Tukang pijat 21+

4.2K 4 0
                                        


Sinopsis:

Setelah 2 tahun bercerai, Laura butuh pacar baru. Tapi kencannya akhir-akhir ini selalu gagal. Sesuai saran temannya, ia mulai rajin perawatan. Tapi suatu hari, di salon tersebut, resepsionis menawarkan pijat padanya.

Laura setuju dan ternyata pengalamannya...

Cuplikan:

....

"Hah? Wajib melepas bra?" Tanya Laura terkejut.

"Agar punggung Anda sepenuhnya rileks, lebih baik dilepas. Selain itu, agar bra Anda tak terkena minyak."

"Oh."

Laura ragu selama beberapa saat sebelum bangun. Dengan adanya pria asing di ruangan, Laura jelas enggan melepas bra-nya.

Melihat Laura malu dan tak nyaman, pria itu tersenyum. "Miss, tak perlu malu. Kami pemijat profesional yang telah menjalani profesi ini selama bertahun-tahun, tak ada yang belum saya lihat. Tak perlu risau."

"Oke."

Meski pria itu berkata demikian, Laura masih ragu. Tapi mengingat pijat yang ia rasakan hingga titik ini, pria itu memang tampak profesional dan pijatannya sangat enak. Laura tahu seharusnya ia tak perlu malu. Tapi ini yang pertama, jadi ia masih gugup.

Setelah beberapa saat lagi, akhirnya Laura setuju.

Laura memutar tubuh memunggungi pria itu, tangannya meraih ke belakang, melepas kaitan bra, lalu secara perlahan menarik bra tersebut turun.

Setelah lepas, Laura tak tahu harus meletakkan bra dimana. Pria itu bilang, "Biar saya letakkan di lemari, jadi tak kotor."

Tanpa mengenakan bra, Laura harus menahan payudaranya. Ia tahu ukuran payudaranya lumayan besar. Jadi tanpa pelindung, baju yang ia kenakan langsung menggembung. Bahkan, ia bisa merasakan putingnya mencuat menyentuh kain.

Sebelum Laura merespon, pria itu mengambil bra dari tangan Laura.

"Jangan..."

"Tak perlu khawatir, hanya saya letakkan disini."

Saat meletakkan bra di lemari, James pura-pura mencari sesuatu, tapi sebenarnya sedang menghirup aroma tubuh Laura dari bra berukuran besar tersebut.

Setelah itu, James baru kembali ke ranjang.

Sebelum kembali berbaring, Laura menutupi dadanya dengan tangan, tak ingin pria itu melihat.

Saat tengkurap, dadanya yang besar agak menyembul ke sisi tubuh. Meski Laura memakai baju pendek, pria itu tetap bisa melihat bentuk gundukan tersebut.

"Aku siap." Kata Laura karena setelah beberapa saat berbaring, pria itu belum mulai memijatnya lagi.

James langsung tersadar, lalu menggosok tangannya, "Oke, kita bisa mulai lagi."

Lalu tangan pria itu kembali menyentuh punggung Laura, mulai memijat dari pinggang ke atas.

Tanpa bra, memang benar punggungnya terasa lebih rileks. Tukang pijat tersebut memang punya teknik luar biasa, tiap tekanan dan pijatannya terasa enak.

Dua telapak tangan tersebut bergerak dari pinggang ke leher lalu bahu, lalu turun ke sisi tubuh, dengan pelan menyenggol sisi payudara Laura.

Laura tak memperlihatkan reaksi tak nyaman, dia terlalu menikmati enaknya pijatan. Lalu tiba-tiba ia merasakan gelenyar di payudaranya, bibirnya mendadak mengerang. "Ah... ah..."

"Geli?" Tanya pria itu.

"Heem. Sedikit."

"Kemungkinan karena gesekan kain, Miss. Biar saya angkat sedikit." Tanpa menunggu persetujuan Laura, pria itu menyingkap baju Laura lebih ke atas sehingga sisi payudara makin terlihat.

Dewasa 21+Stories to obsess over. Discover now