(Suasana ruang ganti tim basket sepulang latihan, sore hari. Valen duduk santai sambil meminum air, dikelilingi teman-temannya)
Roby: (menepuk punggung Valen) Bro, denger gak kabar terbaru? Putri Pak Kepala Sekolah, Mila, pindah ke kelas kita mulai besok.
April: (datang bersama yang lain, menggeleng) Iya, dan yang penting: sampai sekarang belum ada cowok yang bisa deketin dia lebih dari 5 menit. Semua yang coba, langsung diusir atau diabaikan.
Arbil: (tertawa) Wah, tantangan berat nih. Bahkan cowok ganteng dan populer sekalipun gagal.
Meli: (menatap Valen iseng) Kalau Valen pasti bisa dong? Kan dia raja rayuan sekolah.
Valen: (menyeringai santai) Bisa aja sih, cuma buat apa? Dia terlalu kaku, nggak seru.
Afan: (menyeringai) Kalau kamu berhasil mendekatinya sampai dia mau jadi pacarmu dalam 2 bulan, aku bayarin semua kebutuhanmu 6 bulan ke depan. Tapi kalau kalah, kamu harus potong rambut botak dan jadi pesuruh kita sebulan.
Sridevi: (menggeleng) Kalian ini, main-main sama perasaan orang.
Ebi: Iya dong, Mila orangnya baik banget loh.
Zahra: Tapi kalau Valen bisa bikin dia senyum aja, itu udah pencapaian besar.
Valen: (bangkit berdiri, menantang) Oke! Gue terima taruhan ini. Dalam 2 bulan, Mila pasti jadi pacar gue. Kalau gue kalah, semua syarat kalian gue penuhi.
YOU ARE READING
Cruel Intentions (1999):
RomanceSinopsis Pendek: 1. Kisah berawal dari taruhan berani Valen, bad boy paling populer dan disegani di sekolah, untuk menaklukkan hati Mila, putri kepala sekolah yang dikenal cerdas, pendiam, dan tak pernah tergoda rayuan cowok manapun. 2. Awalnya ha...
