"Ada apa nak?" Tanya ibu yoongi lembut saat putranya datang dan langsung bersimpuh memeluk kakinya
"Ibu" Ucapnya pelan
"Ceritalah" Ucap ibunya membelai kepala yoongi yang ada di pangkuannya
"Aku marah ibu, a-aku takut taehyungie pergi dariku hiks aku takut taehyungie berpaling ibu" Ucap yoongi sambil menangis
Wanita itu tersenyum lembut, putranya tak pernah menangis, semenjak kematian neneknya, yoongi menjadi pribadi yang dingin
"Menantu ibu tak akan mungkin melakukan itu nak, taetae adalah gadis yang baik, gadis yang ibu pilihkan untuk putra ibu" Ucap ibunya lembut
"Jadi ceritakan pada ibu semua kegelisahanmu nak" Ucap ibunya lagi
Yoongi pun mulai menceritakan semua kejadian hari ini, ibu tersenyum lembut mendengar cerita dari yoongi
"Bukankah putra ibu adalah pria yang berkuasa, taehyungie adalah milikmu, kamu pasti tau cara mempertahankan milikmu kan nak" Ucap ibunya dengan senyumnya
"Iya ibu" Ucap yoongi dengan pandangan yang sangat sulit di artikan
"Putraku yang baik, lakukanlah apapun yang ingin kau lakukan ibu slalu mendukungmu" Ucap ibu yoongi dengan senyumnya
"Terima kasih ibu" Ucap yoongi
"Sekarang istirahatlah tenangkan pikiranmu, ibu akan memasakan makanan kesukaanmu" Ucap ibunya lembut
Yoongi pun patuh dan berjalan ke kamarnya, ibunya pun mengambil handphone dan menghubungi seseorang, wajah ramah nan lembut tadi tergantikan dengan wajah dingin
"Cari tahu semua yang terjadi hari ini, apa yang membuat putra kesayanganku marah" Perintahnya tegas
"Baik nyonya besar" Jawab suara di ujung sana panggilan pun di matikan
"Apa yang sudah menjadi milik putraku tak boleh ada yang mengusiknya" Ucap ibu yoongi pelan namun dingin
wanita itu pun menatap tajam pada hamparan bunga di luar ruang membaca itu
Pukul 9 malam taehyung baru tiba di aparteman dia cukup terkejut saat melihat suaminya menunggunya di ruang tamu
"Oppa-"
"Sayang oppa merindukanmu" Ucapnya memeluk taehyung dan mencium bibirnya
Ciuman semakin mendalam dan taehyung tua apa yang akan terjadi selanjutnya, dan dia cukup kaget saat suaminya begitu bernafsu padanya tak seperti biasanya
Di tempat lain hana menatap tajam ke arah hpnya karena yoongi sama sekali tak menghubunginya setelah menamparnya tadi siang
"Sial!! Yoonie kau mengabaikan aku, bahkan kau berani menamparku demi sebuah bekal sampah" Marah hana
"Hana-ya" Panggil seorang pria tampan menghampiri hana
Hana menatapnya dengan heran pria ini adalah sepupu jauh yoongi dan dia tidak dekat dengan pria ini, setaunya yoongi juga tidak dekat dengan pria ini
"Ada apa" Ucap hana ketus
"Wkwkwk ketus sekali, tidak aku hanya menyapa saja kebetulan melihatmu di sini, terakhir kita bertemu di acara pernikahan yoongi bukan" Ucapnya dengan tawa ringan
Hana semakin mendengus dengan itu, dia kembali meminum minumannya dan menatap kesal ke arah pria itu
"Aku heran dengan bibimu itu kenapa seleranya sangat rendah, dia menyukai adikku yang hanya gadis biasa dan pendiam di bandingkan aku yang memiliki banyak talenta dan prestasi" Ucapnya kesal dan marah
