'Ini gila, bagaimana pun mereka pusing dengan prilaku ku. Sampai-sampai menendangku ke Rusia' gerutu dirinya dalam hati
Melihat murid ini bergumam sendirian di belakang nya membuat dirinya heran.
"Apa ada yang salah?"
"Oh? Tidak" Ucap nya sambil tersenyum canggung.
Untung nya dia dan keluarga nya sering berpergian keluar negri termasuk Rusia karna pekerjaan ayahnya. Ini membuat dirinya terbiasa dengan bahasa asing.
Guru itu pun menaruh buku-buku yang ia bawa di meja nya dan langsung memperkenal kan murid baru disamping nya pada anak-anak kelas.
"Anak-anak perkenal kan, dia adalah murid pindahan dari Korea. Tenang saja, dia pandai berbicara bahasa kita. Jadi, aku harap kalian semua berteman baik...
Saat sedang mendengar kan ucapan gurunya, Taekjoo melihat keadaan kelas ini. Mereka semua terlihat memasang berbagai macam ekspresi. Namun seseorang dibelakang sana terlihat tidak perduli dan memalingkan wajah nya ke arah jendela sambil menggunakan Airpods di telinga nya.
..... Jadi, siapa nama mu nak"
Seolah terkena sihir saat melihat anak itu, Taekjoo terlihat melamun dan segera saja di tegur oleh guru.
"Ah maaf, nama ku Kwon Taekjoo. Senang bertemu dengan kalian" Ucap nya sambil tersenyum lebar.
Dan kursi kosong itu berada di paling pojok berlawanan arah dengan murid tersebut. Taekjoo betul-betul heran dengan lelaki itu. Seolah dia berada didunia nya sendiri.
•••••••••
Selama pelajaran berlangsung pun bagaimana bisa pria itu tak menoleh sedikit pun padanya. Itu sedikit membuat hati nya tersakiti.
"naega geuleohge nappeungeoya?"
Apakah aku seburuk itu?
"Halo?" Ucap seseorang disamping meja nya.
Ia pun menoleh.
"Ya, ada apa"
"Wow, aksen mu pun cukup bagus?"
"Benarkah?, haha. Aku memang sering berkunjung kesini"
Mendengar suara ribut dari bangku belakang, orang yang duduk di depan Taekjoo pun juga ikut berbincang.
"Oh! Itu keren! Aku juga dari korea, Lalu, kau tinggal disini bersama keluarga mu?"
"Tidak, aku hanya sendiri"
"Ah begitu, Perkenalkan aku Yoon Jongwoo"
"Baiklah Jongwoo"
"Aku Salman Bikayev"
"Senang berkenalan dengan kalian berdua (^^)"
Semakin berisik mereka semakin ramai pula orang yang berkumpul di meja Taekjoo. Taekjoo sendiri masih penasaran, orang itu masih saja berdiam ditempat duduk nya dan fokus pada buku nya.
Padahal mereka sama-sama dikerubungi tetapi beda nya, meja anak itu di penuhi oleh wanita sedangkan Taekjoo tentu saja pria semua.
"Hei kau mau kemana Yevgeny"
"Disini berisik"
Anak itu meninggalkan para gadis yang mengerumuni nya dengan santai tanpa beban. Seperti nya hal ini sering terjadi.
'Memang nya dia pangeran. Yevgeny..... ternyata itu nama nya'
"Baiklah kawan-kawan, aku mau pergi ke ruang guru dahulu"
"Mau aku temani?" Tawar salah satu dari mereka.
"Tidak, terimakasih"
•
•
•
•
•
•
•
•
"Sial, mau tidak mau aku harus berada disini seharian"
Seharusnya saat ini ia sudah berjalan menuju rumah nya. Namun mengingat perkataan guru nya.......
Taekjoo mengetuk pintu dan masuk ke ruang guru. Ia menuju meja wali kelas nya yang menyuruh nya datang tadi.
"Duduklah Taekjoo"
"Ada apa pak?"
"Ini, pelajari lah semua materi ini. Karna minggu depan kita akan mulai ulangan. Bapak tidak ingin kamu ketinggalan materi"
Mendengar hal itu sungguh membuat nya sangat terkejut. Belum ada 1 hari disekolah ini, dia sudah ditampar dengan ulangan saja. Yah, memang salah nya sih karna masuk di waktu yang tidak tepat.
"Yah mau gimana lagi! Sekarang aku harus belajar ini semua disini"
Otak Taekjoo pun bukan yang muluk-muluk amat. Ia bahkan tergolong anak yang pintar, karna disekolah nya selalu menjadi juara.
Memang kelakuan nya agak kurang sopan. Tapi, tidak bisa dipungkiri bahwa nilai-nilai pelajaran nya selalu bagus.
"Ah, soal ini agak susah?. Sepertinya aku harus mencari buku"
Ia pun mulai menelusuri rak-rak buku perpustakaan disekolah ini. Untung nya sekolah ini memiliki perpustakaan yang besar dan bisa bebas diakses oleh murid-murid yang bersekolah disini.
Saat sudah menemukan buku yang dicari, ia berbalik badan tanpa tau ada seseorang yang sedang berjalan dibelakang nya.
Bruk!
"Oh, sial" Ucap nya spontan
Ia sungguh bingung, padahal hanya tersenggol pelan. Kenapa dirinya bisa terjatuh.
"Kenapa kau tiba-tiba saja berjalan" Ia melontarkan cibiran tetapi tetap mengulurkan tangan nya.
Saat sedang mengambil buku yang jatuh, ia melihat tangan yang putih pucat menjulur kearah nya dan saat ia mengangkat kepala nya, disana terlihat pria dengan mata hijau zamrud melirik kearah nya.
Terlihat wajah anak itu seperti orang yang terkejut dan terlihat seperti sedang bengong. Tangan yang dijulurkan nya perlahan bergerak kearah wajah Taekjoo dan terasa sedikit mengelus pipi nya.
Karna tak ingin jadi canggung, Taekjoo meraih tangan anak itu dan segera bangkit.
"Terimakasih"
Anak itu tak membalas ucapan nya. Ia masih terlihat memandang ke arah nya, membuat Taekjoo sedikit kikuk.
"Halo?? Ada apa??"
Masih tak digubris oleh anak ini
Taekjoo pun memegang pundak nya
"Hei siapa nama mu?"
Setelah itu ia terlihat tersadar dari lamunan nya
"Oh, Zhenya" Ucap nya sambil menepis tangan Taekjoo.
'Zhenya?'
"Kau bela-
Zhenya tiba-tiba saja langsung berjalan melewati Taekjoo tanpa memberi kesempatan untuk Taekjoo berbicara lagi.
" Apa-apaan itu sialan"
To Be Continue
YOU ARE READING
Me and You?
FanfictionKwon Taekjoo yang selama ini selalu pindah dari satu sekolah ke sekolah lain karna sikap nya yang selalu berani pada siapa pun. "memang nya salah, kalau aku mau membela diriku?" Karna sikap nya yang begitu santai, banyak orang tak suka dengan keber...
