Penulis: Su Er Liang
Total BAB
Main Chapter: 106
Extra Chapter: 12 + 6
~Sejak kecelakaan itu terjadi, hidup You Shulang berubah secara total~
Warning: BxB (boyslove)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
𝗖𝗛𝗔𝗣𝗧𝗘𝗥 𝟬𝟭: 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗶𝗺𝗽𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗥𝘂𝘁𝗲
. . . . .
Dalam sekejap, tabrakan itu terjadi.
Saat You Shulang akhirnya tersadar dari kekacauan yang ia sebabkan, suara navigasi di ponselnya masih terdengar tenang, seolah tak terjadi apa-apa: 𝘈𝘯𝘥𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘮𝘱𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘳𝘶𝘵𝘦. 𝘚𝘪𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘵𝘢𝘳 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘥𝘢.
Ia melepas sabuk pengaman dan membungkuk untuk mengambil ponsel yang terjatuh. Barulah saat itu ia menyadari bahwa gerakan tersebut membuat dadanya terasa sedikit nyeri. Dengan hati-hati, ia menekan area tulang dada, berpikir lukanya seharusnya tidak terlalu parah.
Setelah berhasil meraih ponselnya, ia membuka pintu mobil dan segera turun. Angin pagi yang sejuk langsung menyapu wajahnya. You Shulang terdiam, menatap mobil di depan yang baru saja ia tabrak dari belakang. Tatapannya menajam sejenak, alisnya sedikit berkerut.
𝘏𝘦𝘣𝘢𝘵. 𝘔𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘢𝘩𝘢𝘭.
Ia melangkah mendekat dengan langkah lebar. Sepanjang jalan, matanya sesekali melirik bemper yang terlepas dan bagian belakang mobil yang ringsek. Dalam benaknya, ia sibuk menghitung apakah asuransi mobilnya cukup untuk menutup seluruh kerugian kendaraan mahal itu.
Emosinya biasanya stabil, tetapi kali ini ia tetap merasa tertekan. Kesalahan jelas sepenuhnya ada pada dirinya --tak ada orang lain yang bisa disalahkan. Dengan beberapa langkah tersisa, ia sudah menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, membayangkan pemilik mobil itu menyambutnya dengan umpatan dan amarah.
Saat tiba di sisi pengemudi, You Shulang mengetuk pintu mobil dengan pelan. Kaca gelap menghalangi pandangannya. Cahaya pagi yang memantul di permukaannya terasa dingin, menusuk udara dan rasa penyesalan di mata You Shulang.
Kaca mobil itu tak langsung diturunkan. Dengan tinggi badan 180 sentimeter, You Shulang harus membungkuk sambil menunggu, membuat dadanya kembali terasa nyeri. Dari posisinya, ia tak bisa mengintip ke dalam melalui kaca depan, meski kekhawatiran akan kondisi pengemudi di dalam mobil terus mengusiknya.
Saat ia mengangkat tangan hendak mengetuk sekali lagi, kaca mobil perlahan-lahan turun.
Udara hangat mengalir keluar dari dalam mobil, bercampur dengan angin pagi yang sejuk, menyatu tanpa batas.
Begitu jendela terbuka sepenuhnya, You Shulang melihat wajah seorang pria. Pikiran pertamanya hanya satu... tampan sekali.
Fitur wajah pria itu tegas dan dalam, garis-garisnya rapi dan bersih. Kulitnya bukan putih pucat, melainkan warna gandum muda yang tampak sehat dan menenangkan.