BYD Seal berpelat nomor B 1 LEX itu merayap membelah aspal Sudirman. Di kursi penumpang, sebungkus Subway yang baru kubeli di fX Sudirman masih menyisakan aroma roti panggang yang khas. Rencananya sederhana: menerobos jalur ini untuk mengejar jadwal latihan muay thai di daerah Tangerang.
Namun, rencana tinggal rencana. Tepat saat mobil hendak memasuki gerbang tol, arus kendaraan terkunci total. Di depan sana, lautan massa memblokade jalan.
Negara ini memang sedang berada di ambang kehancuran. Korupsi merajalela, utang menumpuk, dan puncaknya: konstitusi diacak-acak, UUD diubah demi memuluskan jalan dinasti politik sebuah keluarga. Amarah rakyat akhirnya tumpah ke jalanan.
Terjebak di tengah kekacauan, aku dipaksa memutar otak. Menunggu di jalur tol sama saja dengan bunuh diri logistik. Aku segera memutar setir, mencari celah, dan memutuskan untuk menitipkan mobil di area parkir salah satu gedung perkantoran. Jaraknya tak jauh, hanya sekitar lima ratus meter dari Gedung DPR yang kini menjadi pusat pusaran demonstrasi.
Mesin BYD-ku mati. Di dalam kabin yang mendadak hening, aku membuka Twitter. Berita bergerak cepat: massa aksi dipimpin oleh mahasiswa UI. Mengingat temanku ada di sana, aku langsung mengirim pesan singkat: "Lu ikut demo, Van?"
"Hadir bos! Gak afdol kalau gardu depan gak ada gue. Gila, di sini seru banget, Lex. Sini lu, lumayan dapet jatah nasi bungkus gratisan." Aku terkekeh sebentar. Di kala genting dia lebih mentingin nasi kotak. Dasar anaknya Trisno
Menghela napas panjang, lalu mengunci layar ponsel. Sambil meraih sebungkus Subway yang tadi kubeli, aku melangkah keluar dari kabin mobil yang sejuk. Begitu pintu tertutup, udara panas ibu kota langsung menyergap. Aku mulai berjalan kaki ke arah Gedung DPR, mengunyah rotiku pelan-pelan di tengah riuh rendah suara orator yang mulai terdengar dari kejauhan.
Begitu sampai di dekat barisan almamater kuning UI, pandangan gue langsung menyapu kerumunan sampai akhirnya nemuin Ivan. Gue nyamperin dia, tapi mukanya gak setengil di chat tadi.
"Feeling gue jelek hari ini, Lex," kata Ivan ketus, matanya lurus natap ke depan. Gue naikin alis, heran. "Kenapa emang?"
"Bakal ada yang memprovokasi," jawab Ivan pelan tapi serius. "Apalagi di depan sana polisi udah standby bawa mobil Barracuda sama gas air mata."
Gue mengangguk paham. Di situasi se-kacau ini, gesekan kecil aja bisa jadi pemantik. "Cepat atau lambat pasti ada kejadian, Van." Baru aja omongan gue selesai, tiba-tiba terdengar suara tembakan peringatan ke udara. Dorr!
Suasana langsung pecah. Polisi nembak ke atas karena ternyata ada penyusup yang ngelempar bom molotov dari arah massa. Nggak pakai lama, barisan polisi langsung merangsek maju, nembakin gas air mata bertubi-tubi. Gak cuma itu, suara desingan peluru dari senapan angin juga mulai kedengaran, ngarah langsung ke arah massa yang mulai berontak.
Chaos. Ricuh total. Semua orang langsung lari berhamburan nyelametin diri. Asap putih perih mulai menutupi pandangan.
Tapi Ivan malah sebaliknya. Bukannya mundur, dia malah nekat lari ke arah depan. "Gue harus cari Ketua BEM Dia pasti diincer!" teriaknya sebelum hilang ditelan kerumunan dan kabut asap.
Di tengah kepanikan massal itu, mata gue gak sengaja nangkep sosok cewek berjaket kuning UI. Dia mendadak ambruk sambil megangin betisnya yang berdarah—kayaknya kena serpihan atau peluru nyasar.
Tanpa pikir panjang, gue langsung lari nerobos kerumunan nyamperin dia. Begitu sampai di dekatnya, gue langsung jongkok dan ngangkat tubuhnya secara bridal style.
"Kita ke rumah sakit, kaki lu harus cepat-cepat diobatin," kata gue tegas, berusaha tenang di tengah kepungan asap gas air mata. Cewek itu cuma bisa mengangguk lemas dengan muka menahan sakit. "Makasih..." bisiknya lirih.
Sambil mendekap erat tubuhnya, gue langsung balik badan dan lari secepat mungkin, ngebawa dia menjauh dari pusat kerusuhan menuju ke tempat mobil gue terparkir.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Alexio Arkananta/Lex 19 years old Muay thai Atlet Easy going Penyuka subway
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ivan Nathaniel Wijaya 19 years old Boxing atlet Cool but funny 24/7 bareng cewek dia