Dingin
Sakit
Lapar
Hanya tiga kata itu yang terdapat di pikiranku yang tak dapat ku ucapkan. Bukan tak ingin hanya saja tubuhku yang lemah ini sudah tidak mempunyai tenaga, berbicara saja rasanya sangat sulit.
Kalau kalian bertanya apakah orangtuaku tidak memberiku makan maka jawabannya adalah saat ini aku tidak diurus oleh mereka, lebih tepatnya sekitar aku berumur 3 tahun aku telah dijual oleh orangtuaku sendiri kepada seorang pria. Dia saja tidak mengurusi ku dengan benar.
Saat ini aku menatap pantulan diriku dari genangan air di tanah. Menyedihkan. Satu kata yang terbesit ketika melihat kondisiku.
Mengedarkan pandangan ke sekitar ruangan di mana aku dikurung, aku memutuskan untuk kabur dari siksaan neraka ini.
'coba dulu kalau gagal bisa coba lagi' pikirku.
Namun sebelum aku bergerak untuk melakukan sesuatu tiba tiba pintu kayu itu bergeser dengan suara agak keras, kira pria itu datang lagi ke sini guna menyiksaku tapi ternyata perkiraan ku salah.
Dia seorang anak laki laki yang sepertinya lebih tua dariku, penampilannya lumayan juga. Namun yang paling mencolok diantaranya adalah warna rambutnya yang berwarna kuning dengan merah di ujungnya. Oh, apakah yang di pinggangnya itu adalah pedang? Sepertinya bukan.
Anak laki laki itu menghampiriku dengan langkah sedikit tergesa-gesa, raut wajahnya terlihat khawatir namun ia coba tutupi dengan senyuman yang entah mengapa membuat hatiku pertama kali merasa hangat.
Perasaan ini....aku menyukainya, sedikit.
"Tenanglah, aku dan ayahku akan segera mengeluarkan mu dari tempat ini" ujarnya mencoba menenangkan ku, tubuhku ditopang olehnya.
Aku ingin membalas perkataannya tapi yang keluar dari mulutku hanyalah suara kosong, efek dari tidak diberi minum selama sehari. Seakan tahu kondisiku anak itu segera memberikan ku minuman miliknya.
"T terimakasih.." ucapku sedikit serak.
Setelah itu suasana menjadi hening, tidak ada diantara kami yang bersuara mungkin karna rasa canggung terhadap satu sama lain.
"Namaku Rengoku Kyoujuro!"
"Apa?"
Anak laki laki itu mengulangi perkataannya lagi "Namaku Rengoku Kyoujuro! Apa aku boleh tau namamu?!"
Aku terdiam sejenak ".... Tsukishima Airi..salam kenal"
Aku kembali menutup mulut, memilih untuk diam. Tiba tiba rasa kantuk mulai menyerang diriku dan tanpa sadar bergumam pelan.
"Aku mengantuk.."
Kyoujuro yang mendengar airi bergumam langsung membuat posisi yang nyaman untuk perempuan itu.
"Tidur saja Tsukishima-san, aku akan menjagamu selama kau tertidur!".
Setelah mendengar ucapannya aku langsung menutup kedua mataku.
Itulah pertemuan pertama ku dengannya, tidak terbilang bagus tapi cukup memberi kesan tak biasa dariku padanya.
Rengoku Kyoujuro....
Aku takkan melupakan nama dan pemilik nama itu mulai hari ini.
T.B.C
halooo semuaa, ini cerita pertamaku tentang demon slayer!! jadi maaf ya kalo kata katanya jelek atau aneh dan sedikit membosankan, aku akan sebisa mungkin untuk membuat kalian terhibur^^.
Kalian bisa memberiku kritik dan saran yang positif kepadaku jika terdapat kesalahan!.
Ini sebenernya kny×reader tetapi aku pakai nama aja biar lebih nyaman dibaca, kalian juga bisa ganti nama sesuka hati kalian kok.
Aku awalnya ragu ragu buat fanfic kny secara aku ini ga bisa buat cerita action, selama ini bisanya buat yang romance:') tapi akan aku usahakan yang terbaik.
Terimakasih sudah membaca ceritaku, jangan lupa untuk vote juga yaa! karna dengan kalian meng-vote ceritaku aku akan lebih bersemangat untuk publish cerita ini hehe~
SEKALI LAGI TERIMAKASIH
![Stay Alive [Demon Slayer x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/407380129-64-k8042.jpg)