Dinginnya malam membuat bulu kudukku sedikit merinding. Ku gosokkan kedua tanganku berharap bisa sedikit menghangatkan tubuhku. Aku terdiam dan masih melihat air danau yang tenang yang seakan menghipnotisku dan membuatku sedikit merasa lega dengan suasana malam ini.
"Akankah ayah akan mencariku? Kurasa tidak. Lagi pula ibu juga sudah tidur, dan dia tidak akan sadar jika aku sedang tidak ada dirumah" ujarku dengan sembari menghela nafas
Aku berpikir jika tanpa adanya diriku setidaknya suasana sedikit mereda dan mungkin saya tidak ada percekcokan diantara mereka.
Andai saja Faysa masih ada mungkin dia sekarang sedang menemaniku menikmati dinginnya malam, memandangi danau, bermain sampan sambil melihat keindahan bintang, dan menangkap kura kura serta bermain bersama kura kura danau.
"Faysa apakah kau bahagia disana? Maafkan aku jika aku belum bisa menjagamu dengan baik. Aku benar benar menyesal" ucapku sembari melihat langit malam, tak terasa air mataku pun mulai terjatuh.
"Faysa jika memang kau lebih merindukannya, kenapa kau tak membawaku bersamamu? Jujur aku lelah sendirian disini.
Aku benar benar membutuhkanmu"
Faysa, Faysa, Faysa....
Nama itu yang selalu terucap di bibirku, nama yang membuatku merasakan berbagai macam hal.
Aku sakit, aku senang, aku kecewa dan aku menyesal. Nama itu selalu menghantui setiap perasaanku. Nama yang akan selalu mengbayang bayangi hidupku.
FLASHBACK FAYRA FAYSA
"Kak, yang benar saja !.
Kau kemaren sudah membeli beberapa setel baju dan sekarang kau berbelanja beberapa setel baju lagi ?"
"Hehehe.... Bajuku itu itu aja fay, aku benar benar bosan dengan baju baju yang ada di lemariku"
Tiba tiba suara sirine emergency kebakaran berbunyi. Semua orang di mall nampak berlarian kesana kemari. Bak dihimpit ribuan manusia, kami berusaha saling berpegangan namun ternyata tanpa kusadari pegangan faysa semakin melonggar dan kami terpisah dalam keadaan tersebut.
Aku mencoba mencarinya bahkan meneriakkan namanya tapi apalah daya tidak ada jawaban, terlalu banyak manusia saat itu.
Hingga akhirnya aku berhasil keluar tanpa faysa.
Aku berlari ke petugas pemadam kebakaran mencoba mencari bantuan untuk menemukan pelita kecilku " faysa" namun nihil, mereka tidak mendapatkan tanda tanda adanya faysa.
Aku pun mulai lunglai dan mencoba memberanikan diri mengabari orang dirumah.
Ku coba mencari satu nama yang terbesit diotakku " Mama ". Aku mulai menghubunginya dan aku menceritakan kejadian hari ini dengan hati yang terasa berat. Ku dengar wanita itu mulai terdiam dan seakan tidak menimpali penuturan ku.
Terdengar suara wanita itu dengan sedikit bergetar tapi lantang
"Tunggu mama disitu, mama akan kesana dengan papa sebentar lagi".
Aku yang merasakan begitu tidak bergunanya diriku. Aku pun beribu kali mengutuk diriku sendiri yang bodoh dan lalai akan kewajiban menjaga dia. Aku lemas, dan hilang arah.
Aku hanya bisa melihat kobaran api yang semakin besar membakar setengah bangunan yang ada di depanku. Kulihat motor sedan hitam tengah terparkir . Kulihat kedua orang yang sedang tergopoh gopoh menghampiriku.
"Kamu gapapa kan? Faysa udah ketemu kan ?
Jawab mama fayra !!!" bentak mama
"Aku tak tau ma, aku kira dia masih di sampingku sambil menggeramku. Tapi ternyata diii aaa..."
"Dia apa fayra? Kamu ngomong tapi apa?
Sudah gila kamu ya, bisa bisanya membiarkan adekmu sendirian.
KAKAK MACAM APA KAMU?!" ucap papa yang nampak emosi melihatku sembari ingin menamparku tapi di tepis oleh mama.
_________________________________
Aku benar benar lupa waktu jika berada di danau ini, suasana tenang di danau ini selalu menyelimuti kesunyian dan kegelisahanku.
Diriku yang asik bermain air danau tiba tiba mataku sejenak mendapati kabut putih yang sangat aneh menurutku.
"Ya kali, setan mau nemenin aku.
Biasanya pun disini mau siang, sore atau pun malem ga ada yang aneh aneh. Please kalau itu setan jangan ganggu dulu yaa !!
LAGI GALAU INI WOYY!!" teriakku
Tanpa kusadari kabut putih itu seakan mendekat dan berada disekelilingku.
Kurasakan tangan dingin yang tengah menepuk pundakku. Dan kurasakan hembusan nafas di sekitar telingku.
"Kau yakin tak akan pulang?
Kau betah sekali disini. Kulihat lihat kau tidak beranjak dari tadi . Sudah berapa lama kau berada disini hm?" bisik suara itu di telingaku.
Aku pun segera menoleh dan melihat seorang pria yang sudah berada di sampingku yang tengah memandangiku dengan tangan yang tengah menopang dagu dan sembari melihatku sambil tersenyum
"Kau siapa??
Dan darimana kau? Perasaan dari tadi tidak ada orang di sekitar sini"
YOU ARE READING
Kelabu Sunyi
RomanceMungkin terdengar aneh bagi kalian " kelabu sunyi " ? Hal yang biasa kalian dengar pasti "sunyi kelabu" Entah mengapa istilah ini menggambarkan perasaan yang sedang ku rasakan sekarang. Kesunyian selama mengikutiku, tak tau waktu. Malam, siang, s...
