Chapter 1
Hal yang paling penting dalam melakukan sebuah perjalanan adalah aturan. Jika aturan tak ditetapkan maka kita harus siap menerima konsekuensinya. Meski aku hanya sekedar menyukai bepergian, aku tentu akan tetap menetapkan aturan kepada diriku sendiri. Aturan itu ada lima.
Pertama. Aku hanya akan menetap paling lama seminggu di suatu tempat. Waktu yang cukup untuk menikmati suatu tempat.
Kedua. Jangan terlibat dengan orang-orang ditempat yang kudatangi.
Ketiga. Sebisa mungkin aku akan menghindari, baik manusia maupun monster.
Keempat. Hindari pertempuran sebisa mungkin.
Dan terakhir kelima. Jangan menjadi pusat perhatian, dan tentu, nikmati perjalanannya.
Namaku Spica, aku suka bepergian, sudah sekitar setahun aku melakukan perjalanan ini sendirian. Didunia yang luas dan penuh warna ini, rasanya akan rugi jika tak melihat semuanya.
Saat ini aku berada di tepi desa kecil ini, sudah waktunya meninggalkan desa ini.
Di saat ingin meninggalkan desa itu, ada seekor Ignel yang muncul. Monster serigala yang memiliki tubuh yang panas. Bekas cakarnya dapat mengeluarkan api, dan dia bergerak dengan cepat.
Ini benar-benar merepotkan, bagaimanapun ini adalah sesuatu yang tak bisa kuhindari.
"Namun satu Ignel saja bukan tandinganku." Dengan percaya diri aku langsung menarik belati di pinggangku dan mengarahkannya ke ignel. Dan dari ujung belati itu sihir es tercipta, dan aku langsung menembakkannya.
Ignel itu sempat menghindarinya, namun dengan cepet aku menembakkan serangan kedua yang membuatnya tak bisa menghindar. Ignel itu terjatuh dan mengeluarkan suara desis uap akibat serangan ku. Lalu dengan tebasan kecil aku membunuhnya.
"Selesai. Ignel itu hampir saja membuat keributan di desa ini."
Setelahnya aku meninggalkan desa ini, melanjutkan perjalanan tanpa akhir ini. Sekali lagi namaku Spica, dan saat inu aku menuju ke kota yang panas dan padat, kota Kryndel.
---
KAMU SEDANG MEMBACA
Spica
FantasyHanya sebuah perjalanan kecil yang dijalani olehnya. perjalanan yang tanpa disadari mengubah hidupnya dan menemukan jawaban di balik takdir itu.
