🔞Sebuah pria yang putus asa dengan kehidupannya yang tak kunjung sejahtera, membawanya dalam sebuah perjalanan hidup yang tak pernah dia duga sebelumnya!🔞
BANYAKIN VOTE SAMA FOLLOW KALO KALIAN PENGEN CERITA YANG LAIN LANGSUNG GUA UP!!!! -------------------------------------
Malam telah lama jatuh. Di saat sang surya telah menyembunyikan wajahnya di balik cakrawala dan kehangatan senja perlahan terkikis oleh hawa sejuk yang menusuk, manusia-manusia pun telah kembali ke dalam perlindungan rumah mereka masing-masing. Namun, di tengah kesunyian itu, ada jenis makhluk yang justru baru saja memulai kehidupan mereka.
Mereka berkeliaran di bawah selimut kegelapan malam. Kehadiran mereka sering kali dianggap bagaikan sebuah legenda urban, mitos kuno yang tak banyak lagi dipercayai oleh nalar modern manusia.
Tapi nyatanya mereka ada; eksis, bernapas, dan berbaur dengan sangat halus di antara kerumunan umat manusia.
Vampir.
Makhluk legendaris yang kerap dianggap sebagai dongeng penghantar tidur belaka. Dalam bayangan banyak orang, mereka adalah monster yang bergerak di kegelapan, mengincar leher manusia untuk dihisap darahnya hingga kering kerontang.
Namun, mari kita kesampingkan sejenak pandangan mengerikan tersebut. Kenyataannya, tidak semua vampir haus akan darah merah yang mengalir. Ada di antara mereka yang hanya mengincar sari kehidupan atau energi manusia untuk bertahan hidup.
Seperti dua gadis ini. Mereka baru saja melangkah turun dari transportasi umum yang berhenti di sebuah halte usang di ujung jalan yang sunyi. Lampu jalan di atas mereka sesekali berkedip-kedip tidak stabil, menciptakan kilatan cahaya yang memberikan kesan suram dan mencekam di sekeliling trotoar yang mulai retak.
"Aduh. Ga bisa apa kita lompat aja tadi?" Keluh salah satu gadis itu sembari merapikan pakaiannya yang terasa gerah. "Kenapa harus naik bis sih?"
"Ya nanti ketauan orang kocak," sahut suara kesal yang keluar dari mulut gadis yang posturnya sedikit lebih tinggi dari rekannya.
Kaki mungil mereka mulai melangkah di atas trotoar tepi jalan yang lembap. Mata mereka bergerak lincah, menoleh ke segala arah, mengamati setiap sudut tempat asing yang belum pernah mereka tapaki sebelumnya. Atmosfer asing ini membuat naluri mereka sebagai pemangsa tetap terjaga.
"Ini kita mulai cari dari mana?" tanya gadis itu lagi, suaranya mulai terdengar tidak sabar.
"Sabar dong Michelle Alexandra!" seruan kesal kembali terdengar, memenuhi telinga gadis yang dipanggil Michelle tersebut.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Yaudah sih santai aja kali. Grace Oktaviani!" balasnya tak mau kalah.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.