Hello, Music Boxes! 👋
Karena tanggal 9 Juli adalah hari ulang tahunku, aku ingin menghadiahkan oneshot ini untuk kalian semua.
Yeay, aku lagi ulang tahun nih yang ke 28 tahun, udah tua ya? 🥺
Jadi doakan aku ya, semoga selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, dan kaya raya. 🤭✨
Semoga kalian menikmati oneshot ini dan bisa merasakan semua perasaan yang ingin aku sampaikan melalui cerita ini.
Oh iya, jangan pelit vote ya, Karena vote dari kalian adalah semangat terbesar untuk aku hehe. Kalau pelit vote, nanti aku bisa-bisa malas nulis cerita lagi nih. Mau kasih aku jajan beli seblak juga boleh kok, Hehe. Bercanda, tapi kalau dianggap serius juga, ya tidak apa-apa, dm aja Hehe🤭
Happy reading, Music Boxes!
With love, Onaara ✨🧡💛
______________________________________
Back To You
***
Bunyi dering ponsel membuat He Yan Zhao terjaga dari tidurnya tepat pukul lima sore. Cahaya senja masuk menerobos kaca jendela. Perlahan ia membuka mata, silau cahaya membuatnya berkedip beberapa kali sebelum akhirnya mengucek pelan matanya.
Yan Zhao melirik jam kecil yang berada di atas meja kerja. Ia segera meraih ponselnya dan melihat bahwa panggilan itu datang dari seorang temannya. Malam ini, ia diundang datang ke sebuah restoran yang sudah ditentukan. Temannya hanya berkata bahwa ada berita, kejutan, namun tidak memberi tahu detail apa pun.
Sejak tamat kuliah, Yan Zhao sudah beberapa kali melamar pekerjaan, hingga akhirnya ia diterima di tempatnya bekerja sekarang. Sudah dua tahun berlalu sejak ia bekerja di sana.
Ia menatap sekeliling ruangan dengan tatapan kosong.
"Aku sendirian?" gumamnya pelan, lalu perlahan bangkit dari duduknya.
Rasa lelah yang amat sangat membuatnya tak sadar tertidur, dan untunglah dering telepon itu datang tepat waktu untuk membangunkannya.
Kembali duduk, Yan Zhao membuka lagi layar ponselnya. Ia mencari nama kontak Wu Frist, lalu mengetik dan mengirim pesan singkat.
>>Aku segera datang.
Yan Zhao tidak menggunakan taksi. Ia memilih berjalan kaki, sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu. Menurutnya, uang ongkos taksi lebih baik digunakan untuk hal lain.
Langkahnya santai menyusuri jalanan. Kendaraan berlalu-lalang dengan teratur, orang-orang tampak sibuk menikmati hidupnya. Segala sesuatunya terlihat begitu damai dan baik-baik saja.
Langit mulai berubah gelap saat ia akhirnya berdiri tepat di depan restoran yang dimaksud. Yan Zhao menatap bangunan itu sejenak. Kemewahan dan keindahannya membuatnya sedikit ragu untuk melangkah masuk. Namun, ia menghela napas dan memutuskan untuk tetap masuk.
Begitu berada di dalam, ia melihat beberapa orang melambaikan tangan ke arahnya. Yan Zhao membalas lambaian itu dan berjalan mendekat. Itu adalah teman-temannya. Teman satu jurusan dan sekelasnya dulu saat kuliah. Ada yang kembar, dan tampak sudah menunggu kedatangannya.
"Apa aku membuat kalian menunggu lama?" tanya Yan Zhao seraya menarik kursi dan duduk.
"Tidak," jawab salah satu dari mereka.
"Kita juga baru sampai," timpal yang lain.
"Terus, apa berita dan kejutannya?" tanya Yan Zhao akhirnya, rasa penasarannya memuncak.
"Guo Hezan... akan menikah," ucap Wu First.
Semua orang tampak terkejut. Ternyata hanya Wu First yang mengetahui kabar tersebut.
CZYTASZ
back to you (OneShot END)
RomansHe Yanzhao adalah pria pendiam yang hidup sederhana, bekerja keras sebagai pengawas keuangan, dan menanggung kesepian serta perlakuan ibunya yang tak menentu sendirian. Segalanya bermula saat masa kuliah, kedatangan mahasiswa baru He Changxi membuat...
