Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Perjodohan, lucu sekali. Keluarga satu-satunya yang Maxky miliki dan Satu-satunya wanita yang sangat Maxy sayangi yaitu neneknya, memintanya menerima perjodohan yang sudah diatur oleh keluarga. Apalagi yang bisa Maxky lakukan selain menerimanya? Neneknya adalah satu-satunya keluarga yang masih Maxky miliki setelah ibunya meninggal karena kecelakaan saat Maxky baru saja lulus sekolah menengah pertama, saat itu Maxky bahkan baru berumur 14 tahun yang baru akan memasuki kelas 10.
Sejak saat itu ia di rawat dan dibesarkan oleh ayah dan neneknya dari pihak ayah. Ayahnyaa mendidik nya dengan sangat keras, sampai tidak jarang mereka bertengkar dan berakhir Maxky yang tidak pulang ke rumah. Tapi hanya berjarak 3 tahun setelah ibunya meninggal, ayahnya menyusul sang ibu, dokter bilang ayahnya sudah mengkonsumsi obat tidur selama 3 tahun yang menyebabkan keadaan jantungnya semakin melemah, yang artinya semenjak ibunya meninggal. Ternyata di balik sifat ayahnya yang mengeras setelah kepergian ibunya, ayahnya menyimpan kepedihan sendirian, ayahnya yang arogan ternyata tidak bisa menerima kenyataan bahwa wanita yang dicintainya pergi lebih dulu. Ayahnya tidak bisa menangani rasa kehilangan istri tercintanya. Dan lebih memilih untuk menyusul sang istri ditimbang hidup menemaninya.
Saat itu, setelah satu minggu koma ayahnya meninggal karena serangan jantung. Menyebabkan segala tanggungjawab perusahaan beralih padanya. Saat itu bahkan Maxky masih berkuliah semester 5. Maxky tidak mengeluh dengan tanggung jawab yang tiba-tiba dibebankan padanya. Dia hanya menjadi pribadi yang lebih dingin dan keras.
sejak saat itu kesibukannya hanya kuliah dan bekerja dan itu sudah menjadi rutinitas nya setiap hari, selama 5 tahun yang menyebabkan neneknya khawatir dan pada akhirnya menjodohkannya.
Dan tepat satu bulan lalu Maxky dipertemukan dengan seorang yang akan dijodohkan dengan nya.
Seorang anak laki-laki bernama Bas Hatsanat Piniwat. Yah seorang laki-laki yang berumur 7 tahun lebih muda darinya. Meskipun Maxky merasa aneh dengan pilihan neneknya, tapi tidak berniat untuk menolak. Apapun. Maxky akan memberikan apapun untuk kebahagiaan neneknya.
Pertemuan mereka begitu singkat, sesingkat acara pernikahan mereka yang hanya dihadiri oleh keluarga inti dan beberapa rekan bisnisnya.
Sekarang, bahkan mereka berada dikamar pengantin yang dihias bagitu indahnya. Kasurnya di taburi kelopak mawar, membuat seiri ruangan memiliki aroma bunga berwarna merah darah itu, sangat kontras dengan warna putih ranjang. Lilin lilin yang di tata sedemikian rupa menambah susana romantis, berbanding terbalik dengan situasi yang dihadapi dua orang yang baru saja memiliki status baru sebagai sepasang pengantin baru.
"Aku yakin kau juga lelah setelah melewati kegiatan sepanjang hari ini, jadi bersihkan tubuhmu terlebih dulu, aku akan mandi di kamar lain, setelah itu kita bicara."
Setelah mendapat jawaban anggukan kecil dari yang berstatus pasangan hidupnya, Maxky berdiri, melangkah keluar kamar pengantin dengan yakin, tidak menoleh sedikitpun kebelakang. Dimana pemuda yang masih mengenakan kemeja pengantin berwarna putih dengan dasi kupu-kupu hitam itu sedang menatap punggung lebar nya yang menghilang bersama suara pintu tertutup.