Kehidupan seorang pria 25 tahun yang terpaksa menjalani hari-harinya untuk bekerja pada pria buta dan lumpuh karena harus menggantikan tugas Min yoongi, sang kakak. Dirinya tidak pernah berpikir jika keputusannya untuk tinggal di rumah megah milik perusahaan ternama justru membuat hidupnya berubah dalam sekejap. la juga tidak menyangka jika kehidupannya kesana justru membuat petaka baru dalam hidupnya.
Min Jimin, itu namaku....
Aku mempunyai 1 adik, yang juga masih bersekolah..
Kami tiga bersaudara, dan aku sebagai anak tengah.Ayah ibu kami meninggal saat kecelakaan 15 tahun yang lalu dan itulah sebabnya mengapa hanya kami saja.. Tak ada orang tua yang mendampingi kami saat ini..
Bagaimana aku menjalani hari-hariku bersama pria buta dan lumpuh? Bagaimana perasaanku ketika tiba-tiba pemilik perusahaan dan rumah megah itu menciumku diam-diam saat aku terlelap? Pikiranku begitu tak karuan..
Pelayan: Apa kau nona Min? (Seorang pekerja bertanya padaku dengan menatapku dari atas sampai bawah).
Jimin:ah maaf saya laki laki om
pelayan:maafkan saya tuan tampang ada tidak mirip laki laki sama sekali anda terlalu indah(aku hanya mendengus dalam hati dan mengangguk).
Pelayan: Masuklah, tuan sudah menunggu anda. (Sebelum masuk ke dalam rumah yang sepertinya akan membuatku sedikit lelah, aku menghela nafasku panjang).
Kami berdua berjalan ke dalam rumah
Pelayan: Kamu bisa,Tuan (gumamnya lirih).
Bekerja sebagai perawat selama lebih dari lima tahun lamanya membuatku terbiasa dengan pekerjaanku, meski merasa lelah, aku akan menikmatinya. Mulanya aku bekerja di salah satu panti asuhan ternama dengan membantu beberapa dokter yang di pekerjakan disana. Aku juga dikenal sebagai wanita yang ramah dan penurut. Itulah sebabnya, kakakku memintaku untuk menggantikannya merawat Tuannya di rumah mewah ini.
Dia bahkan mengatakan jika gajinya cukup besar dan terkadang ia mendapatkan uang tambahan jika tuan memiliki mood yang cukup baik. Dia sudah bekerja disini kurang lebih 8 tahun, uang inilah yang membiayai aku kuliah dan sekolah adikku, ia di pinta untuk mengurus segala bermacam-macam di perusahaan Jeon company, bisa di bilang jabatannya kini naik..
Bukan lagi seorang asisten merawat Mr. Jeon, melainkan menjadi tangan kanan di perusahaan Mr. Jeon, walaupun begitu, aku juga tidak bisa membebaninya terus menerus. Aku bahkan tidak bisa menolak permintaannya. Lagipula sekalipun aku menolak, sepertinya aku akan kalah dengan permohonan oppaku yang membuatku lemah.
Seorang pelayan membukakan pintu berukuran besar. Yang dimana, ada seorang pria yang duduk di kursi roda seolah telah menunggu kehadiranku, ia bahkan memunggungi ranjang besarnya..
Pelayan: Tuan Jungkook sudah menunggu anda, tuan min.. (Pria bernama Jeon Jungkook duduk tenang di kursi roda sambil menghadap jendela kamarnya yang terang).
Jimin: Selamat sore tuan. Aku Min Jimin,aku disini menggantikan Min Yoongi untuk merawat anda... (Ujarku sembari memberi salam santun dan hormat padanya. Tapi tidak ada jawaban, pria itu tetap terdiam pada tempatnya seolah ucapan salam perkenalanku tidaklah di harapkan. Aku menoleh pada pelayan yang mengantarku ke kamar pria bernama Jungkook) Mungkinkah tuan memang terbiasa seperti ini? (bisikku pelan)
Jimin: Ah, aku akan kembali setelah meletakan barang-barangku di kamar..
Pelayan: Apa Yoongi tidak mengatakan pada anda jika anda tidak di perkenankan untuk tidur di kamar dan membiarkan tuan Jungkook tidur seorang diri?
Jimin: Apa!!? Maksudku, tidak. Yoongi Hyung tidak mengatakannya padaku.
pelayan: Yoongi selalu tidur di kamar tuan Jungkook karena
tuan Jungkook pernah terjatuh saat hendak turun dari ranjangnya.. (mendengar itu aku menelan ludahku keluh, aku tidak pernah mendengar Hyung ku mengatakan hal ini sebelumnya. Tapi, jika dipikirkan kembali, keputusan Hyung memang tepat. Merawat seorang tunanetra dan lumpuh sepertinya memang harus sangat berhati-hati).
