Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Awal kehancuran

26 3 0
                                        







Cahaya lampu panggung yang menyilaukan dan teriakan histeris ribuan penggemar di Jakarta seharusnya menjadi puncak kemenangan bagi Park Yoonho.

Aktor papan atas Korea Selatan itu sedang berada di puncak kariernya.

Namun, di balik senyum porselen dan lambaian tangannya, ada kelelahan yang memuncak menjadi iritasi.

Malam itu, suhu Jakarta terasa lebih gerah dari biasanya bagi Yoonho. Agenda fan meeting yang molor, pendingin ruangan yang kurang maksimal, dan jadwal padat membuatnya berada di titik didih.

Insiden di Area Parkir
Masalah dimulai saat Yoonho mencoba meninggalkan gedung acara. Prosedur keamanan jebol.

Ratusan penggemar fanatik, yang sering dijuluki sasaeng, mengepung mobil vannya. Mereka menggedor kaca, berteriak histeris, bahkan ada yang mencoba membuka paksa pintu mobil.

Kamera ponsel dengan lampu flash yang menyilaukan menghujam matanya berkali-kali.

"Yoonho-oppa! Lihat sini!"

"Oppa, aku mencintaimu! Tolong tanda tangan!"

Yoonho, yang sudah kelelahan hebat, mendadak tersulut emosi saat seorang penggemar berhasil menarik kerah jasnya hingga ia nyaris jatuh tersungkur.

Perdebatan sengit terjadi antara tim keamanan dan para penggemar di lorong parkir yang sempit. Dalam kondisi terjepit, frustrasi, dan merasa terancam, Yoonho kehilangan kontrol diri.

Ia menepis tangan seorang penggemar dengan kasar dan berteriak dalam bahasa Korea yang kemudian ia sambung dengan kalimat bahasa Inggris yang fatal:

"Indonesia memang tidak tahu aturan! Aku benci negara ini!"

Suasana mendadak hening selama satu detik, sebelum akhirnya riuh kembali. Namun kali ini, riuhnya berbeda. Bukan lagi teriakan cinta, melainkan gumaman kaget.

Mereka tidak tahu bahwa ribuan ponsel sedang merekam kejadian itu dalam format video 4K.

Badai Digital: "Aktor Pembenci Indonesia"
Dalam hitungan menit, potongan video tersebut meledak.

Algoritma media sosial bekerja lebih cepat daripada permintaan maaf mana pun. Tagar #ParkYoonhoOut dan #BoycottYoonho memuncaki tangga trending di X (Twitter), TikTok, dan Instagram.

Portal berita daring berlomba-lomba mengunggah artikel dengan judul bombastis:

"Aktor Pembenci Indonesia: Park Yoonho Menghina Etika Fans Tanah Air!"
Sentimen publik berubah 180 derajat. Penggemar yang tadinya memuja, kini merasa dikhianati. Kolom komentar akun resmi Yoonho dipenuhi ribuan hujatan. Di lobi hotel berbintang tempatnya menginap, puluhan wartawan sudah mengepung pintu masuk.

Kemarahan Manajemen
Di dalam kamar penthouse, suasananya jauh lebih dingin daripada udara luar. Manager Kim mondar-mandir dengan wajah pucat, sementara CEO agensinya, Mr. Han, sedang melakukan panggilan video dari Seoul dengan ekspresi yang siap meledak.

"Apa yang kau pikirkan, Yoonho?!" teriak CEO Han melalui layar tablet.

"Kau tahu Indonesia adalah pasar terbesar kita di Asia Tenggara? Kontrak iklanmu, film barumu... semuanya bisa hancur dalam semalam karena satu kalimat bodoh itu!"

"Mereka menyerangku, Pak! Aku merasa tercekik!" bela Yoonho, meski suaranya bergetar.

"Kau aktor! Tugasmu adalah tersenyum bahkan saat kau merasa mati!" potong Manager Kim.

"Sekarang, kau diam di sini. Jangan sentuh ponselmu. Kami sedang menyusun draf permintaan maaf. Kariermu di ujung tanduk."

Yoonho merasa seperti binatang buruan. Ia merasa tidak ada yang membelanya, bahkan orang-orang yang selama ini mengeruk keuntungan darinya. Rasa sesak di dadanya tak tertahankan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 07 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

LOST SENSEStories to obsess over. Discover now