PROLOG
Malam-malamnya dihabiskan dengan menatap layar ponsel yang tak lagi menampilkan pesan baru. Jemarinya masih hafal ke mana harus mengetik nama seseorang, meskipun hubungan mereka telah lama berakhir. Ada kebiasaan yang sulit hilang ketika hati belum benar-benar rela melepaskan.
Anna selalu berpikir bahwa mencintai seseorang berarti memberikan seluruh kepercayaan yang ia miliki. Namun kenyataannya, kepercayaan adalah hal yang paling sulit ia berikan.
Luka-luka dari masa lalu membuatnya meragukan setiap perhatian, mempertanyakan setiap janji, dan mencari makna tersembunyi di balik setiap kata. Semakin ia berusaha menjaga dirinya agar tidak terluka, semakin ia tenggelam dalam ketakutan yang ia ciptakan sendiri.
Dan di antara ketakutan itu, tumbuh sesuatu yang lebih berbahaya.
Obsesi.
Obsesi untuk selalu tahu.
Obsesi untuk selalu mengerti.
Obsesi untuk memastikan bahwa orang yang ia cintai tidak akan meninggalkannya.
Namun tidak semua orang mampu bertahan di tengah badai yang terus-menerus dipenuhi keraguan.
Pada akhirnya, seseorang memilih pergi.
Meninggalkan Anna sendirian dengan ribuan pertanyaan yang tidak pernah mendapatkan jawaban.
Sejak saat itu, ia belajar satu hal yang menyakitkan: terkadang kehilangan bukan terjadi karena kurangnya cinta, melainkan karena cinta yang berubah menjadi ketakutan.
Di balik senyum yang masih ia tunjukkan kepada dunia, Anna perlahan menjadi asing bagi dirinya sendiri. Ia berusaha terlihat baik-baik saja, padahal setiap malam ia masih memungut serpihan hatinya yang hancur sedikit demi sedikit.
Dan tanpa ia sadari, kisah ini bukan hanya tentang cinta yang kandas.
Ini adalah kisah tentang seorang gadis yang berusaha menemukan kembali dirinya,dan menemukan orang lain yang lebih baik. setelah kehilangan seseorang yang pernah menjadi seluruh dunianya.
YOU ARE READING
Desiderium Memoria
RomanceDi saat banyak orang berharap tahun yang berat itu segera berakhir, Anna justru merasa dirinya terjebak dalam waktu yang tidak pernah bergerak maju. "Abadilah dalam semua karyaku,kuharap di kehidupan lain kita tak bertemu kembali..hanya di kehidupa...
