PROLOG: Akhir dan Awal
Darah dan Senyum Terakhir
Asap cerutu bercampur dengan bau amis darah yang menguar di ruang gudang tua di Sisilia. Di tengah genangan merah itu, Vito si "Sang Penyabit"—bos mafia paling disegani dan ditakuti seantero benua—tersungkur dengan lubang peluru menganga di dadanya. Ia jatuh bukan karena kalah, melainkan dikhianati oleh orang yang selama ini ia percayai sebagai tangan kanannya. Namun, sang pengkhianat pun bernasib sama buruknya: tubuhnya tergolek tak bernyawa tak jauh dari situ, sebilah pisau menancap tegak tepat di tenggorokannya.
"Cih... Jadi sampai di sini batas kekuasaanku? Setidaknya, aku mati sebagai pemenang," desis Vito dengan senyum sinis terukir di bibir, sebelum kegelapan perlahan merenggut seluruh kesadarannya.
Namun kematian tidak datang menjemputnya ke neraka maupun surga. Saat matanya kembali terbuka, yang ia rasakan bukanlah panas api penyucian, melainkan kehangatan lembut dalam pelukan seorang wanita berwajah sangat cantik dan berwibawa. Vito sadar: ia telah terlahir kembali. Kini, ia bukan lagi lelaki penguasa dunia gelap, melainkan Violetta von Astrea, satu-satunya putri dari keluarga Adipati paling berkuasa dan terpandang di Kerajaan Eldorado.
Keanehan sudah terasa sejak hari pertama ia bernapas di dunia baru ini. Bayi Violetta tidak menangis atau merengek seperti bayi pada umumnya; ia justru menatap tajam setiap pelayan dan pengasuh yang mendekat, seolah sedang menginterogasi mereka satu per satu. Hal yang jauh lebih luar biasa lagi: kemampuan istimewa miliknya dari kehidupan lalu ikut terbawa bersamanya. Ia memiliki bakat unik bernama [Shadow Bank], sebuah kekuatan yang memberinya akses penuh ke seluruh kekayaan tak terhitung jumlahnya, gudang senjata lengkap, serta seluruh ingatan dan taktik licik seni perang organisasi mafia—semuanya bisa ia panggil dan gunakan sesuka hati di dunia yang penuh sihir ini.
Waktu berlalu, dan Violetta tumbuh menjadi sosok yang benar-benar anomali. Di usia tujuh belas tahun, tubuhnya berkembang pesat dan luar biasa, jauh melebihi ukuran rata-rata wanita dewasa sekalipun. Konsekuensinya? Setiap seragam akademi atau gaun resmi yang ia kenakan selalu terasa sempit dan menekan, terutama di bagian dada yang kencang begitu besar hingga sering kali membuat kancing-kancing baju terlepas satu per satu. Momen itu selalu terjadi di saat-saat paling serius dan dramatis, mengubah ketegangan menjadi kekacauan yang membuat siapa saja yang melihatnya tersipu malu.
Di balik penampilan yang mempesona itu, suaranya terdengar lembut dan merdu, namun setiap kata yang keluar dari mulutnya selalu berbalut ancaman dan intimidasi yang dingin. Sementara gadis-gadis bangsawan lain sibuk mempelajari tata krama, cara minum teh yang sopan, atau seni menari, Violetta diam-diam membangun kekuatannya sendiri. Ia mendirikan dan memimpin Familia Astrea, menaklukkan dunia bawah tanah kerajaan dengan senjata berbalut sihir serta strategi pasar gelap yang brilian dan kejam.
Konflik memuncak saat Violetta dipanggil menghadap Pangeran Mahkota yang terkenal sombong dan angkuh. Pemuda itu menatapnya dengan pandangan meremehkan, lalu berbicara dengan nada memerintah.
"Dengar baik-baik, Putri Violetta! Sebagai calon raja, aku perintahkan kau untuk tunduk dan patuh padaku—"
TAK!
Sebuah bunyi nyaring memotong ucapan sang Pangeran. Kancing bagian paling atas dari seragam Violetta melayang tepat mengenai dahi pemuda itu, terlepas karena tekanan bentuk tubuhnya yang luar biasa saat ia menghela napas panjang—tanda rasa bosan yang tak lagi bisa ia sembunyikan. Suasana yang tadinya penuh ketegangan politik seketika berubah menjadi hening, canggung, dan dipenuhi wajah-wajah yang memerah menahan rasa malu.
Violetta tetap berdiri tegak, tenang, dan tak sedikit pun nampak malu. Ia tersenyum tipis, sorot matanya menari di balik kipas lipat yang ia pegang, sementara di balik rok gaun yang pendek tersembunyi dua buah pistol revolver kesayangannya.
"Maafkan kelancangan ini, Yang Mulia. Sepertinya... 'kekuatan' yang kumiliki terlalu besar untuk dikekang oleh kain murah seperti ini," ucapnya pelan, nada bicaranya dingin namun dibalut pesona yang menggoda tak tertahankan.
Kini Violetta menjalani dua kehidupan sekaligus: di siang hari, ia adalah putri bangsawan teladan yang anggun dan dikagumi semua orang. Namun saat malam tiba, ia berubah menjadi Ratu Mafia Bayangan yang menguasai seluruh sisi gelap kerajaan. Ambisinya besar: ia berniat menggulingkan sistem kekuasaan kerajaan yang korup dan penuh ketidakadilan, lalu menggantinya dengan tatanan dunia bawah tanah yang menurutnya jauh lebih adil dan tegas.
Namun, ada satu masalah besar yang terus menghantuinya: bagaimana caranya ia tetap terlihat berwibawa, mengintimidasi musuh, dan menjalankan rencana hebatnya, jika setiap kali ia mengeluarkan aura mematikan atau bergerak lincah, baju, gaun, bahkan baju zirah pelindungnya selalu berada di ambang kehancuran karena bentuk tubuhnya yang terlalu indah itu?
Sang mafia yang dulu ditakuti kini terlahir kembali sebagai gadis anggun dan mematikan. Di setiap momen yang tak terduga, hal-hal di luar rencana kerap terjadi, namun justru itulah yang membuat sosok Violetta semakin misterius, menggetarkan hati siapa saja, dan semakin ditakuti oleh kawan maupun lawan.
YOU ARE READING
RATU MAFIA DUNIA LAIN
FantasyVito "Sang Penyabit", bos mafia legendaris yang tewas dikhianati, terlahir kembali di dunia sihir sebagai Violetta von Astrea, putri Adipati yang anggun. Berbekal kemampuan [Shadow Bank] untuk mengakses gudang senjata masa lalunya, ia membangun kemb...
