We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

3S0M3 🔞

595 7 1
                                        

Prolog

“Aahhh….ahhhh…vero…aahhhh…enakk….nak……terus…sodok…. teruss ..aahhh, ….jimmy aahh iya gigit puting papa sayang aahhh…aaahh” desah seorang lelaki dewasa yang sedang menungging seperti anjing lengkap dengan aksesorisnya, ditaman rumput lepas, diperhatikan diam-diam oleh para pekerja.

Dari belakang, an*snya dis*dok oleh an*k yang lebih muda, sedangkan di bawah tubuhnya ada a**k k***l yang menggigit put*ngnya sampai merah, mereka bertiga bert***njang, tanpa malu.

___________

“Perempuan sialan, mati saja kau, bangsat!!!!!” ucap seorang pria dewasa di telpon , ia menendang dinding pembatas atap gedung dengan kesal, lalu hampir membanting hp nya yang mahal,untung saja ia ingat dengan harganya, jadinya hp tersebut tetap digenggamannya.

Jeremy, seorang ayah yang sudah beberapa tahun bekerja sebagai customer service di salah satu perusahaan besar penyedia barang. Tekanan pekerjaan yang berat, ditambah banjirnya komplain setiap hari, membuat rambutnya rontok parah hingga mengalami kebotakan dini.

Padahal Jeremy baru berumur 39 tahun, tapi sekarang tampak seperti pria berusia 50-an lebaynya. Tubuhnya kurus, kulitnya putih pucat. Dulu tubuhnya atletis penuh otot dengan kulit putih mengkilap yang sexy. Siapa sangka, dulu Jeremy adalah playboy kaya raya yang hidup bergelimang harta. Semua berubah gara-gara kesalahan di masa muda, dia menghamili pacarnya yang sekarang sudah menjadi istrinya, ralat!!!!! Perempuan sialan itu baru saja berselingkuh!!!!!

Sekarang jeremy punya 2 anak lelaki, anak sulung berumur 18 tahun yang sebentar lagi mau masuk kuliah, plus anak kedua yang masih kelas 5 SD, berumur 11 tahun.

Orang tua jeremy dulunya sangat kaya, tapi semenjak jeremy menikah mereka “membuang jeremy” setidaknya itu yang dipikirkan jeremy.

Sekarang dia pusing memikirkan biaya hidup anak-anaknya. Walaupun gajinya bisa dibilang cukup tapi sayangnya semua tabungan dibawa lari oleh perempuan sialan yang sayangnya masih istrinya. 

Kedua orang tuanya sudah lama meninggal dan bangkrut, semenjak itu pula istrinya yang dulu sangat melayaninya walau mereka hidup pas-pasan, berubah menjadi pemarah, mengomel setiap hari tentang uang. Entahlah mungkin karena tidak ada lagi harapan untuk mendapat warisan dari orang tua jeremy yang sudah meninggal dan bangkrut.

Sekarang jeremy hanya pria malang yang kurus dan hampir botak, diselingkuhi, dan miskin.

Ia pulang tengah malam, membuka pintu, lalu disambut oleh wangi masakan sup daging kesukaannya. Ia kira apa istrinya masih dirumah, untuk meminta maaf???, dalam kekesalan ia bergegas masuk, tapi yang terlihat hanya anak lelakinya yang sedang memasak, dan anak bungsu yang membantu menata makanan di meja.

“Papa!!!... Papa sudah pulang?, adek tidak dengar tadi” ucap bungsu dengan ceria menyambut papanya, membawakan tas kerja, lalu mempersilahkan Jeremy untuk duduk.

Dengan cekatan si kecil melayani Jeremy yang tampak kusut lelah. Memberi segelas air hangat.

“Papa, mama bilang dia akan pulang kampung, jadi mama beri uang banyak tadi” cerita si bungsu, duduk disamping papa.

Sedangkan sulung hanya diam, menyajikan makanan lalu menyiapkan perlengkapan makan untuk bertiga.

“Jimmy, vero, besok kita akan ke rumah kakek nenek kalian, jadi tidak usah sekolah besok” ucap Jeremy sambil menikmati sup daging buatan anak sulungnya.

“Iya papa, paman beni juga menelpon ke rumah, katanya kita harus datang besok ke rumah nenek” jawab vero anak sulung Jeremy. (Beni pelayan di rumah kakek nenek )

Malam itu mereka makan dengan damai, celotehan Jimmy kecil, didengar oleh vero dan jeremy. Vero tau apa yang mamanya telah lakukan, jadi ia hanya diam-diam setuju dengan semua keputusan papanya.

3S0M3 (GRATISSSS)Stories to obsess over. Discover now