Suara gemericik air dari arah dapur beradu dengan sunyinya *dorm* jam lima subuh. Yoonchae mengerjapkan matanya yang masih lengket, berjalan gontai sambil menyeret langkah kakinya. Di kepalanya, sisa-sisa koreografi latihan kemarin masih berputar, membuat badannya pegal semua.
Begitu sampai di ambang pintu dapur, dia melihat siluet seseorang yang sedang membelakanginya, sibuk di depan wastafel. Rambut panjangnya dicepol asal-asalan. Yoonchae menyandarkan kepalanya di kusen pintu, berujar dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Manon-eonni pinjam jedai rambut yang warna hitam dong. Punya aku hilang lagi, kayaknya keselip di bawah kasur."
Sosok itu berhenti bergerak. Detik berikutnya, dia berbalik. Bukan Manon. Itu Sophia.
Sophia menatap Yoonchae dengan dahi berkerut, tangannya yang masih basah memegang cangkir kopi.
"Yoonchae? Kamu ngomong sama siapa?"
Yoonchae mengucek matanya, agak linglung.
"Hah? Sama eonni-lah. Itu... Manon-eonni mana? Biasanya jam segini udah bikin teh di sini."
Sophia terdiam sebentar, lalu senyum kecil terukir di wajahnya, mengira maknae-nya itu cuma masih setengah mengantuk.
"Kamu pasti masih mimpi ya? Siapa yang kamu panggil tadi? Ma... non? Siapa itu?"
Jantung Yoonchae mendadak melewatkan satu detakan.
"Kok siapa? Ya Manon-eonni, Loh. Kakak tertua kita selain Shopia-eonni, yang sekamar sama Daniela-eonni."
Senyum di wajah Sophia perlahan pudar, digantikan ekspresi bingung yang campur cemas. Dia menaruh cangkirnya ke meja, lalu mendekati Yoonchae dan menyentuh dahi adiknya itu.
"Yoonchae, kamu gak demam kan? Di dorm ini yang paling tua itu aku. Dan Dani itu kamar sendirian dari awal kita pindah ke sini. Jangan bikin takut deh, ini masih subuh."
Yoonchae tidak memedulikan lagi teguran Sophia. Rasa dingin mendadak menjalar ke seluruh tubuhnya. Tanpa babibu, dia langsung berlari ke ujung lorong dan membuka pintu kamar Lara dengan sekali sentak.
Brak!
Kamar itu rapi, dingin, dan... cuma ada satu kasur ukuran queen size di tengahnya. Tidak ada ranjang susun, tidak ada koper silver besar milik Manon, dan tidak ada aroma parfum vanila manis yang biasanya memenuhi ruangan itu. Hanya ada Daniela yang terbangun kaget dari balik selimut sambil memeluk bantalnya.
"Ada apa sih? Berisik banget, masih pagi juga."
gumam Daniela kesal, matanya masih setengah merem.
"Daniela-eonni!"
Yoonchae langsung menghambur, mencengkeram kedua bahu Daniela dengan panik.
"Kasih tahu Sophia-eonni kalau aku gak gila. Manon-eonni mana? Dia lagi keluar ya? Atau balik ke Swiss?"
Daniela mengerutkan keningnya dalam-dalam, menepis pelan tangan Yoonchae karena merasa tidak nyaman.
"Yoonchae, kamu kesurupan atau masih setengah tidur? Manon itu siapa? Dari awal KATSEYE terbentuk, member kita cuma lima orang. Jangan ngaco deh, mending kamu cuci muka terus mandi biar segar."
Yoonchae mundur satu langkah. Dia menatap Sophia yang menyusulnya ke ambang pintu, lalu beralih ke Daniela. Tatapan kedua kakaknya itu bener-bener bersih dari kebohongan—they are genuinely confused. Mereka tulus menganggap dirinya sedang mengigau atau sudah gila.
Dengan tangan yang mulai gemetar hebat, Yoonchae merogoh saku celana training-nya, mengambil ponselnya dengan panik.
"Nggak... nggak mungkin. Aku punya fotonya. Kita foto bareng pas eliminasi final."
Yoonchae membuka galeri foto, men-scroll layarnya dengan cepat sampai ke folder setahun lalu. Begitu dia menemukan foto yang dimaksud, napasnya seolah berhenti di tenggorokan. Di layar ponselnya, foto group hug malam final itu terpampang jelas. Tapi di sana hanya ada lima orang: Sophia, Daniela, Lara, Megan, dan dirinya yang berada di paling ujung.
Hanya saja, di foto itu, tangan kanan Yoonchae tampak terangkat ke atas, berpose merangkul sesuatu yang kosong. Ada space kosong yang cukup lebar di sampingnya, seolah-olah tempat itu sengaja dikosongkan untuk seseorang yang baru saja dihapus dari sejarah dunia.
Belum puas dengan kegilaan itu, jari Yoonchae yang gemetar beralih membuka aplikasi chat. Dia mencari grup mereka. Nama grupnya masih sama, dihiasi emotikon manis: KATSEYE💖. Tapi begitu dia menekan info grup untuk melihat daftar anggota, matanya mendadak memanas.
Sophia, Daniela, Lara, Megan, Yoonchae.
Hanya lima nomor. Yoonchae mencoba mengetik nama 'Manon' di kolom pencarian kontak, tapi hasilnya nihil. Nomor itu tidak terdaftar. Seolah-olah sosok yang selama ini berbagi tawa, menangis bareng saat evaluasi, dan memeluknya setiap kali dia rindu rumah di Korea, hanyalah hantu yang dia ciptakan sendiri di dalam kepalanya.
"Yoonchae, kamu beneran oke? Kita panggil manajer aja ya? Muka kamu pucat banget,"
suara Sophia terdengar sangat jauh, teredam oleh rasa dengung yang tiba-tiba memenuhi telinga Yoonchae.
Yoonchae tidak menjawab. Dia menatap pantulan dirinya di layar ponsel yang hitam. Dunia telah melupakan kakaknya. Semesta baru saja melakukan glitch besar-besaran, dan entah bagaimana caranya, hanya dia si maknae yang selalu dianggap belum tahu apa-apa yang disisakan untuk mengingat.
ESTÁS LEYENDO
Who Is She?
FanfictionBagi Sophia, Lara, Daniela, dan Megan, KATSEYE adalah grup beranggotakan lima orang. Sejak awal Dream Academy, formasi mereka tidak pernah berubah. Tapi bagi Yoonchae, ada yang salah dengan dunia ini. Dia ingat betul mereka debut berenam. Dia ing...
