Bagaimana rasanya pacaran sama playboy? Coba tanya Patji aja, tapi kalau mau tanya Copper juga boleh. Mereka kan senasib:)
"Kenapa ngajak gue ketemu?" tanya Copper memandang Patji yang duduk di seberangnya.
Patji menghela napas. "Lo gak capek di selingkuhin terus?"
Copper terdiam sebentar, menunduk, lalu mengangkat kepalanya melihat Patji. "Capek, tapi karakter seseorang gak bisa di ubah dengan mudah,"
"Terus lo bakal terima di selingkuhin selamanya?"
"Ngga selamanya. Gue bakal nunggu dia capek ketemu gue dan capek minta maaf ke gue. Setelah itu, gue akan membebaskan dia memilih, mau tetap sama gue dengan pribadi yang lebih baik, atau pergi ngikutin kata hatinya." ucap Copper tulus dalam hatinya.
Ia rela melihat Fifa bahagia meski tidak bersamanya.
Patji menunduk, meremas ujung baju nya dengan helaan lelah. "Andai kak Ryujin sebaik lo.."
Copper tersenyum tipis. "Lo harus percaya kalau Ryujin bakal berubah, walaupun proses nya gak cepet,"
Suasana sempat diam sampai tiba-tiba Patji mengangkat kepalanya.
"Copper, pacaran sama gue yuk!"
"Hah?"
Kesan dan pesan: Capek boleh, tapi jangan sampai hilang arah.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.