Minggu pagi di bulan Agustus selalu punya cara tersendiri untuk membangunkan saya dari tidur. Bukan karena alarm ponsel, tapi karena simfoni bising yang mulai merayap masuk dari jendela kamar. Suara knalpot yang dipanaskan, suara ketukan palu yang berasal dari tetangga sebelah sedang merenovasi rumah, teriakan mamang sayur yang sedang menjejalkan dagangannya, serta suara dangdut yang disetel keras-keras di ujung gang sana. Riuh sekali, sungguh ini bukan awalan hari minggu yang ramah untuk saya.
Saya mendengus kesal, menyibak selimut dengan gerakan kasar. Sifat tidak sabaran saya langsung keluar pagi-pagi begin. Kalau sudah begini, bawaan nya pengen marah-marah saja. Memang dasarnya saya ini agak galak jadi menghadapi gang yang berisik begini selalu sukses bikin alis saya bertaut rapat sejak pertama kali membuka mata hari ini.
"Nih, si Lele Kembung baru bangun! Kenapa mukanya teh dilipat gitu kayak kain jemuran?" celetuk sebuah suara dari arah dapur.
Itu mamang saya. Panggilan absurd "Lele Kembung" itu sudah melekat dari zaman saya kecil, gara-gara kebiasaan saya yang suka cemberut sambil menggembungkan pipi kalau lagi kesal. Pagi ini, julukan dari Mamang rasanya makin valid karena ekspresi muka saya yang ditekuk sempurna. Saya cuma membalasnya pakai tatapan tajam tanpa minat buat menyahut, lalu melengos pergi.
Aroma kuah kaldu yang gurih mendadak tercium sampai ke kamar, memecah fokus saya yang lagi asyik tenggelam di depan laptop. Bau bawang goreng dan tetelan yang menyeruak itu langsung bikin perut saya berisik. Saya langsung setengah berlari menuju dapur. Di sana, semangkuk bakso yang masih mengepul sudah tersaji di atas meja. Begitu sendokan pertama kuah panas dan bakso uratnya masuk ke mulut, rasanya semua kekesalan saya sejak bangun pagi tadi langsung menguap begitu saja. Ajaib. Mood saya yang tadinya selevel macan kelaparan langsung jinak total.
"Nih, Mamang ambilin kerupuknya. Biar gak kembung lagi tuh pipi," kata Mamang sambil menyodorkan sekaleng kerupuk.
Efek kenyang dan bahagia karena bakso, sifat galak saya mendadak pensiun dini. Saya senyum lebar-sesuatu yang langka terjadi di Minggu pagi-dan langsung bersikap manis ke orang rumah. "Makasih!" sahut saya riang, yang langsung dibalas tatapan heran sekaligus ngeri dari Mamang, seolah-olah saya baru saja kesurupan.
~●~
Sorenya, saya memutuskan buat main ke rumah salah seorang teman. Nah, pas lagi santai di sana, tiba-tiba datanglah sekumpulan adik-adik cowok. Usia mereka tergolong setahun lebih muda dari saya, tapi mereka tipikal yang ganteng nan manis nya tumpah-tumpah. Usut punya usut, mereka ini ternyata lingkaran pertemanannya mantan saya.
Lucunya, sebelum ada cewek-cewek lain yang datang dan mulai genit ke mereka, berondong-berondong ini tuh sebenarnya sudah nyekob-alias merhatiin dan nyari tahu tentang saya duluan. Begitu cewek-cewek lain mulai caper, fokus mereka sama sekali gak buyar. Pandangan mereka tetap terkunci rapat ke saya, mengabaikan godaan di sekitar.
Melihat gelagat mereka yang intens begitu, sifat penasaran saya langsung muncul. Iseng, saya mendekat dan bertanya setengah meledek, "Kalian... emangnya suka ya yang tipe teteh-teteh gitu?"
Bukannya menjawab, mereka malah kompak tersenyum salah tingkah, diam, lalu membuang muka berbarengan-menahan senyum manis yang bikin jantung saya mendadak disko. Belum sempat saya menata hati, salah satu dari mereka tiba-tiba berdeham dan bertanya dengan suara sopan, "Teteh, mau dianter pulang apa nggak?"
Runtuh sudah pertahanan saya.
Sifat galak saya hilang entah ke mana, digantikan rasa hangat yang langsung menjalar sampai ke ubun-ubun. Saya salting setengah mati, bingung harus merespons apa selain senyum-senyum tertahan yang kaku.
Efek kejadian di rumah teman saya sore itu ternyata gak main-main. Sampai berhari-hari kemudian, senyum-senyum sendiri itu gak hilang dari muka saya.
Teman saya yang dari awal memperhatikan tingkah aneh saya akhirnya cuma bisa geleng-geleng kepala sambil mengejek habis-habisan.
"Asli ya, si Lele Kembung kalau salting selalu awet, cuk! Ini udah tiga hari gak luntur-luntur itu senyum!"
VOCÊ ESTÁ LENDO
Identitas Si Pemilik 13 Agustus
RomanceKenalkan, saya Lia. Pemilik sah julukan "Lele Kembung" gara-gara kebiasaan saya yang suka cemberut dan menggembungkan pipi kalau lagi kesal. Sifat saya? Galak, tidak sabaran, dan gampang emosi, apalagi kalau hari libur saya diganggu oleh suara bisin...
