EPISODE 1: AWAL TARUHAN

79 2 2
                                        

(Suasana ruang ganti tim basket sepulang latihan, sore hari. Valen duduk santai sambil meminum air, dikelilingi teman-temannya)

Roby: (menepuk punggung Valen) Bro, denger gak kabar terbaru? Putri Pak Kepala Sekolah, Mila, pindah ke kelas kita mulai besok.
April: (datang bersama yang lain, menggeleng) Iya, dan yang penting: sampai sekarang belum ada cowok yang bisa deketin dia lebih dari 5 menit. Semua yang coba, langsung diusir atau diabaikan.
Arbil: (tertawa) Wah, tantangan berat nih. Bahkan cowok ganteng dan populer sekalipun gagal.
Meli: (menatap Valen iseng) Kalau Valen pasti bisa dong? Kan dia raja rayuan sekolah.
Valen: (menyeringai santai) Bisa aja sih, cuma buat apa? Dia terlalu kaku, nggak seru.
Afan: (menyeringai) Kalau kamu berhasil mendekatinya sampai dia mau jadi pacarmu dalam 2 bulan, aku bayarin semua kebutuhanmu 6 bulan ke depan. Tapi kalau kalah, kamu harus potong rambut botak dan jadi pesuruh kita sebulan.
Sridevi: (menggeleng) Kalian ini, main-main sama perasaan orang.
Ebi: Iya dong, Mila orangnya baik banget loh.
Zahra: Tapi kalau Valen bisa bikin dia senyum aja, itu udah pencapaian besar.
Valen: (bangkit berdiri, menantang) Oke! Gue terima taruhan ini. Dalam 2 bulan, Mila pasti jadi pacar gue. Kalau gue kalah, semua syarat kalian gue penuhi.

Cruel Intentions (1999):Stories to obsess over. Discover now