Sebuah di mansion House keluarga markhyuck, Haechan yang barusan pulang dari kerjaan nya pun duduk di sofa. Chenle pun baru pulang sekolah, ia pun tersenyum lebar dan senang karena hari ini ia mendapat kan peringkat 1 di kelas
"Mommy!! Lele pulang! Mommy lele dapet peringkat-" ucap p'tong chenle karna tiba-tiba saja mommy nya membentak nya
"Diam dulu kamu chenle! Mommy lagi capek!" kata haechan dengan nada tinggi
Chenle pun terkejut mendengar bentakan dari mommy nya, ia pun segera menundukkan kepala nya dan mata nya mulai berkaca-kaca "M-maaf mommy, yaudah klo begitu chenle msuk kamar dulu" kata chenle lalu masuk ke kamar
Haechan pun tidak memperdulikan nya, ia pun mulai mengambil laptopnya dan mengecek pekerjaan nya. Skip, di jam pukul 22.00 Daddy mark pun pulang dan ia melihat istrinya di ruang tamu sedang kerja lagi
"Aku pulang, loh? Haechanie, chenle mana? Udah makan blom dia?" tanya mark kepada sang istri nya. Haechan pun tidak menjawab nya, "gatau" jawab singkat haechan lalu melanjutkan pekerjaan
Mark pun menggelengkan kepalanya, "sayang... Kamu lupa klo chenle-" ucap potong mark, haechan pun menyauti suaminya "lagian anak nya juga sudah besar, dan lagian dia ngapain saja dari tadi di dalam kamar terus?" saut Haechan lalu melanjutkan pekerjaan nya.
Sedangkan di dalam kamar chenle, kini chenle sedang menangis terisak. Karna mendengar bentakan dari mommy nya
"Hiskss" tangis chenle di atas kasur
Tok! Tok! Suara ketukan pintu di kamar chenle, chenle pun menoleh dan menjawab nya "buka aja, gak dikunci kok sama lele" jawab chenle sambil mengelap air matanya
Akhirnya pintu itu pun terbuka, ya itu adalah mark Daddynya sambil membawa sebuah piring "hi anak nya daddy, kamu udah makan blom?" tanya mark.
Chenle pun menggelengkan kepalanya, "hhe belom dad, Tadi chenle blom laper" jawab chenle sambil terkikik. Mark pun duduk di tepi kasur nya chenle anaknya dan melihat muka anaknya yang habis menangis. "Anak daddy habis nangis ya? Kenapa? Siapa yang gituin anak kesayangan nya daddy? Hm?" tanya mark dengan penuh perhatian
Chenle pun menundukkan kepalanya dan matanya berkaca-kaca lagi. "Emm... Mommy dad, tapi chenle yang salah"jawab chenle, Mark pun mengelus kepala anaknya itu dengan lembut " kenapa? Cerita sama daddy"kata mark dengan perhatian
"Mommy tadi ngebentak Lele dad, soalnya lele mau kasih tau klo chenle dapet peringkat 1 di kelas" kata chenle yang menahan tangis nya. "Waw anak daddy dapet peringkat satu? Mana coba sini daddy lihat"Kata mark lalu melihat anak nya lagi
Chenle pun akhirnya berdiri dan pergi ke arah meja belajar nya dan mengambil sebuah raport atau kertas dan menunjukkan peringkat satu kepada daddy nya, mark pun mengambil kertas itu dan tersenyum bangga
"anak daddy hebat, oh ya sebagai hadiahnya kamu mau apa?" tanya mark
Chenle pun terkejut, ia sempet ragu "emm, chenle mau... Nanti aja deh dad,chenle bingung mau apaan" ucap Chenle sambil tersenyum. Mark pun mengganguk mengerti
"Yaudah,Sekarang makan dulu nih. Liat udah jam berapa? Udah jam sepuluh malam" kata mark sambil menunjuk ke arah jam
Chenle pun melihat ke arah jam, lalu mengganguk "okay, mana sini chenle makan" kata Chenle lalu duduk disamping daddy nya "gausah, daddy suapin aja ya" kata mark lalu menyuapi anaknya
Chenle pun menerima suapan nya lalu mengunyah "iwni swiapa ywang mwasak dwad?" tanya Chenle sambil mengunyah
Mark pun tersenyum melihat anak nya menerima suapan nya "ini daddy yang masak, mommy tadi ga sempet masak karna pekerjaannya numpuk" jawab mark, Chenle pun sedikit terkejut "dwaddy bwisa mwasak?" Tanya chenle sekali lagi karna ia kurang yakin kalo Daddy nya memasak
"Iya Lele, Daddy yang masak"Jawab Mark lagi. Skip, makanan nya pun sudah habis
"habis dehh, pinter nya anak Daddy. Nah sekarang waktunya kamu tidur,besok kan sekolah lagi."Kata Daddy Mark lalu memberikan minuman air putih kepada anaknya. Chenle pun menerima gelas air putih itu dan meminumnya "Dad, emang nya pekerjaan mommy banyak ya?"Tanya Chenle kepada Daddy nya.
Mark yang awalnya tersenyum, tiba-tiba ia senyuman nya hilang. ohh bagaimana ia menjawab pertanyaan anak nya? ia bingung
bahwa sebenarnya kalau Haechan itu sebenarnya tidak sayang kepada Chenle
"E-emm, iya Anaknya Daddy. pekerjaan mommy mu itu sangat banyak sehingga tidak punya waktu untuk kumpul sama kita"
Kata Mark dengan bohong
Chenle yang polos pun hanya mengganguk
"ohh,okey deh klo gitu! Yaudah, sekarang Lele mau tidur dulu yaa kan besok sekolah!"
Ucap chenle sambil tersenyum kepada Daddy nya. "Siap anaknya Daddy! sekarang kamu bobo yaa, tidur yang nyenyak anak kesayangannya Daddy"Kata Mark lalu mengusap kepala anaknya dengan lembut
"hmm,kok mommy tidak pernah usap usap kepala Lele ya dari pas jaman TK sampai sekarang? Apakah mommy Ndak sayang sama Lele? tidak mungkin! mommy pasti sayang kok sama Lele!"Batin Chenle.
Akhirnya chenle pun menidurkan diri nya,Mark pun memberi anak nya selimut dan Mengecup kening anaknya sebelum meninggalkan anaknya tidur "good night anak kesayangannya Daddy"kata Mark sambil mengusap-usap kepala Chenle
Skip, Chenle pun sudah tertidur dan Mark pun keluar dari kamar anaknya sambil membawa piring kotor itu dan menaruhnya di wastafel. Setelah itu,ia menghampiri istri nya yang sedang sibuk pada Laptopnya
"Sesibuk itu kamu, sehingga kamu tidak ingat dengan anak mu Haechan?"Kata Mark disamping Istrinya
Haechan pun tidak memperdulikan nya,ia hanya fokus pada Laptopnya itu. Mark pun membuang nafas nya "Haechan, Suami mu ini nanya kepada mu"Kata Mark, Haechan pun melihat ke arah Mark "Apasih Mark?! Chenle itu bukan anakku lagi!"kata Haechan dengan kesal lalu pergi ke kamar nya
Di sisi lain, ada yang mendengarnya ucapan itu yaitu Chenle. Ya chenle,ia belum tertidur pulas ia yang awalnya ingin mengambil minum pun tidak jadi "M-Mommy ga sayang sama aku?"Gumam chenle lalu masuk ke dalam kamar dengan mata yang berkaca-kaca. Chenle pun di kamar menangis terisak-isak "Hiks..."Tangis chenle di bawah selimut nya
Ke esokan hari nya,Kini Chenle sudah rapih memakai baju sekolah Sekolah dasar nya
dan ia pun memakai tas nya dan segera turun ke lantai bawah "Mommy!!"Teriak chenle lalu menghampiri Mommy nya
Chenle yang awalnya ingin memeluk Mommy nya,ia terjatuh karena tiba-tiba saja Haechan mendorong nya "apasih kamu?! berisik tau gak?!"Bentak Haechan
Mata Chenle pun berkaca kaca,"mommy gak sayang sama Chenle ya?"Tanya Chenle sambil melihat ke arah Mommy nya, Haechan pun tersenyum miring "memang nya kalo iya kenapa?! Saya ini gak mau menjadi Mommy mu!"Kata Haechan dengan nada tinggi. Deg! Hati chenle pun sangat sakit Sungguh sakit, Chenle pun mengganguk pelan "hmm,baik deh kalau gitu... Aku berangkat dulu ya"Kata chenle lalu berdiri dan merapikan rambutnya dan bajunya
"Mati pun juga gapapa, saya ga peduli kamu mau kemana"Kata Haechan dengan ketus,Mark yang baru datang dan mendengar ucapan istrinya pun berkata "Haechan! Apa apaan maksud kamu begitu?!"Kata Mark dengan nada tinggi
Haechan pun segera menoleh ke arah suami nya. "kenapa? kan gua bener? dia itu pantas mati!"kata Haechan dengan nada tinggi
Chenle yang mendengarnya pun,hati nya semakin sakit "Sakit..."Gumam chenle lalu menetes kan air mata. Mark pun membuang nafas nya dan menghampiri anak nya
"Anak kesayangannya Daddy,ayok kita berangkat!"Kata Mark, Chenle pun mendongak dan tersenyum "Ayokk Daddy!!
Let's goo!!"Kata chenle dengan girang
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC....
MAKASIH YA NYAKK UDAH BACA,JAN LUPA VOTE YEE
YOU ARE READING
keluarga? ll Markhyuck
FanfictionKisah sebuah anak yang kurang kasih sayang kepada Mommy nya,dan ternyata mommy nya tidak sudi menjadi ibu untuk nya. "Mommy kenapa membenci Lele? tapi tidak apa apa! Chenle tetap sayang kepada mommy! begitu pun juga Daddy!"-Chenle "Maaf..."-Haechan
