Chapter 1

222 3 0
                                        

Joss wayar
Umurnya 30

Gawin caskey
Umurnya 25

Manja di Pagi Hari dan Ancaman Lucu Gawin
Setelah perdebatan panjang di kantor kemarin yang berakhir dengan Gawin mengunci diri, Joss benar-benar kapok. Ia tidak mau lagi membuat istri manisnya itu kesal.

Sejak kejadian itu, Joss menjadi jauh lebih manja dan protektif kepada Gawin
Malam itu, setelah seharian lelah dengan drama kantor, mereka berdua sudah berada di kamar tidur utama mansion mereka. Suasana kamar begitu hangat.

Joss merebahkan kepalanya di dada Gawin, memeluk pinggang ramping istrinya dengan erat sambil tangannya mengusap perlahan paha mulus Gawin yang terekspos di balik celana pendeknya.

"Sayang... mau nenen," bisik Joss dengan suara serak khas orang mengantuk.
Gawin terkekeh pelan, mengusap rambut tebal suaminya. "Iya, nih... Nenen doang kan? Enggak pakai macam-macam? Kamu udah lelah banget itu, matanya udah merah."

"Iya, nenen doang, janji. Udah ngantuk banget, Sayang," gumam Joss.

Gawin pun menuruti kemauan suaminya. Namun yang namanya Joss Wayar, meski katanya hanya ingin "nenen", tangannya tetap saja usil meraba pinggang Gawin, menarik tubuh itu semakin rapat hingga bibir mereka bertemu. Joss mencium Gawin dengan penuh perasaan, awalnya lembut lalu berubah menjadi lumatan-lumatan intens yang menuntut.

"Nghh... Ah... Joss, pelan-pelan..." Gawin mendesah pelan di sela-sela ciuman mereka, tangannya meremas bahu lebar Joss. "Jangan terlalu keras... katanya tadi cuma mau nenen..."

"Sebentar aja, Sayang... kamu manis banget," bisik Joss sebelum kembali mengecup bibir Gawin sampai akhirnya mereka berdua tertidur karena kelelahan.

Keesokan paginya, sinar matahari mulai mengintip dari balik tirai jendela. Gawin terbangun lebih awal, sementara Joss masih mendengkur halus, memeluk bantal guling dengan erat.

Gawin mengguncang bahu Joss pelan. "Joss... bangun. Hei, bayi gede, bangun yuk."

Joss hanya melenguh kecil dan malah menarik selimutnya sampai ke telinga. Melihat suaminya yang sangat susah dibangunkan, Gawin memutar otaknya dan tersenyum jahil. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Joss.

"Joss, bangun! Katanya pagi ini mau nenen lagi sebelum kerja? Kalau kamu enggak bangun sekarang, jatah nenennya diambil sama Mix, lho! Biar Mix aja yang kasih!" ancam Gawin menahan tawa.

Mendengar nama "Mix" disebut, mata Joss langsung terbuka lebar. Kesadarannya langsung kumpul 100 persen. "Eh?! Enggak boleh! Enggah boleh diambil Mix! Punya aku!" seru Joss panik sambil mendudukkan diri.

Gawin langsung tertawa terbahak-bahak melihat komuk panik suaminya. "Makanya bangun! Ya udah, aku mau mandi dulu ya."

"Enggak! Nenen dulu baru mandi, atau mandi bareng?" tawar Joss, matanya masih setengah merem tapi tangannya sudah terulur menarik baju Gawin.

"Nenen dulu iya, habis itu baru mandi. Tapi gantian, aku dulu baru kamu," lerai Gawin sambil menggelengkan kepala melihat tingkah manja Joss. Setelah ritual pagi yang penuh kemanjaan itu selesai, Joss akhirnya beranjak mandi dengan segar, lalu bersiap menuju ruang kerja pribadinya yang terletak di lantai 4 mansion mewah mereka untuk memeriksa berkas-berkas penting.

Kepanikan di Mansion dan Belanja Kilat
Sementara Joss sibuk di lantai 4, Gawin berinisiatif turun ke lantai bawah dan mengecek dapur. Begitu membuka kulkas, ia mendapati stok bahan makanan dan camilan kesukaan Joss sudah habis melompong. Tanpa berpikir panjang, Gawin langsung mengambil kunci mobil dan berangkat ke supermarket terdekat untuk berbelanja.

Satu jam kemudian, Joss selesai dengan beberapa berkasnya. Ia merenggangkan otot-ototnya lalu berjalan ke kamar utama untuk mencari keberadaan sang istri.

nenen Joss Gawin Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora