HUNLIS SHORT STORY
Ini masih satu kesatuan sama lapak satu lagi, cuma karena yang pertama udh mulai penuh, jadi aku buka lapak baru masih tentang Short Story Hunlis...cuss langsung baca aja😉😉😉
"Oppa..." Lisa terkejut dengan aksi Koh Hansu yang mengangkatnya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Posisi keduanya sama-sama sedang berenang, dan entah ide darimana Koh Hansu mengangkat Lisa begitu saja.
"Oppa, turunkan Aku...." Pekik Lisa cekikikan.
"Tidak, sebelum kau mencium ku..." Ujar Koh Hansu nakal dan jahil.
Lisa terkekeh mendengarnya. "Janji, hanya ciuman, aku tidak mau ada hal lain yang kau minta." Ujar Lisa yang mulai hafal dengan akal-akalan Hansu.
Koh Hansu mengangguk menyetujui perkataan Lisa.
Ketika diturunkan, Lisa dengan cepat berenang ke tepian, meninggalkan Koh Hansu yang terdiam dengan senyuman misteriusnya.
"Kau membohongi ku ya..." Tukasnya menatap Lisa dengan tatapan nakal. Sedangkan Lisa hanya terkekeh dan berusaha menjauhi Koh Hansu sejauh mungkin.
"Sayang, ada apa?" Tanya Suzy merasa Hansu semakin berbeda setiap harinya.
Hansu yang sedang terdiam, dan tenggelam dalam kenangan masa lalu pun tersentak mendengar pertanyaan Suzy.
"Aku hanya sedang melamun." Sahut Hansu dingin.
"Sungguh?" Tanya Suzy menyakinkan dirinya sendiri sih lebih tepatnya.
Hansu mengangguk. "Tidurlah ini sudah malam." Titah Hansu pada Suzy.
Suzy mengangguk dan berjalan menuju ranjangnya. 12 tahun ini, raga Hansu memang ada bersamanya, tapi Jiwa Hansu tampak berbeda.
Suzy dan Hansu dipertemukan di sekolah menengah atas, Hansu dulu menyukai Suzy, tapi Suzy menganggapnya teman. Setelah lulus sekolah, Suzy tinggal diluar negeri, dan Koh Hansu memilih menjadi Aktor, hingga tepat ketika usia mereka menginjak angka 25 mereka berdua dipertemukan kembali. Lalu pada akhirnya memilih menikah.
Awal-awal pernikahan, Suzy dan Hansu memang sangat bahagia, tapi memasuki tahun kedua pernikahan, Suzy bisa merasakan Hansu tidak sehangat dulu. Hansu seperti seorang lelaki yang hanya sedang melanjutkan hidupnya. Seolah-olah cintanya sudah habis di orang lain.
Ada apa sebenarnya???
🕊️🕊️🕊️
Lisa benar-benar berterimakasih, pada Sehun yang terus membantu dan menemaninya selama proses pemulihannya dirumah sakit.
Tak lupa juga pada ketiga lelaki yang turut andil membantunya untuk mendapatkan penanganan yang tepat dirumah sakit.
Keempat lelaki tersebut tersenyum senang, bagaimana ya, ucapan tulus + senyuman manis dari Lalisa itu damagenya beuhhhh no kaleng-kaleng.