumah lo, Jiwo. mulai malam ini, nggak ada yang boleh pulang sendirian setelah jam tujuh. Sang Penjagal masih berkeliaran, dan gue nggak mau kehilangan salah satu dari kalian."





Jiwo Pradana

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Jiwo Pradana

meskipun penampilannya yang santai seragam yang kadang jarang dimasukkan dengan rapi Jiwo sebenarnya mengemban tanggung jawab besar sebagai Wakil Ketua OSIS. ia cerdas, memiliki jaringan pertemanan yang luas di seluruh angkatan, dan selalu tahu rumor terbaru yang beredar di sekolah. Jiwo menggunakan humor dan pembawaannya yang ceplas-ceplos untuk meredakan ketegangan siswa lain, meskipun di dalam hati ia memikul beban berat untuk menjaga ketertiban sekolah di tengah teror kota.

"sebagai Wakil Ketua OSIS yang baik, gue udah ngusulin ke kepala sekolah buat masang CCTV di setiap gang mati deket sekolah. tapi serius deh, pelakunya beneran kayak bayangan nggak ninggalin jejak dan tahu kapan harus menghilang."

~~~~

The Truth Behind It (Remake)Stories to obsess over. Discover now