Song recommendation while read this story...
XDINARY HEROES - PARANOID
★★★★★★
"Aku mau putus."
Seorang gadis di depannya terkejut bukan main. Kalimat yang dilontarkan oleh kekasihnya itu menghentikan kegiatan memakan hidangan manisnya.
"Maksudmu? Apa kita punya masalah?"
"Tidak. Aku, diriku yang bermasalah."
Si gadis menatap tak percaya kekasihnya itu, setidaknya sebelum titel itu berubah menjadi sang mantan kekasih.
"Aku... Merasa kita tak perlu melanjutkan hubungan ini. Aku bukannya jenuh atau semacamnya. Dengan fakta kita telah bersama selama dua tahun, itu adalah hari-hari yang menyenangkan. Tapi akhir-akhir ini aku mulai mempertanyakan semuanya."
"Jika kau mempunyai banyak pertanyaan, kita bisa membicarakannya baik-baik, An Sion! Kau tak bisa seenaknya begini...!"
Air mata sudah memenuhi pelupuk mata si gadis.
"Tidak. Aku ingat mengapa kita memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih. Aku menyukai dirimu yang populer, kau pun begitu padaku. Dan aku rasa kita berlebihan untuk itu. Aku sudah memikirkannya baik-baik. Aku tak bisa berpura-pura untuk tetap menyukaimu saat aku tidak."
Sion meninggalkan si gadis yang kini sudah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, menuju kasir dan membayar pesanan mereka yang sebelumnya.
Langkahnya kemudian meninggalkan kafe itu dengan mantap dan menunggu bis di halte untuk datang. Biarlah ia di cap sebagai lelaki kurang ajar untuk memutuskan seorang gadis secara sepihak. Tapi dirinya benar-benar tak tahan, entahlah.
Semuanya terasa seperti kepura-puraan, dulu ia memang berpikir akan menyenangkan memiliki seorang pasangan yang sama populernya di sekolah mereka, dan mendapat gelar "pasangan ideal" itu. Dan sekarang dirinya sudah menyadarinya, itu membuatnya tak bisa tulus dengan si gadis.
Itu adalah keputusan yang tepat.
Ia sudah di kelas 3 sekolah menengah akhir sekarang, semuanya terdengar lebih serius daripada agenda berpacaran dengan siapapun.
Dirinya sampai di rumah dengan perasaan, yang anehnya teramat lega. Ia merasa beban berat itu sudah menghilang dari pundaknya.
Ryo, menonton televisi disana. Sion berlari menujunya dan menjatuhkan tubuhnya keras-keras, adiknya itu mengerang kesakitan.
"Kau ini kenapa sih?! MAMA!!"
"HAHAHA Mama akan diluar sampai besok, jadi...!"
Ryo menatap Sion jengkel, buruk sekali tabiat kakaknya yang tak pernah berubah itu. Kekanakan sekali dan Ryo tak suka!
"Ryo jujur saja padaku. Apa kau tengah menyukai seseorang?"
"Orang aneh! Apa-apaan tiba-tiba bertanya begitu."
"Jawab saja, aku penasaran."
Tangan sion meraih makanan ringan di tangan Ryo, merebutnya dan kemudian memakannya sendiri.
"Itukan urusan personal..."
"Ah, jadi memang ada ya. Adikku sudah besar, kakak jadi sedih."
Sion membuat-buat wajah sedih untuk adiknya itu.
"Kau kenapa sih? Terakhir kau begini saat kau putus dengan pacarmu di kelas 3 SMP. Apa yang ini putus juga?"
Sion mengangguk tak serius berkali-kali.
"Kau serius kak? Dua tahun, dan putus? Buang-buang waktu dan uang! Aku tau gadis itu selalu membicarakan standar lelaki yang royal untuknya. Untung uang jajanmu besar, untungnya lagi kau sudah putus dengannya!"
YOU ARE READING
SETENGAH TUMPAH
FanfictionSion baru saja memutuskan hubungan asmaranya dengan kekasihnya. WARN! A BIT OF QUEER
