Kembali
•
●
•
【BeerLens】
Kembali.
Alas kaki yng bertemu dengan lantai menimbulkan suara tapak langkah yang bergema dalam suatu ruangan.
Di lorong itu, Sadewa Sagara dengan Bima Bayusena.
Mereka sedang menelusuri, dan mencari sesuatu yang hilang.
Disana,
Jeruji yang terlihat terawat, namun tidak dengan isinya.
"Astaga.. apa ini?!" Bima terkejut melihat sekitar,
Sel penjara yang masing-masing berisikan wanita yang dirantai.
Sadewa mendekat ke salah satu Sel.
"Kalian.." gumam Sadewa.
"Kalian siapa?!" Mendengar tuturan kata dari salah satu tahanan. Tahanan lainnya yang juga penasaran, ikut melihatnya.
"Kalian mau apa?! Mau siksa kami?! Masih belum puas, kah?!"
Sadewa tertegun.
"Me..nyiksa?" Tanya Sadewa.
"Ya, lah! Apa lagi?!" Jawab sang wanita dengan menaikkan nadanya 1 oktaf.
"Saya tidak sejahat itu. Justru saya di sini mau bantu kalian biar bebas." Sadewa menyentuh gembok, membukanya dengan lihai.
"Kalian..betulan ga jahat?" Tanya sang wanita dalam Sel dengan hati-hati.
"Ya, kami gak jahat. Serius. Bima, bawa mereka pergi dari sini." Setelah berhasil membuka seluruh gembok yang ada baik di keruji Sel maupun pada rantai yang terlilit pada pergelangan tangan para tahanan wanita.
Sadewa memicingkan matanya. pada sebuah pintu yang mengkilap dan terawat - sangat terawat - membuatnya penasaran.
"Itu..pintu apa?" Tanya Sadewa pada salah satu tahanan wanita.
"Tidak tahu.. Tapi, setiap kali si bejat itu masuk. Tak lama kemudian, ada suara samar tapi lirih." Jelas wanita tersebut.
"Hmm.. baiklah, terima kasih infonya." Sadewa bergegas menuju pintu yang ia tandai sedari tadi.
Bima sudah pergi membawa para tahanan wanita yang ditahan entah apa alasannya.
Kini, sisa Sadewa sendiri.
Dengan perlahan dan teliti, pintu itu dibuka.
Ruangan itu minim cahaya.
Di sana, di atas ranjang sana.
Seseorang terduduk sembari memeluk kedua lututnya, takut.
Orang itu melirik ke arah pintu,
"G-gak.." gumamnya.
Sadewa mengernyit.
"Saya bukan orang jahat.., tenang saja." Ujar Sadewa sembari perlahan mendekat ke arah pria diatas ranjang yang sedang ketakutan akan kehadirannya.
Pria itu bergerak, memojokkan dirinya ke dasboard pada ranjang tersebut.
Suara rantai menggema dalam ruang,
YOU ARE READING
One Shoot PANDAVVA
FantasyJust my One Shoot book. Fiksi! Jangan dibawa-bawa ke RL. Just for fun! Jangan di sangkut pautin sama tokoh di dunia nyata. Karakter tokoh yang ada di book ini, hanya fiksi semata. Aku pinjam nama mereka - member pandavva - sebagai nama pemeran tokoh...
