"Nanti kalau disana kalian jangan berisik ya?"
"Loh, seharusnya itu kata-kata buat kakak." ujar Lee Gilyoung tidak terima dinasehati oleh Jihye.
"Mana ada? aku kan tidak pernah berisik." balas Lee Jihye melawan, tidak mengakui dirinya yang selalu berisik ceplas-ceplos dan malah menegur anak-anak.
Terjadi pertengkaran kecil diantara keduanya, sementara orang yang benar-benar diam-Shin Yooseung hanya memandang heran kepada dua orang ini.
"Sudah sudah, kami tinggal kalian jika tidak bisa akur." Yoo Sangah datang melerai, ancamannya berhasil membuat kedua bocah ini seketika ciut.
Tentu saja, karena siapa yang tidak ingin datang menjenguk bayi dari orang yang paling hebat di pertemanan mereka.
"Hahaha kami cuma main-main kok. Aku sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan anak master dan kak Seolhwa." jelas Jihye sembari menepuk-nepuk kepala Gilyoung sebagai tanda berbaikan, yang diusap pun dapat terlihat sedang menahan kesal.
Sangah yang melihat itu hanya tersenyum simpul sambil menghela napas, kemudian ia beralih melihat ke arah Jung Heewon yang tengah mempersiapkan sesuatu.
"Heewon. Apa oleh-olehnya sudah selesai semua?" tanya Sangah memastikan.
"Buah-buahan, sedikit camilan, hadiah untuk kak Seolhwa, dan perlengkapan bayi. Sepertinya sudah semua!" jawab Heewon setelah memeriksa satu persatu barang yang akan dibawa.
"Bagus. Sebaiknya jangan bawa terlalu banyak, kita tidak boleh menyusahkan orang tua baru itu dengan banyak hadiah." balas Sangah tersenyum senang, kalimatnya terdengar seperti orang yang sudah sangat ahli dalam hal ini.
"Apa aku boleh membawa ini?!"
Seru Han Sooyoung yang tiba-tiba datang entah darimana, dengan santai memutar-mutar pistol mainan-yang nampak seperti asli di tangannya.
"Yang ada kau bisa diamankan duluan sebelum bisa masuk ke rumah sakit."
Suara yang familiar oleh semua orang muncul dibelakang Sooyoung, dengan cepat mengambil barang ilegal dari tangan perempuan itu. "Lagipula anak Joonghyuk kan perempuan, kenapa memberikan benda ini?"
"Aku cuma bercanda kali! aku juga tahu itu!" Sooyoung yang kesal berusaha merebut kembali pistol mainannya, tapi yang ada ia malah terus dipermainkan oleh Dokja yang mengangkat benda itu tinggi-tinggi.
"Biar ku bantu."
Seorang pria dengan otot besar tiba-tiba muncul disebelah Heewon, mengambil beberapa barang yang sebelumnya akan dibawa oleh Heewon itu.
"Wah. Terimakasih Hyunsung!" balas Heewon yang seketika membuat pria itu nampak malu-malu, kemudian ia melihat ke arah Sooyoung dan Dokja yang masih sibuk berkelahi.
"Ehh teman-teman. Sudah cukup bercandanya, om Pildu sudah daritadi menunggu kita didepan tuh."
Lee Hyunsung dengan tegas berbicara. Satu tangannya menunjuk ke pintu depan sementara tangan lainnya ia pakai untuk membantu membawa hadiah yang akan dibawa sebagai oleh-oleh atas kelahiran putri Joonghyuk dan Seolhwa. Benar-benar orang yang bisa diandalkan.
Setelahnya suara klakson mobil berbunyi keras dari luar, berhasil membuat seisi penghuni rumah terkaget karenanya. Dapat disimpulkan bagaimana om Gong Pildu sudah naik darah diluar sementara mereka masih bermain-main disini.
Dengan panik mereka terburu-buru mempersiapkan diri dan langsung menuju keluar rumah, sebelum amarah yang lebih besar datang dari om Pildu yang galak ini.
***
Bilangnya sih tidak berisik, tapi Jihye langsung melesat masuk begitu pintu kamar dirumah sakit itu terbuka dan terdapat orang dicari-cari mereka ada disana.
YOU ARE READING
Akhir Bahagia
FanfictionHari-hari bahagia yang dinantikan telah tiba, Kimcom datang untuk menjenguk bayi Joonghyuk dan Seolhwa. Jihye tidak bisa berhenti berisik, dan semuanya canggung, tidak ada yang berpengalaman bertemu bayi.😮💨 Alternate Universe (AU) Seolhyuk. One s...
