bab1

34 3 1
                                        

Di sebuah kamar luas bernuansa hangat, tiga orang dari keluarga Graham masih terlelap dalam tidurnya pagi itu. Sinar matahari perlahan masuk melalui celah gorden, membuat seorang wanita cantik bernama Auristella Allisya Lesham Shaenette Oscar's membuka matanya perlahan. Wanita yang akrab dipanggil Auris itu mengerjap beberapa kali karena silau cahaya pagi sebelum akhirnya duduk di atas ranjang, mencoba mengumpulkan nyawanya yang masih setengah sadar.

Beberapa detik kemudian, senyum kecil terukir di wajahnya saat melihat dua orang tersayangnya masih tertidur pulas. Di sebelahnya ada sang suami, Gevariel Lukas Alexander Graham, yang tidur dengan tenang. Sedangkan di tengah mereka, anak semata wayang mereka, Zionathan Lukas Sky Alexander Graham, masih memeluk guling sambil menyembunyikan wajahnya di balik selimut.

Auris melirik jam digital di nakas samping ranjang.

06.00 pagi.

Matanya langsung membulat sempurna.

"Ya ampun..." gumamnya pelan sambil menepuk jidat.

Dengan cepat ia mulai membangunkan suami dan anaknya. Namun seperti biasa, bagian tersulit setiap pagi adalah membangunkan Sky. Anak laki-laki itu hanya bergumam kecil lalu kembali menarik selimut menutupi kepalanya.

"Sky... bangun sayang, nanti telat sekolah," ucap Auris lembut sambil mengusap rambut putranya.

"Lima menit lagi..." gumam Sky dengan suara serak khas bangun tidur.

Auris menghela napas pasrah. Ia sudah sangat hafal kebiasaan anaknya itu.

Melihat istrinya mulai kewalahan, Lukas akhirnya ikut turun tangan. Dengan mata yang masih setengah terbuka, pria itu langsung mengangkat tubuh Sky ke pundaknya.

"Daddyyy..." protes Sky lemas.

"Kalau Daddy lepas, nanti ada yang tidur lagi di kamar mandi," jawab Lukas santai.

Dan benar saja.

Walaupun Sky sudah duduk di kelas 10 SMK, kebiasaan paginya masih sama seperti anak kecil. Jika tidak diawasi, ia bisa tertidur lagi sambil duduk di kamar mandi. Karena itulah Lukas memilih memandikan anaknya sekalian agar lebih cepat selesai.

Sementara itu, Auris pergi ke wastafel untuk menggosok gigi dan membasuh wajahnya. Setelah sedikit lebih segar, ia turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi keluarga kecilnya.

Suasana dapur perlahan dipenuhi aroma masakan hangat yang menggugah selera. Auris memasak dengan cekatan sambil sesekali tersenyum sendiri mendengar suara gaduh kecil dari lantai atas-suara Lukas yang sibuk membangunkan Sky agar tidak tertidur lagi saat mandi.

Setelah sarapan selesai disiapkan di meja makan, Auris kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap. Pagi ini ia harus mengantar Sky ke sekolah karena Lukas tidak bisa.

Pria itu memiliki meeting penting pagi ini di kantornya.

Dan seperti biasa, pagi keluarga Graham selalu dimulai dengan sedikit keributan... namun penuh kehangatan.

Setelah selesai mandi bersama sang anak,Lukas mulai membantu Sky bersiap untuk sekolah. Dengan telaten, pria itu memakaikan seragam sekolah putranya yang sudah disetrika rapi sejak semalam.

Sky yang masih mengantuk hanya duduk diam di atas kasur sambil sesekali memejamkan mata, membuat Lukas terkadang harus menahan tawa melihat tingkah anaknya.

"Kalau tidur lagi, Daddy tinggal ya," ancam Lukas sambil merapikan dasi sekolah Sky.

"Enggak tidur..." jawab Sky pelan walau matanya hampir tertutup lagi.

Setelah seragam selesai dipakai, Lukas mulai menata rambut putranya agar terlihat rapi. Sesekali ia memperhatikan wajah Sky yang masih terlihat malas menghadapi pagi.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 24 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The Family's Only StarStories to obsess over. Discover now