Malam itu di kantor kepolisian masih dipenuhi langkah kaki dan bunyi keyboard yang tidak berhenti sejak tadi sore.
Hujan turun deras di luar gedung.
Monitor besar di ruang investigasi menampilkan wajah yang sama berulang kali.
Buronan nomor satu, Geehun.
Namun foto itu tidak jelas. Si buronan memakai masker dan hoodie hitam. Hanya matanya dan warna rambutnya saja yang terlihat.
"Dia kabur lagi?"
Seseorang menghempaskan map ke atas meja dengan kesal.
"Tim distrik Timur gagal nangkep dia. Mobil target ditemukan kosong di dekat pelabuhan."
Suasana ruangan seketika ricuh. Ada yang menebak-nebak rute pelarian si buronan, ada yang cuma menghela napas frustasi, dan kebanyakan orang mengumpat.
Sudah hampir enam bulan mereka mengejar orang yang sama.
Tapi hasilnya selalu berakhir nol.
Di tengah keributan itu, Junkyu berdiri diam sambil memperhatikan foto Geehun di layar.
Tatapannya tajam. Terlalu tajam dan begitu fokus untuk seseorang yang bahkan belum bertemu targetnya secara langsung.
"Dia licin banget ya,"
Parter kerjanya-Jaehyuk, mendekat sambil menyerahkan kopi kaleng. Junkyu menerimanya pelan.
"Katanya dulu dia bagian dari organisasi itu,"
"Kalau bener, pantas aja susah di tangkap." lanjutnya.
Junkyu gak langsung menjawab ucapan Jaehyuk. Matanya masih tertuju pada foto pria di layar.
Wajah yang terlalu tenang untuk ukuran seorang buronan. Aneh sekali.
Entah kenapa dia merasa di foto itu gak terlihat seperti pembunuh.
"Kim Junkyu."
Suara atasan membuat seluruh ruangan mendadak diam.
"Mulai hari ini, kamu ikut turun langsung dalam pencarian Geehun."
Beberapa polisi langsung menoleh ke arah Junkyu.
Junkyu termasuk salah satu anggota terbaik di tim investigasi. Kalau dia turun tangan, kemungkinan penangkapan bakal jauh lebih besar.
Junkyu mengangguk singkat. "Baik, Pak."
"Atasan yakin kamu bisa nangkap dia."
Hening beberapa detik.
Lalu Junkyu menatap sekali lagi foto Geehun di layar sebelum berkata pelan.
"Saya pasti akan menangkap dia."
Dan di saat yang sama..
Di sudut kota yang berbeda, seseorang duduk sendirian di halte bus dengan luka di pelipis dan hoodie hitam basah kuyup terkena hujan.
Tatapannya kosong menatap lampu kota.
Sementara layar besar milik sebuah gedung kota di depannya menampilkan berita.
"Buronan utama kasus pembunuhan kembali berhasil melarikan diri.."
Seseorang itu, atau lebih tepatnya Jihoon, menurunkan tudung hoodie nya sedikit lalu tersenyum miring.
"Coba aja kalau bisa, Pak Polisi."
--tbc.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Kim Junkyu
▪︎ Policeman
▪︎ 26 yo
"Buronan brengsek."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Park Jihoon / Geehun
▪︎ Fugitive
▪︎ 26 yo
"Good luck, Mr. Policeman."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
ABSEN DULU BANGSA BESAR KYUHOON!
Mwhehe
Salam kenal friends, aku chiiwa anaknya Kyuhoon hihi. Ada yang mau jadi adek aku?
Segitu dulu ya, bye❤️🤍
YOU ARE READING
Mr. Policeman [Kyuhoon]
FanfictionKisah Junkyu si polisi profesional dan buronan kesayangannya.
![Mr. Policeman [Kyuhoon]](https://img.wattpad.com/cover/411868396-64-k151913.jpg)