Cinta kadang kala hanya berawal dari sebuah pertemuan sederhana di tengah guyuran hujan. Tak biasa untuk dilakukan namun tampak terlalu alami untuk kita lalui.
~
Mungkin hadirku saat itu hanyalah sebagai orang asing yang kebetulan mengulurkan tangannya padamu. Namun percayalah, hanya untukmu hal bodoh dapat menjadi benar.
~
Hal indah tak hanya sekedar dapat dilihat secara fisik, namun dirasakan di dalam dada.
°
°
°
Bukan Sekedar Hujan
©Koyoharu Gotōge, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba
#SecretValentineChallenge
Ganre : slice of life, School life, romance
°
°
°
Cakrawala kini telah diselimuti gumpalan hitam yang menghalangi sang candra, menutupi ribuan rasi bintang untuk menunjukan cahaya gemerlap dari ribuan penghuni bentala.
Satu persatu jajaran lampu tepi jalan padam, menghadirkan kegelapan ditengah sunyi, tatkala para mahluk mentari mulai terlelap di balik selimut tebal rajutan mesin. Hanya deru angin dan rintik air yang diam-diam mengetuk kaca terdengar sebagai untaian melodi di tengah malam. Diantara barisan perumahan, cahaya mengintip dari balik jendela. Tempat di mana seorang gadis tengah bercibaku di hadapan sebuah tungku pembakaran.
Jemari berbalut plaster warna-warni, dengan gambar abstrak dan hewan lucu. Sebagai sebuah pertanda kerja keras dan kecerobohannya dalam membuat sebuah menu sederhana di hari yang spesial bagi setiap gadis muda seperti dirinya.
Setiap metode telah gadis itu tuangkan pada sebuah coklat. Dimulai pada saat mentari masih membumbung tinggi dengan bangga diatas bentang angkasa, hingga dia kembali tenggelam menyiram cahaya pada lautan.
Hasil kerja keras yang telah merubah biji tak berharga menjadi sebatang coklat kegemaran sejuta umat. Mengorbankan keringat, tenaga dan air mata hanya untuk sebuah senyum sederhana seorang perjaka muda yang mungkin hanya menganggap ini hanya segelintir madu dari sebuah bunga tepi jalan.
Namun gadis itu tak peduli, setidaknya perasaan janggal yang tidak seberapa ini dapat tersampai kan, walau akan ada rasa sakit pada akhirnya.
"Kanao-chan, masih belum tidur?" Sebuah suara memecah fokus Kanao dari cetakan kue berbentuk kupu-kupu.
"Kanae nee-san, tinggal lapisan dan hiasannya saja. Tidak sebentar lagi selesai." di depan pintu Kanae mengalihkan pandangan pada jam dinding yang tergantung di ruang tengah sudah menunjukkan waktu tengah malam hanya menggela nafas sebelum kembali memandang si bungsu.
Dari dalam laci penyimpanan, Kanae mengeluarkan kantong teh dan dua cangkir kramik berwarna hijau tua tanpa ukiran.
"Besok Kanao sekolah kan, bukannya besok ada latihan?" Kedua tangan Kanae tampak sibuk menuangkan air pada teko listrik, menanti Kanao yang tak kunjung memberi jawaban.
"Ada yang perlu ku bantu biar cepat selesai?"
Kanao menolak cepat dengan melambaikan salah satu tangannya di udara. "Udah hampir selesai juga, nee-san kenapa belum tidur jam segini?"
"Gimana caranya bisa tidur kalau adik kecilku masih saja betah di dapur. Dari aku baru pulang sampai sekarang belum juga selesai." Timpalnya, menyendok gula dan meletakan kantong teh ke dalam gelas.
Kanao tertawa kecil tanpa menatap lawannya berbicara, terlaku fokus mencetak gambar sayap serangga cantik itu.
"Maaf kalau aku agak berisik malam ini nee-san." Ujarnya saat menegakan tubuhnya yang mulai kaku karena menunduk dalam waktu lama. Mengusap aliran kringat di pelipis saat memandag kanae menyerahkan dalah satu cangkir dengan uap mengepul kepadanya.
YOU ARE READING
Bukan Sekedar Hujan
Fanfictionhadirmu layaknya hujan di tengah terik, tatkala aku begitu mengagumi mentari yang bersinar gagah diatas kepala. Tanpa menyadari panasnya yang membakar, dirimu hadir membawa sejuk dan rasa nyaman. sangat dekat namun tak kusadari.
