Lian punya saudara kembar yang mirip sekali dengannya namanya Lauren, Lauren lahir lebih dulu sebelum Lian lahir, kembar identik ini sungguh mencolok dilingkungan sekitarnya bahkan dari kecil sampai besar muka mereka sama persis sampai orang-orang sekitar suka salah paham.
Yang membedakan mereka hanya gender, sampai dimana gender pun tidak menjadi penghalang untuk Lian yang terpaksa harus menggantikan Kakak kembarnya itu bersekolah.
Beberapa kali Lian menolak untuk tidak mau menyamar menjadi perempuan dan bersekolah di umum, dia terlalu takut dan malu untuk menghadapi semua itu di luar lingkungan rumahnya.
Tapi sedari dulu kakak kembarnya selalu di sayang oleh orangtuanya walau Lian pun mendapatkan kasih sayang tapi tidak selebih Lauren.
"Lauren gagal jantung harus di rawat di rumah sakit nanti kalau ga kamu gantiin dia, pendidikan kakak kamu terancam" ujar mama nya.
Hahaha
Miris orangtuanya lebih mentingin pendidikan Lauren dibandingkan dirinya yang masih trauma
"Kamu cuma trauma Lian bukan sakit keras, nanti hilang sendiri kalau terbiasa " ucap papanya
Mereka ga akan ngerti rasanya jadi Lian, memang sudah lama tapi traumanya masih nyata ia takut buat keluar dari lingkungan kompleknya, terlalu takut.
"Iya pa, ma Lian mau gantiin Lauren untuk sementara" dengan terpaksa Lian menuruti kemauan orangtuanya
"Terimakasih Lian sayang" mama nya memeluk tubuh Lian dan mengusap kepalanya, membuat mata Lian tidak tahan ingin mengeluarkan air mata.
Matanya menatap ke arah Lauren yang terbaring diranjang rumah sakit dengan infusan terlihat menyedihkan muka cantiknya yang ceria terlihat memucat, jujur Lian tidak tega melihat kakak kembarnya dan dia sayang Lauren.
Walau orangtuanya lebih sayang Lauren, tapi Lauren lebih sayang Lian kemana-mana mereka selalu bareng kecuali saat sekolah kakaknya yang cantik dan ceria itu Lian tidak menyangka ternyata akan mengalami penyakit gagal jantung.
Setelah orangtuanya pulang untuk mengambil baju Lauren, Lian menghampiri kakak kembarnya dan menggenggam kakak nya sampai Lauren melihat kearahnya.
"Lauren-"
"Kakak, berapa kali aku bilang panggil kakak walau kita kembar tapi aku mau kamu panggil aku kakak"
"Ta-"
"Please, panggil kakak buat seterusnya permintaan aku"
Se akan akan Lauren mau meninggalkan Lian dan orangtuanya, tidak dapat menahannya Lian menangis di hadapan Lauren saja.
"Ke-kenapa harus aku kak, kenapa harus kakak juga yang sakit" genggaman di tangannya semakin erat menggenggam tangan lemas Lauren
"Karena kita kembar Lian" senyum tipis di wajah kakaknya yang pucat membuat Lian tersedu sedu.
"Aku bakalan panggil kakak terus, kakak jangan tinggalin aku yang cuma kakak sayang"
Air mata mengalir deras di pipi Lian, Lauren melepas genggaman Lian dan mengusap wajar Lian dengan rapuh.
"Kalau nanti aku ngga ada kamu pasti lebih di sayang papa mama" Lian menggeleng, dia ngga butuh kasih sayang lebih orangtuanya buat Lauren.
Lian cuma butuh Lauren tetap ada di sampingnya selayaknya saudara kembar yang kemana mana berbarengan, lucu.
Kangen masa dimana Lian bermain bareng, bergandengan keluar rumah bahkan di sekolah sebelum kejadian yang menimpa Lian, bermain bareng dan Lauren yang mendengarkan curhatan Lian udah itu saja.
YOU ARE READING
OMG
FanfictionLian yang memilih homeschooling karena trauma nya tidak menyangka akan menggantikan saudara kembarnya bersekolah sementara waktu karena sakit keras.
