'akan ku bunuh bajingan Choi beomgyu dan ku jadikan kepalanya sebagai makanan singa.'
.
.
.
.
.
.
.
Yeonjun duduk di atas singgasananya, dengan malas mengaduk-aduk gelas anggurnya yang setengah kosong, pandangannya menjelajahi seluruh aula istana yang menyesakan.
tatapannya mengeras saat kemunculan seseorang yang membuat suasana nya menjadi suram, ia menegakkan tubuhnya, berdiri dari tempat duduknya ketika pandangannya bertemu dengan seseorang yang paling dia benci.
__________
hari ini adalah hari peringatan ulang tahun sang raja Ansan, membuat istana sudah repot dari pagi menjelang sore, hias-hiasan berkelap-kelip di sudut-sudut istana, para koki istana sudah menyiapkan terlalu banyak konsumsi untuk para bangsawan yang di undang, semuanya terlihat mewah dan berkelas, gelak tawa dan obrolan nyaring memenuhi ruangan, memekik telinga. semua orang seperti menikmati pesta itu terlalu dalam, berbanding jauh dengan sang putra mahkota
gerak matanya malas menatap bangsawan yang menari-nari begitu bahagia, ia adalah putra tunggal dan satu-satunya perwaris takhta kerajaan, ia dikenal dengan kecerdasannya dan pesonanya yang tak terelakkan, banyak wanita yang begitu bermimpi untuk sekadar bermalam dengannya. menikmati wajahnya di atas kasur yang hangat sambil berandai-andai. karena tentu saja Kim yeonjun tidak tertarik dengan ide-ide seperti itu.
meskipun ia dikenal dan dihormati oleh masyarakat karena kecerdasannya sebagai pewaris takhta membuatnya di puja-puja oleh para penjilat nya. seperti ilmu berpedang, ilmu pengetahuan dan ilmu sosial, sikapnya tak begitu di sukai oleh beberapa orang, mereka bilang ia terlalu kasar, sombong, jutek dan kaku, dan tentu saja meskipun hal-hal itu sampai ke telinga nya, kim yeonjun tidak berpikir untuk benar-benar peduli dengan omongan kosong dari orang-orang tak berguna.
hari ini, sebenarnya ingin dia habiskan waktunya untuk ikut survei lapangan lahan tani di daerah pinggiran Ansan. tapi tak mungkin juga ia tak hadir di pesta ulang tahun ayahnya sendiri, mau tak mau ia harus menampakkan wajah di pesta yang entah kegunaannya untuk apa selain menghambur- hamburkan anggaran istana.
dari sana saja mood nya sudah hancur tapi alangkah lebih kesal nya ia saat mendengar penjaga meneriakkan nama bangsawan yang akan memasuki aula istana.
"tuan muda Choi beomgyu dari keluarga count choi memasuki aula!"
dan berdiri lah ia si sana, dengan seringai sombong dan wajah sok ramah yang yeonjun yakin hanyalah alat untuk memanipulasi orang lain..
Beomgyu Choi masuk dengan langkah santai nya, jas formal terpasang rapih di badan nya ia tersenyum tipis dengan wajah tampannya yang orang-orang katakan sebagai keajaiban ilahi dari tangan-tangan milik tuhan, langkahnya mantap berdiri di depan raja Ansan, ia berbicara dengan ayahnya yeonjun dan tentu...bukan rahasia umum kalau sang raja begitu menyukai anak itu. sampai ia bangun dari kursi takhta dan ikut menyalaminya.
yeonjun tak mendengar apapun dari sini tapi dia melihat beomgyu yang meliriknya sebentar saat sedang mengobrol dengan ayahnya.
dan bajingan itu baru saja mememberikan seringai mengejeknya yang menyebalkan.
Yeonjun mencemooh kelancangan bocah itu-cara dia masuk dengan santai, penuh senyum dan ketulusan palsu. Dia meneguk anggurnya perlahan, menikmati rasa panas di lidahnya. Beomgyu adalah duri dalam dagingnya, selalu begitu. Mereka saling mengenal sejak kecil, karena posisi mereka sebagai anak dari hubungan baik kedua keluarga, tetapi bertahun-tahun hanya memperkeruh hubungan mereka-persaingan telah berkembang, dan pertemuan mereka sekarang dipenuhi dengan sindiran terselubung dan penghinaan halus.
YOU ARE READING
Beneath | Beomjun
Science Fiction───୨ৎ──── "Kau menjijikan," bentaknya. "Mengikatku seperti hewan peliharaan sambil berperan seolah-olah kau penyelamat ku di sini." yeonjun berang, ia marah. jika bukan karena rantai yang menekan nya ia sudah membunuh beomgyu dari lama. beomgyu mena...
