We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

backstreet pinka (Pipin x Dika)

274 25 3
                                        

Sore hari disanggar semuanya tengah berkumpul dan latihan bersama.

Dika menghela nafas panjang sebenarnya malas ikut karna dirinya tak ikut dalam pentas dan tugasnya hanya merias beberapa orang saja namun pacarnya memaksanya ikut karna ia ingin ditemani.

Pipin yang melihat Dika murung akhirnya berani mendekatinya.

"Kamu bosen?" Tanya Pipin pada Dika.

"Hem.." jawab Dika malas.

Pipin lalu mendekat dan berbisik-bisik pelan pada Dika.

"Maaf ya sayang setelah selesai ayo beli kebab sepuluh untukmu bagaimana?" Bisik Pipin yang bikin Dika tersenyum dan mengangguk setuju dan dengan gemas Pipin mengusap pelan rambut Dika.

Najib dan Tian saling bertatapan sebelum gosip mereka dimulai.

"Mereka kaya ada hubungan ga sih yan?" Tanya Najib penasaran.

"Iya sih kayaknya tapi setahuku bukannya pacar Dika itu isal ya?" Jawab tian yang bertanya-tanya.

Dan kebetulan juga isal lewat depan mereka dan ditarik oleh Najib.

"Apasih jib!" Ucap isal yang kesal.

"Itu noh pacarmu Deket Pipin kamu ga cemburu toh!" Balas Najib malas.

"Pacar telingamu dower! Dika tuh udah ku anggep adekku tahu" ucap isal kesal.

"Loh"

Tian dan Najib saling bertatapan heran.

"Kalau kamu bukan pacar Dika berarti ada kemungkinan Pipin pacarnya Dika terus kalau iya kamu gimana yan?" Tanya Najib pada tian.

"Ak-aku juga bingung" jawab tian sedih.

Najib hanya mengusap pelan bahu Tian untuk menyemangatinya.

Skip

Mereka pun selesai latihan Dika yang ingin mencari Pipin seketika terhenti saat Pipin Dengan Tian berada posisi ambigu yaitu Pipin berada diatas tian.

Pipin langsung bangkit dan menghampiri Dika untuk menjelaskan namun langsung ditepis oleh Dika.

"Dika ini ga sesuai yang ada dipikiran kamu aku bisa jelasin" ucap Pipin panik.

"Kamu kenapa sepanik itu pin toh kenapa kalau memangnya kan kamu cuman jatuh terus nimpa aku kita ga ngapa-ngapain kok" ucap tian heran.

Dika menatap malas Pipin dan ingin pergi namun dihentikan oleh Pipin.

"Lepas pin"

"Ga sebelum kamu dengar penjelasan ku dulu"

"Gasudi"

"Plis Dika"

"........"

"Sayang plis dengerin aku dulu ya" ucap Pipin memohon dan Tian kaget saat mendengar ucapan terakhir dari Pipin ke Dika.

"Sayang?" Ucap tian bingung.

"Iya yan aku kali ini gamau bohong lagi sebenernya aku dan Dika pacaran selama ini" balas Pipin yang menarik Dika lebih dekat dengannya.

"Terus kenapa kamu ngasih harapan selama ini hah!" Ucap tian marah dirinya tak terima.

"Aku ga ngasih harapan ke kamu! Kamu sendiri yang bikin harapan itu memangnya ada aku ingin bersama mu terus yan?" Balas pipin yang membungkam tian.

Dan Keributan mereka akhirnya menarik perhatian semuanya.

"Ada apa sih kok ribut gini?" Tanya boy heran.

Tak ada yang menjawab ke tiganya seperti membisu dan enggan menjelaskannya atau menjawabnya.

"Dengerin aku" ucap Pipin pada Dika.

Pipin tak perduli lagi apa reaksi mereka nanti yang penting kesayangan ini tak salah paham lagi padanya.

"Aku tadi kepeleset dan berhubungan Tian ada dibelakang aku akhirnya aku jatuh dan nimpa tian" ucap Pipin yang kembali menjelaskan dan walaupun kesal Dika tahu pacarnya ini tak berbohong dan akhirnya menyerah dengan egonya dan mencoba memberi ruang pada pipin yang menjelaskan kronologi nya.

"Oke aku percaya" balas Dika pelan bahunya sedikit bergetar Pipin memeluk Dika dengan erat karna tau Dika pasti menangis sekarang.

"Wah drama apa ini?" Tanya enthul yang mencoba mencerna.

"Jadi Dika sama Pipin pacaran terus bukannya pacar Dika itu isal ya?" Tanya Reza heran.

"Sejak kapan aku dan Dika pacaran heh! Kalian ini nangkap aja sih ga bertanya dulu aku tuh udah anggep Dika sebagai adekku ga mungkin aku pacarin adekku sendiri" jawab Isal yang akhirnya menjelaskan kepada semuanya.

"Dan Yan cinta itu ga bisa dipaksakan kalau mereka cinta satu sama lain kamu bisa apa? Jangan maksain hal yang emang ga bisa dipaksain" lanjut isal yang bikin Tian menunduk sedih.

"Kenapa kalian ga publish hubungan kalian dari awal sih dan aku ga akan bikin harapan besar?" Tanya Tian sedih.

"Awalnya kita mau publish hubungan kita yan tapi kamu jelas banget deketin Pipin dan aku ga enak sama kamu dan akhirnya milih backstreet hubungan kita, dan kamu kira aku ga sedih toh saat kamu terang-terangan suka Pipin dan ngejar Pipin terus menerus Deket terus kamu kira aku ga cemburu yan?" jawab Dika yang bikin sedikit perasaan Dika lega karna akhirnya bisa mengutarakan isi hatinya.

"Maaf dik aku gatau kalau gitu aku mundur awet terus ya hubungan kalian" balas Tian tersenyum walaupun hatinya masih belum menerima.

Dika mendekat pada tian untuk memeluknya walaupun sebagai sahabat untuk percintaan ini Dika tak bisa mengalah.

Setelah selesai akhirnya semuanya tahu Dika dan Pipin pacaran dan mereka juga tak sungkan untuk menunjukan kemesraan mereka dan untuk Tian akhirnya juga sudah move on dari Pipin walaupun sekarang dirinya masih belum mencari pengganti Pipin.

Seperti sekarang saat Dika asik menikmati coklatnya Pipin datang entah dari mana mencium sekilas bibirnya lalu berlari kembali ke latihannya.

"Woy malah ciuman lu berdua!" Ucap kiki kesal.

"Kenapa emangnya ki toh nyium pacar sendiri emangnya kamu jomblo" balas Pipin yang meledek kiki.

"Kampret!" Ucap kiki kesal.

Mereka tertawa setelah mendengar umpatan dari kiki dan Dika bersyukur karna semuanya sudah selesai.

"Ka kehidupan selanjutnya jadi pacarku ya dan sukanya ke aku bukan ke Pipin" ucap isal dalam hati ada rasa lega dihatinya melihat seseorang yang dicintai tersenyum bahagia walaupun tak bersamanya.

Dan dari sini tian juga isal mempelajari banyak hal yaitu dimana kita tak bisa memaksakan apa yang memang tak bisa dipaksakan dan juga cinta mengajarkan banyak hal dimana cinta bukan berarti harus memiliki tapi melihat yang dicintai bahagia dengan yang lain adalah satu tugas cinta yang memang tidak sejalannya.















Bersambung

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 24 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Dika x all member Stories to obsess over. Discover now