00.Tentang Napas Yang Dipinjam

5 0 0
                                        

Aku ingin bercerita tentang Kala Anantari.

Seorang remaja yang dipaksa dewasa oleh keadaan, yang punggungnya sudah terlalu akrab dengan rasa lelah. Baginya, angka tujuh belas bukan tentang perayaan atau kebebasan, melainkan tentang berapa banyak lagi sisa waktu yang bisa ia beli dengan rasa sakit.

Kala, apa kamu lelah?

Aku sering melihatmu berdiri di ambang pintu saat senja, menatap adas fajar—adikmu—yang terlelap, sambil menekan dada kiri yang terus-menerus berontak. Aku melihat bagaimana jemarimu yang gemetar mencoba membuka botol obat itu tanpa suara, takut derit tutup plastiknya akan membangunkan dunia kecil yang sedang kamu jaga.

Kamu adalah pelari yang tak punya garis finish. Kamu terus melangkah meski paru-parumu sudah memohon untuk berhenti. Bagimu, setiap rupiah yang kamu dapat dari keringat dan peluh adalah tiket masa depan untuk Fajar, meski itu artinya kamu harus menukar kesehatanmu sendiri.

Aku tertegun melihat caramu mencintai, Kala. Begitu sunyi, begitu tulus, namun begitu menyakitkan untuk disaksikan.

Aku sempat mengira kamu adalah batu karang yang tak bisa hancur...

...sampai aku melihatmu luruh di lantai dapur tengah malam tadi, terbatuk dalam diam dengan sapu tangan yang kini tak lagi putih bersih.

-----oOo-----

Note :
Seluruh tokoh, watak, dan kejadian dalam cerita ini adalah fiksi. Nama visual yang digunakan (Na Jaemin) hanya bertujuan untuk mempermudah imajinasi pembaca. Cerita ini tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata sang idol.
Mohon untuk bijak dalam membaca dan tetap bisa memisahkan antara fiksi (AU) dengan realita.
Terima kasih dan selamat membaca perjalanan Kala.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 19 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Lentera KalaStories to obsess over. Discover now