01

606 75 20
                                        

Di sebuah rumah susun sederhana, terdapat keluarga yang sejak tadi menahan gelisah.

Keluarga tersebut ialah keluarga Zhao,keluarga Zhao di mata orang orang sangat baik dan hidup tanpa ada nya beban bahkan mereka memiliki satu anak tunggal laki laki yang Cantik bernama Yufan atau yang bisa kita kenal sebagai James.

James merupakan seorang anak laki-laki cantik yang masih duduk di bangku kelas 12 SMA,

James tak mengetahui apa apa soal orang tua nya yang memiliki hutang yang besar.

Karena ia sering mengira setiap Rentenir yang datang hanya tamu saja yang ingin berbincang dengan orang tua nya.

Setiap malam saat James sudah tertidur, orang tua James kerap di datangi beberapa rentenir suruhan bos merek untuk meminta uang.

Namun karena orang tua James tak memiliki uang, mereka hanya bisa. memohon untuk di beri kesempatan sekali lagi.

Memang sih di berikan namun, kalau mereka tetap tak bisa membayar nya maka mereka harus memberikan jaminan untuk membayar semua hutang mereka, mau benda, uang atau pun nyawa.

Bodoh nya orang tua James menerima nya, dan akhir nya mereka mencari sesuatu untuk di jadikan jaminan.

Suatu hari di pagi yang cerah, pintu apartemen itu di ketuk dan saat ibu James membuka nya ia terkejut melihat bos rentenir yang memiliki tubuh tinggi rambut pirang agak jabrik dengan wajah blasteran berumur sekitar 20 an datang bersama pengawal pengawal nya.

"Selamat pagi, apa benar kalian keluarga Zhao?" tanya orang itu dengan nada intimidasi.

James yang tadi nya sedang sarapan roti reflek menoleh ke arah pintu masuk.

"Nak, habis kan sarapan nya yah sayang papah ada Tam-" belum selesai bicara pria yang berdiri di ambang pintu tersebut kembali memecah keheningan.

"Apakah, benar ini keluarga Zhao!!" ucap nya tegas.

Ayah James segera mengahampiri pria tersebut dengan langkah ragu ragu, lalu menatap pria tinggi tersebut.

"Iyah benar, silahkan masuk pak mari sarapan bersama" ucap ayah James ramah mempersilahkan Masuk.

Pria tersebut mengangguk lalu masuk ke dalam apartemen tersebut, ia berjalan mengikuti ayah James ke meja makan lalu mempersilahkan pria tersebut untuk duduk.

"Si.. Silahkan duduk tuan" ucap ayah james.

Pria tersebut duduk dan di sebelah nya terdapat James yang sedang memakan Roti panggang nya dengan selai strawberry.

"Singkat saja" ucap nya sembari menumpu dagu nya di punggung tangan.

"Saya Martin Edwards,ingin tahu kapan kalian membayar semua nya" lanjut nya.

"Anu.. Kami.... "

"Sudah menemukan Jaminan nya?" tanya martin sembari meraih sepotong roti panggang dari piring James.

James yang potongan roti nya di ambil pun merengut kesal.

"Ihh Om! Engga sopan ngambil makanan orang lain!!" protes James membuat Martin yang tadi nya menatap dokumen kini berahli menatap James dengan tatapan tajam.

"Jamie, jangan begitu engga sopan, maaf tuan Edward atas ketidak sopanan anak kami, dan maaf kami belum bisa membayar semua nya dan kami belum memiliki jaminan" ucap Ayah James.

Martin menatap tajam ke arah ayah James, senyum tipis namun mengerikan terukir di bibirnya. Ia meletakkan kembali roti panggang itu ke piring, lalu mencondongkan tubuh ke depan, membuat suasana ruang makan yang sempit itu terasa semakin sesak dan menakutkan.

Hutang Dan Jaminan [MarJames]Stories to obsess over. Discover now