"Call me Royalty"
"Of course"
_________________________________________________
⚠️AREA BxB⚠️
> No plagiat
> Murni pemikiran sediri
> Di harapkan bijak dalam membaca
> Tidak bermaksud menjatuhkan idol atau siapapun mereka hanya pemanis
> Jangan di...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
🗣️:saya merekomendasikan untuk mendengarkan lagu Royalty saat membaca bab ini
🍁🏹🍁
Di halaman luas Castel the Amour utaran kingdom's para prajurit itu mengayunkan Pedang pedangnya, suara gesekan antar besi itu menggema memenuhi halaman luas yang kini penuh dengan manusia manusia yang saling meyerang,tidak hanya pedang bahkan busur panah,tombak hingga perisai besi itu saling menyerang dan melindungi,yang dikendalikan oleh tuan masing masing. Jauh diatas menara terlihat seorang sedang mengamati apa yang terjadi di bawah sana,sosok itu menarik senyumnya tipis terlihat puas sampai ada suara yang mengalihkan fokusnya
"Yang mulia ayah, maaf mengganggu waktumu." Ucap seorang itu
"Ada apa silyon?"
"Bisakah kita bicara sebentar?"
"Tentu saja! Apa yang tidak untuk putraku" balasnya sembari mengusap lembut surai putranya"tapi tunggu sebentar" silyon hanyamenganggukkan kepalanya
"Panglima Kim" panggil yang mulia
"Iya yang mulia"
"Hentikan yang dibawah,sudah cukup, saatnya istirahat,saya tidak ingin para pasukan kehilangan tenaganya sebelum perang"
"Baik yang mulia" panglima Kim segera berbalik untuk melaksanakan perintah tapi sebelum itu ia menundukan badanya sebagai rasa hormat dan permisi.
Setelah kepergian panglima Kim silyon menghampiri ayahnya.
Disisi lain, tepatnya di halaman luas yang penuh dengan gesekan pedang besi sekarang terasa sunyi hanya ada nafas nafas manusia yang lelah,nafas itu memburu seperti tidak menghirup oksigen seharian, termasuk pemuda yang saat ini berada di bawah pohon akasia yang menghirup udara dengan rakus dan menepuk nepukk dadanya yang terasa sesak, sepertinya ia terlalu banyak menghirup debu, bagaimana tidak halaman ini berupa tanah luas yang tak berumput dipadukan dengan pertempuran yang baru saja terjajelas saja debu itu menguap berhamburan akibat gesekan langkah manusia dan kuda kuda yang saling menyerang, mungkin saja ia bisa terkena asma atau gejala paru paru lainya akibat terlalu sering menghirup debu
"Huuuuffthh" ia menghembuskan nafasnya pelan
"Hey Putra Kim!" Seru seseorang yang berjalan menghampirinya"ini air untukmu,kulihat kau sangat kelelahan hingga menarik nafas saja rasanya sangat berat" kemudian orang tersebut menyodorkan sebuah wadah yang terlihat seperti bambu,tapi didalamnya adalah air memang para prajurit selalu membawa wadah wadah itu kemanapun mereka akan pergi dan ditugaskan tapi ia lupa apa namanya wadah itu.ia menerima nya dan tak lupa berterima kasih
"Terima kasih paman!"
"Sama sama"
Hening tidak ada yang membuka suara,hanya nafas yang mulai terdengar teratur diantara keduanya sampai akhirnya