Chapter 1 : 🦁🤖🦋

570 28 18
                                        


Istana kerajaan selalu terasa terlalu indah bagi sebagian orang.

Terlalu luas.
Terlalu mewah.
Terlalu penuh dengan orang-orang yang lahir dengan segalanya.

Namun bagi Asahi, tempat ini adalah medan pertempuran.

Lelaki mungil itu berdiri di koridor marmer panjang dengan lampu kristal yang menggantung tinggi di langit-langit. Cahaya keemasan dari lampu-lampu itu memantul di lantai hingga bayangannya sendiri terlihat jelas di bawah kakinya.

Asahi menatap bayangannya sebentar.

Jubah putih sederhana, tapi elegan. Rambut kecoklatan lembut yang ditata rapi. Senyum yang terlihat lembut dan sopan.

Sempurna.

Senyum yang sama sekali tidak mencerminkan pikirannya.

Hidup miskin itu memalukan.

Kalimat itu sudah tertanam di kepalanya sejak kecil.

Ia pernah melihat bagaimana keluarganya hampir kehilangan segalanya. Bagaimana para bangsawan kaya memandang rendah keluarga bangsawan menengah seperti mereka.

Sejak saat itu Asahi tahu satu hal.

Dia tidak akan hidup seperti itu.

Dan jalan tercepat menuju kehidupan yang terjamin adalah-

seorang pangeran.

Langkah kaki terdengar dari ujung koridor.

Asahi langsung mengangkat kepalanya.

Senyum lembutnya muncul begitu saja, seolah sudah terlatih sejak lahir.

Dan benar saja.

Sosok tinggi dengan jubah kerajaan biru gelap sedang berjalan ke arahnya.

Pangeran Jaehyuk.

Putra keenam keluarga kerajaan.

Tampan, populer, dan dikenal sangat mudah jatuh cinta.

Target yang sempurna.

Mata Jaehyuk langsung berbinar begitu melihatnya.

"Asahi?"

Nada suaranya berubah lembut, bahkan sebelum dia benar-benar sampai di depan asahi.

Asahi memasang senyum terbaiknya.

"Wah bagus, Asahi..." gumamnya dalam hati.
"Langkah yang sangat sempurna."

Jaehyuk berhenti tepat di depannya.

"Kenapa kamu di sini?"

Belum sempat Asahi menjawab, pangeran itu sudah meraih pinggangnya dengan santai.

"Ayo ikut aku."

Dengan gerakan cepat namun tetap terlihat elegan, Jaehyuk menariknya menuju ruangan kecil di samping koridor.

Ruang baca kerajaan.

Pintu kayu besar itu tertutup begitu mereka masuk.

Suasana langsung berubah tenang.

Rak buku tinggi memenuhi dinding. Aroma kertas tua dan kayu memenuhi udara.

Hanya ada mereka berdua.

Jaehyuk menatap Asahi dengan ekspresi yang terlalu terang untuk seseorang yang disebut sebagai pangeran.

"Kamu sengaja datang mencariku, kan?"

Asahi tersenyum kecil.

Dia melangkah mendekat.

Materialistic LifeStories to obsess over. Discover now