Sisi Kanan dan Sisi Kiri

286 21 0
                                        

Kelas XI-A SMA Garuda selalu punya pembagian wilayah yang tidak tertulis.
Di sisi sebelah kanan, dekat pintu masuk, adalah wilayahnya Duang dan teman-temannya. Tempat itu adalah pusat gravitasi kelas. Selalu ada saja yang diobrolkan di sana-mulai dari hasil pertandingan bola semalam, rencana nongkrong hari Sabtu, sampai taruhan kecil-kecilan tentang siapa yang bakal kena hukum karena lupa bawa atribut upacara. Dan di tengah-tengah keramaian itu, selalu ada Duang.

Duang itu tipikal cowok SMA yang kehadirannya langsung memenuhi ruangan. Seragamnya jarang dimasukkan dengan rapi, kancing teratasnya sering terbuka, dan senyum jahil hampir nggak pernah absen dari wajahnya. Dia bukan tipe murid yang pinter banget sampai juara umum, tapi dia punya sejuta cara buat bikin guru-guru nggak bisa marah lama-lama sama dia. Intinya, Duang adalah definisi anak populer yang hidupnya santai, berisik, dan penuh tawa.

Sementara itu, kalau kamu berjalan ke arah diagonal seberangnya-ke pojok kiri paling belakang dekat jendela-kamu akan menemukan dunianya Qin.
Bagi Qin, jarak dari meja Duang ke mejanya terasa seperti jarak antargalaksi. Di sudut itu, udara rasanya bergerak lebih lambat. Qin adalah siswa yang memilih untuk tidak bersuara jika tidak benar-benar diperlukan. Saat bel istirahat berbunyi dan suasana kelas berubah riuh seperti pasar malam, Qin cuma akan mengeluarkan kotak pensil kayunya, membuka buku novel atau buku sketsa, lalu memasang headphone hitam di telinganya.

Qin bukannya benci orang-orang. Dia hanya... merasa energinya cepat habis kalau harus ikut dalam obrolan-obrolan yang tidak ada ujungnya. Dia lebih nyaman menjadi pengamat. Menatap rintik hujan di kaca jendela, mendengar detak jarum jam dinding kelas, atau sekadar menikmati keheningan di tengah keramaian. Di daftar absen kelas, nama Qin ada di tengah, tapi di kehidupan nyata kelas XI-A, keberadaan Qin sering kali luput dari pandangan orang-orang.
Dan Qin sangat menyukai posisi itu. Dia merasa aman selama tidak ada yang mengusik dinding pembatas yang dia bangun.








Dikit aja duluu percobaan 😭 asal ketik aja ini hihi, semoga sukaa yaa oll lopyuu
Makasih buat yang udah dukung akuu lopyuu

DIbalik Suara Itu, Kamu - TEETEEPOR. (On Going)Stories to obsess over. Discover now