'Cukurukuk!' Suara ayam terdengar menandakan waktu sudah pagi. Elvan sudah bangun pagi-pagi sekali.
Elvan sudah siap untuk berangkat sekolah, ia berjalan menuju sekolah sambil mendengarkan lantunan musik di telinga nya. Burung-burung bernyanyi dengan indah di langit yang biru, pagi ini sangat indah.
Elvan menaruh tas nya di kursi nya lalu ia bergegas pergi ke depan gerbang sambil membawa buku bersampul hitam.
Dari depan gerbang terlihat Zakie dan kawan-kawannya yang datang terlambat. Elvan pun tersenyum melihat sasaran empuk nya itu. "Masuk buku hitam lagi nih~" goda Elvan.
"Sialan, lu bisa ga sih jangan nongol mulu!" Zakie kesal pada Elvan karena hampir tiap hari 'OSIS pendek dan sipit' ini selalu saja menunggu nya di depan gerbang untuk mencatat nama nya di buku bersampul hitam tersebut.
"Lah gua kan *OSIS*, lagian salah lu pada yang datang nya telat, malah nyalahin gua." Elvan mulai membuka buku bersampul hitam milik nya itu dan mencatat nama Zakie dan teman-teman nya itu.
"Duh *sipit* kalo misal nya gua sogok mau ga? Gue ga mau masuk buku item lo itu!" Rangga menunjuk buku hitam milik Elvan.
"Ga. Gua bukan pejabat yang kalo di suap mau, ya! Lagian nama gue bukan *sipit*, nama gua tuh Elvan." Elvan tetap menulis nama mereka bertiga.
Zakie berbisik pada Rangga "Susah ini cokk." Rangga pun berbalik berbisik pada Zakie "Iya cokk gua tau, emang lu ga punya ide?"
"Udah kagak ada bro, lu sih yang ngajak lewat gerbang udah tau si sipit bakal nunggu di depan, goblok sih." Bisik Zakie pada Rangga.
"Lah elu juga goblok kok mau aja gue ajak." Rangga tidak terima di panggil *goblok* oleh Zakie.
Bintang hanya menguping percakapan Rangga dan Zakie, biasa orang goblok, hehe. "Udah ege pasrah aja nama kita di tulis di buku item nya di *pendek*, chill bro."
"Gua ga pendek ya njir, lu pada aja yang ketinggian." Celetuk Elvan, tentu saja ia tidak terima di panggil pendek, walaupun tinggi nya sudah 175 cm tapi ya mereka ini *titan* bagi nya.
Tak lama gadis berparas cantik idaman para lelaki bernama Nila pun datang, OSIS cantik yang selalu menjadi sasaran empuk para jamed di sekolah mereka.
"Siapa aja yang udah kamu tulis di buku kamu Van?" Tanya Nila yang sudah berdiri di samping Elvan.
"Nih baru tiga kurcaci yang tiap hari nya terlambat." Elvan pun menatap Zakie, Rangga dan Bintang.
Elvan pun merasa jijik dengan ekspresi Rangga dan Zakie yang sok maskulin itu di depan Nila, Bintang cuma bisa geleng-geleng sama berjarak dari dua orang goblok itu.
"Eh Nila, udah lama ga ketemu nih, gimana hari nya, *manis*?" Zakie menggoda Nila.
"Aha, kabar aku baik kok." Nila menjawab dengan lembut dan senyum manis di wajah nya terukir indah.
JLEB, hati Zakie dan Rangga seketika cenat-cenut melihat kecantikan Nila, sungguh Nila adalah primadona sekaligus bidadari bagi para lelaki.
Ada gadis dengan rambut di kuncir dua yang memanjat dinding sekolah demi tidak ketahuan oleh Elvan, di mulut nya ada roti yang menempel, dasar gadis ini tidak bisa pergi dari makanan.
Mereka tidak ada yang menyadari keberadaan nya sama sekali, jadi ia lolos dari Elvan dengan selamat, dengan segera ia berlari menuju kelas nya.
Waktu berlalu sekarang sudah waktu jam makan siang. Bel berbunyi nyaring di setiap ruangan, semua siswa berlarian ke kanti termasuk Bella, gadis yang memanjat dinding sekolah tadi.
Elvan sedang makan siang bersama teman-teman nya yaitu Aska, Rara, Nila dan Bima.
Aska dengan energi nya yang tak habis memulai percakapan dengan bertanya banyak hal pada teman-temannya, sungguh ia mirip sekali dengan anak kecil tapi itu yang membuat nya memiliki banyak teman, ia juga tampan karena *tan skin* yang ia miliki, banyak gadis yang mengincar nya di sekolah karena ketampanan nya (aw idaman author banget nih🤤)
Mereka berbincang-bincang sampai makanan mereka habis tak tersisa.
"Alhamdullilah kenyang juga." Rara mengucap syukur karena dirinya sudah kenyam menyantap makanan nya.
"AGHH! Gw kenyang banget." Bima mengelus perut nya yang sudah terisi penuh oleh makanan.
Nila hanya tertawa kecil melihat perbedaan kepribadian dari Rara dan Bima, kalau Aska masih menyantap makanan nya karena sedari tadi ia berbicara terus menerus.
Elvan meminum es teh nya dengan perlahan. "Ska lu ga capek yapping mulu?" Tanya Elvan pada Aska.
"Ga, emang nya kenapa?" Aska menyantap bakso nya dengan lahap beserta kerupuk di tangan satu nya.
"Nanya doang, kali aja lu capek yapping mulu." Elvan menghabiskan es teh nya.
"Aska bakal diem kalo dia tidur." Semua pun tertawa mendengar perkataan Bima, terkecuali Aska karena ia masih mengunyah bakso di dalam mulut nya.
Waktu berlalu dan jam pulang pun tiba, Elvan pulang bersama Aska dan Bima, sepanjang perjalanan Bima dan Aska saling mengobrol dan Elvan hanya diam karena ia sudah lelah sekali.
Langit berwarna ungu dan jingga dan matahari pun sedikit tenggelam, angin berhembus mengenai mereka bertiga.
Rambut hitam legam Elvan terkena hembusan angin dengan lembut, walau masih tertutup matanya bola mata berwarna ungu gelap miliknya terlihat, jarang sekali hal itu terjadi karena mata nya yang sipit.
•*To Be Continue*•
KAMU SEDANG MEMBACA
Upil MBG!!
RomansaSelamat menikmati buku ketiga punya author!🤗 author ga pinter bikin deskripsi😛
