We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

☆.。.:* Tornare a casa .。.:*☆

1K 122 7
                                        

Kabut pagi perlahan memudar saat matahari mulai merangkak naik dari balik pegunungan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Kabut pagi perlahan memudar saat matahari mulai merangkak naik dari balik pegunungan. Pukul enam pagi, terasa dingin.. Namun lembut seperti pelukan tenang setelah malam yang panjang.

Jendela jendela rumah terbuka sedikit, membiarkan udara segar masuk bersama aroma tanah basah dan dedaunan. Di belakang rumah, kebun terbentang rapi, anggur dalam kesederhanaannya. Tanaman anggur merambat dan terjaga dengan baik, daun daunnya masih dipenuhi embun yang berkilau saat tersentuh cahaya mentari pagi.

Namun dibalik ketenangan pagi itu, suasana terasa berbeda jauh di dalam rumah. Ruang tengah rumah anggur dipenuhi keheningan.

Bukan karena tak ada yang bisa di bicarakan.. Bukan pula karena canggung.

Melainkan karena seseorang yang mereka tunggu tunggu, yang sangat mereka rindukan akhirnya akan pulang.

Dua tahun...
Bukan waktu yang sebentar.

Terlalu banyak kata yang tertahan, terlalu banyak luka yang selama ini dibiarkan terbuka, tampa benar benar disembuhkan.

Dan hari ini.. Sosok yang selama ini menjadi penyembuh keluarga.. Akan kembali. Meski mereka tau, kepulangan nya juga membawa sesuatu yang belum sepenuhnya selesai.

Semua anak berkumpul.

Jadwal pekerjaan sengaja mereka kosongkan, bahkan beberapa dari mereka langsung mengambil cuti.  Demi satu permintaan mereka, yaitu menemui sang mami.

Gin, riji, juna, rakean, thea, glen dan beberapa anak yang bekerja di kepolisian sengaja mengambil cuti bahkan beberapa ada yang mengundurkan diri dari kepolisian karena suatu hal.

Mako, marchie, iana mengambil cuti di rumah sakit selama beberapa hari. Lalu anak anak lain yang memiliki resto bahkan bar memilih tutup dulu kala ingin menyambut sang terkasih.

Kini, semuanya duduk di ruang tengah, bersama detak jantung yang terasa begitu keras untuk suasana yang terlampau sunyi.

Rion, yang biasanya akan langsung menjemput sang kekasih, tak dapat melakukannya. Kala yang mendaoat titah hanya gin dan riji. Namun, ia telah dimaafkan oleh sang empu bahkan beberapa kali melakukan video call sebelum tidur atau saat membahas sesuatu.

Dan juga ada kelegaan di hatinya karena sang istri yang tak mengirimkan surat cerai selama ia pergi. Namun rasa bersalah itu tetap tinggal.

"Mami.. Beneran pulang.." Lirihan pelan dari gadis bersurai ungu terdengar jelas di ruangan itu.

"Iya.. lagi dijemput riji ama gin.." Anak bersurai pitch disebelahnya mengangguk pelan.

Percakapan singkat itu, namun dampaknya hening kembali datang.

Rindu mereka besar.. Sangat besar.

Namun rindu itu tak datang sendiri kalau mereka masih memiliki penyesalan, kata kata yang dilontarkan tampa mereka pikirkan, nada tinggi kalimat tajam dan yang paling parah..

MAMII!!!!  ( S2) (end.) Stories to obsess over. Discover now