Entah ini di anggap sebuah ramalan atau hanya sebuah dongeng semata. Tapi cerita nya tetap di wariskan turun temurun dari generasi ke generasi.
Seorang ratu yang kini tengah duduk di tepian ranjangnya mengelus lembut perut nya yang besar. Kepalanya di penuhi dengan cerita yang pernah ia dengar dari ibu mertuanya, ratu sebelumnya. Ia ingin percaya sepenuhnya, tapi sang suami atau raja di kerajaan ini melarang dirinya untuk mempercayai. Suaminya hanya menganggap itu sebuah dongeng pengantar tidur.
Tatapan wanita itu menyendu memandang perutnya. Tak dapat dipungkiri jika perasaan sedih memenuhi rongga dadanya.
Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian. Seorang gadis kecil masuk dan mendekat.
"Okaa-sama" Suara lembut memanggil. Gadis kecil itu duduk di sebelah sang ratu. Tersenyum lembut kala gadis itu mengetahui jika sang ibunda merasa sedih.
Jemari kecil gadis itu perlahan bergerak ke perut besar ibunya. Dengan pelan dan penuh kasih sayang gadis itu mengelusnya.
"Okaa-sama...jangan terlalu memikirkan ucapan Oto-sama dan juga oba-san. Bagi ku, bayi yang ada di sini sangat spesial. Jadi kumohon jangan bersedih ne? "
Perlahan kesedihan itu mulai hilang. Putri kecilnya sangat pandai menghibur dengan tutur kata yang baik. Ahh, melihat putri kecilnya ia tak ingin anaknya cepat tumbuh.
"Terimakasih Tsumiki, maaf ne. Kaa-san tidak akan bersedih lagi" Sang ratu ikut tersenyum dan mengelus surai panjang putrinya.
Tawa kecil dari anak dan ibu itu mulai memenuhi ruangan.
Tok tok tok
"Yang mulia, keretanya sudah siap. Saat nya untuk berangkat" Suara dari luar ruangan membuat mereka menghentikan kegiatan kecil itu.
"Ayo okaa-sama, aku menemui mu karena Oto-sama akan segera berangkat"
Gadis itu, Tsumiki, ia berdiri terlebih dahulu lalu menawarkan tangannya untuk di genggam sang ibunda.
"Hm~" Balas sang ratu menggenggam lembut tangan kecil putri nya.
Kereta berjalan dengan pelan. Membelah jalan menuju tempat pertemuan para raja.
Hari ini adalah pertemuan para raja di seluruh penjuru. Mulai dari Kerajaan kecil hingga Kerajaan besar semua raja harus hadir dalam pertemuan. Begitupun dengan ratu. Mereka juga harus ikut hadir menemani raja.
Dan untuk Kerajaan fushiguro, dikarenakan sang ratu yang tengah hamil mereka membawa sang putri untuk ikut dan menggantikan sang ratu saat rapat nanti. Jangan pandang remeh, karena Tsumiki seorang putri jadi mau tidak mau ia harus cepat belajar, meskipun umurnya masih kecil. Dia anak yang cerdas dan cepat mengerti dengan keadaan.
Mereka sampai di tempat tujuan. Saat ratu fushiguro turun dari kereta, seseorang juga ikut turun serentak dengannya. Ia menoleh kesamping, ternyata itu sahabatnya dari Kerajaan itadori.
Ratu itadori sedikit membungkukkan kepalanya melemparkan senyuman guna memberi salam. Dan ratu fushiguro juga ikut membalas.
Mereka berjalan menuju tempat pertemuan. Setiap raja dan ratu harus terlihat tegas dan berwibawa agar Kerajaan mereka tidak menjadi bahan omongan yang buruk untuk Kerajaan lain.
Disinilah ratu fushiguro sekarang, di sebuah ruangan yang nyaman untuk beristirahat. Untuk ratu yang sedang hamil mereka tidak di wajibkan untuk duduk disamping raja selama pertemuan, namun mereka di wajibkan untuk membawa pengganti yang mereka percaya.
Di tengah tengah lamunannya suara pintu lagi lagi membuatnya mengalihkan perhatian. Seseorang masuk, oh itu adalah sahabatnya. Ratu itadori berjalan dalam diam mendekatinya. Sedikit gugup membuatnya menundukkan kepala.
Ratu itadori duduk tepat di sebelah ratu fushiguro.
"Bagaimana kabar anda yang mulia fushiguro? " Ucap sang ratu itadori.
"Aku baik yang mulia itadori" Senyuman lembut terpampang sambil mengelus perutnya.
Keheningan kembali memenuhi ruangan. Sedikit canggung bagi ratu fushiguro. Ia sudah lama tidak bertemu dengan sahabatnya dan juga pikirannya sedang kacau jadi ia tidak tau ingin mengatakan apa kepada ratu itadori.
"Berapa usia kandungan mu yang mulia? " Tanya ratu itadori memecah keheningan.
"Sudah tujuh bulan. Bagaimana dengan mu yang mulia itadori? " Ratu fushiguro memberanikan diri agar suasana tidak kembali canggung.
Sang ratu itadori ikut mengelus perutnya yang tak sebesar perut Sang sahabat.
"Usia kandungan ku baru lima bulan"
"......."
"Saat aku memasuki ruangan ini, aku melihatmu seperti memikirkan sesuatu. Wajah mu juga terihat sedih, apa yang terjadi? "
Sang ratu fushiguro sedikit tersentak. Ternyata ia sudah di perhatikan sejak tadi oleh sahabatnya. Ia ragu untuk menceritakan nya, ia takut jika sahabatnya menganggap apa yang ia ucapkan hanya sebuah lelucon. Dan itu terlihat jelas dari raut wajah Sang ratu fushiguro, membuat ratu itadori kembali bersuara.
"Kita sudah berteman sejak lama,apapun yang kau katakan aku tidak pernah menganggap itu sebuah lelucon. Jadi ceritakan saja hm? "
Ratu fushiguro mulai memberanikan diri. Ya, ia dan sahabatnya tak pernah saling menertawakan satu sama lain.
"Ini adalah cerita yang di turunkan oleh pendahulu keluarga kerajaan fushiguro. Anda boleh untuk tidak mempercayainya....."
Sang ratu itadori mengangguk kecil.
"Cerita dimana dalam seribu tahun sekali keluarga fushiguro akan di karunia sorang anak laki-laki yang berbeda. Dalam ceritanya anak laki laki itu juga memiliki pasangan yang berasal dari Kerajaan anda yang mulia itadori"
Sang ratu itadori memandang dengan penasaran. Memberikan isyarat siapa pasangan yang di maksud.
"Diceritakan jika pasangannya adalah salah satu dari keluarga itadori"
"Mungkinkah...." Sang ratu itadori memandang perutnya dan tanpa sadar mengelusnya.
"Aku juga belum tau pastinya. Akhir akhir ini aku selalu memikirkannya dan juga melihat anda yang tengah hamil yang mulia...dan itu....membuatku sedikit merasa sedih" Ratu fushiguro mulai menunduk sedih.
"Bukankah itu bagus" Ratu itadori berbicara dengan nada bahagia. Sontak membuat sang ratu fushiguro menegakkan kembali kepalanya.
"Bayi kita sudah di takdir kan!, aku tidak sabar menantikan itu. Jika bayiku menjadi pasangan bayi mu, itu berarti sudah dapat di pastikan jika aku tengah mengandung bayi perempuan! "
Sang ratu fushiguro ikut bahagia melihat reaksi yang di berikan sahabatnya. Bukan jawaban yang membuatnya tambah bersedih. Tapi sebuah reaksi yang membuat mereka berdua tertawa sambil terus menceritakan kisah itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Beloved
Fiksi PenggemarPangeran dari Kerajaan itadori datang bersama ibunya sang ratu. Demi permintaan sang ibunda dan juga demi menggantikan sang ayah. Ia keluar untuk menyambut tamunya. Tangannya terulur untuk membantu sang tamu turun dari kerta kuda. Dan entah apa yan...
