1

1.4K 65 3
                                        

Aqeela menghela nafas pasrah saat diputuskan oleh kekasihnya hanya karena alasan yang sama seperti sebelumnya. Pria itu bahkan dengan teganya memutuskan hubungan yang sudah berjalan setahun lamanya hanya karna Aqeela tidak pernah mau bercinta atau setiap mereka akan ke tahap inti ia selalu menghentikan kegiatan itu karna Aqeela tidak bisa melanjutkannya. Membayangkan jika penis itu akan masuk kedalam lubang kecilnya dan bermain didalamnya membuat Aqeela bergedik ngeri ia terlalu jijik memikirkan bagaimana orang orang terlalu terobsesi terhadap seks menyakitkan itu.

"Kau putus lagi dengan Arga?" Suara wanita membuyarkan lamunan Aqeela membuatnya mendonggakan wajah melihat wanita cantik yang kini duduk disampingnya disusul pelayan yang membawa dua mangkuk mie instan

"Dia memutuskanku, padahal aku sudah sangat mencintainya."

Airin selaku sahabat Aqeela hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia sudah terbiasa mendengar berita Aqeela yang putus dengan kekasihnya yang bernama Arga itu.

"Apa kau masih tidak bisa melakukannya?"

Aqeela mengangguk "Semalam aku menyuruh Arga berhenti saat ia akan memasukiku, kau tau aku begitu takut dan lagi Arga terlihat begitu marah padaku wajahnya merah dan dia langsung meninggalkanku menuju kamar mandi. Setelah itu dia langsung memutuskanku. Brengsek sekali."

Airin memutar bola matanya malas ini adalah kali kelima Aqeela yang putus nyambung dengan Arga karena alasan yang sama "Kali ini bukan kau yang memulaikan?"

Aqeela berdehem pelan "Aku yang menggoda Arga dan awalnya dia tidak mau karna kau tau sendiri aku selalu menghentikan permainan setiap sampai intinya. Dan kupikir kali ini aku sudah bisa untuk tidak membayangkan apa yang mungkin terjadi kedepannya tapi ternyata tetap aku tidak bisa melanjutkannya." Aqeela menenggelamkan kepalanya diatas meja mengutuki dirinya sendiri

"Kau tau kupikir Arga tidak mau melakukan itu denganmu karna kau selalu membuatnya di ambang harapan. Dan lihat kau yang menggodanya kali ini dan kau juga yang berhenti. Kurasa kali ini Arga tidak salah meminta putus darimu."

"Hei kenapa juga kau membela pria brengsek itu, aku ini sahabatmu harusnya kau membelaku." Pekik Aqeela tak terima ia mengambil suapan besar mie kedalam mulutnya

"Kecilkan suaramu bodoh." Seru Airin menutup setengah wajahnya terlalu malu karna suara nyaring Aqeela mereka berdua jadi pusat perhatian

"Hehe maaf." Cengir Aqeela tanpa rasa bersalah

"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya Airin menyeruput lemon tea miliknya

"Aku tidak tau, haruskah aku mencari pria penghibur dan belajar bercinta dari mereka."

"Kau gila?!" Airin memukul kepala Aqeela dengan sumpit membuat wanita itu mengaduh sakit

"Yak!! Itu sakit, jorok sekali lihatlah rambutku bau."

"Salahmu sendiri." Acuh Airin tak peduli

"Kau!"

"Apa?"

Aqeela menggeleng ia merasa sedikit takut melihat tampang garang sahabatnya.

"Airin bagaimana kalau malam ini kita ke club. Aku ingin menghabiskan waktuku disana. Kau tau aku sedang patah hati saat ini."

"Patah hati apanya, kau bahkan tidak mencintai Arga."

"Siapa bilang aku tidak mencintai pria brengsek itu, aku mencintainya."

"Lalu bagaimana dengan Kak Sagara cinta pertamamu itu. Bukannya sampai sekarang kau masih belum bisa melupakannya."

Mengerjapkan matanya Aqeela baru tersadar jika selama ini orang yang ia cintai itu adalah seniornya Sagara bukan sibrengsek Arga itu. Dan juga ia memilih berpacaran dengan Arga pun karena ditinggal oleh senior tampannya itu. Aqeela yang saat itu masih kelas dua menengah atas harus rela ditinggalkan oleh senior tampannya yang sudah lulus dan akan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi.

MineStories to obsess over. Discover now