Shaoyou yang baru datang lalu duduk di Samping Hua Yong.
"Jadi siapa yang menyuruh mereka untuk menculik Tutu?." tanya Shaoyou.
"Mereka masih belom mau mengaku!." jawab Hua Yong.
"Apa perlu kita pakai cara lain untuk membuat mereka bicara?."
"Ide bagus!" jawab Hua Yong sambil memegang pisau kecil dengan senyum dingin Hua Yong mendekati salah satu preman itu, lalu merobek ujung bibir preman itu dengan pisau miliknya.
"Aakkhhj,,,aaaakhh kurang ajar berani kau melakukan ini padaku." Preman itu meludahi wajah Hua Yong.
"Berani kau meludahi wajahku, wajah yang paling di sukai oleh matahari ku." Hua Yong kembali menyayat-nyayat wajah preman itu, ia juga merobek bibir tersebut hingga sampai ke telinganya dan banyak sekali darah yang mengalir.
Dengan keadaan mulut yang robek Preman itu tidak mampu lagi berbicara ia hanya mampu menatap Hua Yong dengan tatapan membunuh.
"Jangan menatap ku dengan tatapan menjijikkan itu." Hua Yong menendang wajah pria itu, ia cuma bisa merasakan sakit luar biasa tanpa bisa protes.
"Ahh iya Hua Yong jangan apa-apaan tubuhnya ya, tubuhnya masih berguna untukku jadikan bahan tes uji coba obat yang baru saja ku kembangkan.
"Cih kau ini ada saja idemu, baiklah kurung dia di laboratorium kita!."
"Sekarang giliran ku." Shaoyou berjalan ke arah preman yang lain dia ingat preman itu yang meraba-raba tubuh Gao Tu, mengingat nya saja membuat darah nya mendidih.
"STAB!!!"
"Aaakkkhj!!." Preman itu berteriak saat Shaoyou menancapkan pisau ke paha nya.
"Katakan padaku tangan yang mana yang kau gunakan untuk menyentuh matahari ku?." Tanya Shaoyou dengan nada dingin.
"Dasar kau iblis!!." Preman itu meneteskan air matanya, namun ekspresi masih di selimuti kemarahan.
"Wah suara yang indah." ujar Hua Yong.
"Tidak mau bicara ya!."
Shaoyou membuka sebuah kotak, isi kotak tersebut adalah ratusan jarum tipis dengan ujung yang begitu tajam, melihatnya, preman itu langsung memberontak sayangnya tubuh nya terikat.
"Apa yang akan kau lakukan?." tanya preman itu dengan takut.
"Tentu saja membalas pembuatan mu."
Shaoyou langsung menancapkan nya dengan pelan-pelan di tangan preman itu, membuat preman ity berteriak kuat karena rasa sakit yang begitu nyata, jarum itu khusus di rancang untuk penyiksaan.
"Ini karena kau sudah berani menyentuh matahari ku." Shaoyou menancapkan 4 jarum ke lengan kiri preman itu.
"Uuaarghhhh,,, hentikan,,,aaghhh!!."
"Ini karena kau sudah berani meraba-raba dan membuka seragam matahari ku." Shaoyou menancapkan 10 jarum di kedua tangan preman itu, saking tajamnya jarum tersebut sampai berhasil menembus tulang dengan mudah.
"UUAGGHHHH!!!!GAAAGHH!!!."
"Ini karena kau membuat nya ketakutan!" Shaoyou kembali menancapkan jarumnya ke perut preman itu.
"CUKUP!!, HENTIKAN,, KU MOHON!!."
"Tidak semudah itu." Shaoyou memgambil pencapit.
"Tangan ini yang menampar wajah Matahari ku sampai memerah." Shaoyou mencabuti setiap kuku dari preman itu.
"KAAAAKKHHHH!!!!AAAGGHHH!!"
"Sudah selesai gimana dengan mahakarya ku Yong-ge, bagus tidak!!"
"Kelakuan mu tidak sesuai dengan wajah mu." ujar Hua Yong karena Shaoyou bertanya dengan wajah imut.
"Kau kejam sekali!."
"Siapa suruh mereka membuat Tutu kita menangis."
"Lalu yang kedua kita apakan?."
"Aku punya ide." Shaoyou mengeluarkan sebuah botol kecil berwarna merah muda.
"Apa itu?." Tanya Hua Yong penasaran.
"Ini ramuan yang baru saja aku kembangkan."
"Ramuan apa?, kau selalu saja membuat benda benda aneh!."
"Jangan salah ini sangat bermanfaat tahu, ayo bantu aku bawa mereka berdua ke ruangan tertutup." Mereka berdua memindahkan dua preman yang masih tersisa ke dalam ruangan tertutup, Shaoyou langsung meminum kan cairan itu ke salah satu preman.
"Ayo kita pergi Yong-ge!."
"Memangnya itu ramuan apa?." Tanya Hua Yong saat mereka sudah berada di luar ruangan.
"Itu ramuan cinta, siapapun yang meminumnya mereka akan di penuhi dengan birahi luar biasa dan siapapun orang yang di lihat pertama kali oleh orang yang meminumnya dia kan menyetubuhi nya." ucap Shaoyou sambil cekikikan.
"Mereka akan bercinta sampai kelelahan." imbuh Shaoyou.
"Beberapa lama efek obat itu?."
"24 jam, mungkin, karena itu obat baru aku belom mengetahui secara pasti, mereka adalah percobaan pertama ku." Mereka berdua duduk sambil menonton dua preman di dalam ruangan, menonton bagaimana preman yang meminum obat Shaoyou memaksa temannya untuk berhubungan badan dan itu menjadi kenikmatan tersendiri bagi mereka, melihat penderitaan mereka Shaoyou dan Hua Yong tertawa.
"Siapa yang bertahan sampai akhir mereka yang akan kita lepaskan!."
"Kenapa di lepaskan?." tanya Shaoyou.
"Untuk memberitahu seseorang yang telah membuat Tutu kita ketakutan, untuk memberitahu padanya jangan pernah meremehkan kita."
"Kau benar juga, tapi aku tidak yakin mereka mampu bertahan."
"Kita tunggu saja!!."
