Bab 1

181 34 4
                                        

Saat ini Rora dan kawan-kawan di bar sedang merayakan karena mereka semua sudah legal.

Ada Rora, Kenny, Hyein, Leeseo, Ian, dan Eunchae. "Cheers dulu gak siee." Ujar Ian. Mereka cheers bersama, ada dari mereka yang tidak toleran pada alkohol jadi minumnya sedikit saja, salah satu nya Rora.

"Lo kaga dimarahin mami Wony, Seo?" Tanya Hyein pada Leeseo, pasal nya ia itu anak mami sekali.

"Dih, ngapain gue dimarahin? Udah punya ktp boskuu." Ucap Leeseo dengan songong nya.

"Songong banget bocah yak.." ujar Kenny.

"Gue lebih tua dari lo ya setan." Ucap Leeseo. "Gue juga lebih tua dari lo, gausah belagu anjeng, tawuran sini kita." Sela Eunchae.

"Eiya sesepuh! Minta maap!" Ucap Leeseo.

"Ngeselin banget kunyuk!" Ian melempar tutup botol pada kepala Leeseo.

"Aduh!! Sakit sialan!" Seru Leeseo dan mereka semua tertawa.

"Ah, cari tante-tante yok, bosen gue." Ujar Kenny tiba-tiba. "Sialan.. Ayok lah.." Ajak Rora.

"Mending kita main tantangan, siapa yang kalah minta nomer tante-tante yang ada disini." Usul Hyein.

"GAS LAH ANJIR!" Seru mereka semua setuju akan usulan Hyein.

Botol diputar oleh Kenny dan ujung botol itu terhenti tepat di depan Ian. "LAH ANJENG! Masa gue?!" Ucap Ian.

"Udah sih yan terima aja, tante-tante disini beragam, tinggal dipilih aja." Ujar Eunchae.

Ian memerhatikan sekitar ia memilah seluruh tante-tante yang body nya mantap di sini. Ian menunjuk satu wanita yang sedang duduk manis sambil minum dengan teman-teman nya.

"Itu, gue pilih yang itu." Ucap Ian.

"Gas samperin, yann." Suruh Leeseo, Ian pun menghampiri cewek yang ia choose tadi.

"Sialan banget bocah! Milih nya langsung yang montok!" Ucap Kenny. "BANGSAT! WKWKWK!" Seluruh teman-temannya tertawa.

"Permisi kak.." Sapa Ian.

Salah satu dari mereka me-notice keberadaan Ian yang seperti nya ingin berkenalan. "Eh iya? Kenapa dek??" Tanya salah satu dari mereka.

"Ehehe.. boleh kenalan sama kakak yang ini gak?" Tanya Ian sambil menunjuk gadis yang ia pilih.

"Aku?" Tanya cewek itu.

"Ciee Stella! Ada yang naksir ni yee!" Ucap Yuha selaku teman Stella. "Iya kak hehe, boleh minta nomer nya gak? Kaka nya cantik banget!" Ucap Ian.

Stella tersenyum salting setelah Ian mengatakan bahwa dirinya cantik, "Lucu banget, iya boleh.. Mana hp kamu biar aku ketik nomer aku." Ucap Stella.

Ian memberikan hp nya pada Stella. "Asikk.. Stella punya gebetan baruu, brondong lagi!" Seru teman nya.

Stella melirik teman nya sambil tersenyum salting dan terkekeh. Stella memberikan ponsel Ian kembali, "Makasih kak." Ucap Ian.

"Nama kamu siapa?" Tanya Stella. "Ian kak hehe, kakaknya sendiri?" Tanya balik Ian.

"Stella, salam kenal ya Ian." Stella menjabat tangan Ian. "Iya kak Stella, yaudah aku mah balik ke meja aku ya kak, makasih waktunyaa, bye kakak cantik." Ian melambaikan tangan pada kakak cantik nya itu.

Setelah itu teman-teman Stella bersorak karena Stella punya gebetan baru, "Cie Stellaa, punya brondong!!" Seru Carmen.

"Kalo jadian pj ya nanti!" Seru Jiwoo

"Apasih guys.." Stella tersenyum salting. "Dari keliatannya dia umur 17 18an cuy, beda sembilan tahun sama lo, Stel." Ujar Yuha.

"Anjirlah tante Stella, wkwkwk!"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 22 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

whateverWhere stories live. Discover now